السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
atas jawabannya ana sampaikan شُكْرًاجَزِيلاً جَزَاك اللهُ خَيْرًا . Namun ada 2 pertanyaan ana: 1. Apakah kita boleh mengucapkan do'a ketika sujud (bukan do'a dalm hati) dengan do'a yang berbahasa arab tetapi tidak ada sunnahnya? 2. Apakah kita boleh mengucapkan (bukan dalam hati) do'a ketika sujud dgn bhs indonesia? Selama ini Ana khawatir kedua hal tsb membatalkan sholat shg ana hanya berdo'a dalam hati ketika sujud. Mohon pencerahannya. بَارَكَ اللَّهُ فِيكُمْ وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ AbuAzzam Wong Solo Sent from my BlackBerry® -----Original Message----- From: Abu Harits <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Fri, 11 Nov 2011 02:57:11 To: assunnah assunnah<[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: RE: [assunnah]>>Tny doa dlm sujud<< From: [email protected] Date: Thu, 10 Nov 2011 04:41:01 +0000 السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه Apakah diperbolehkan berdoa apa saja dlm sujud ? Termasuk dlm bhs Arab tp yg tdk di contohkan Nabi ? Mhn penjelasan و السّلام عليكم و رحمة الله و بركاته Sent via BlackBerry from SingTel! >>>>>>>>>>>>>>>>>>>> 1. APAKAH SESEORANG BOLEH BERDOA KETIKA SHALAT FARDHU ? http://almanhaj.or.id/content/1560/slash/0 Hadits-hadits yang semakna dengan ini banyak. Hal ini menunjukkan disyariatkannya berdo'a dalam kondisi-kondisi tersebut dengan do'a yang disukai oleh seorang muslim, baik yang berhubungan dengan akhirat maupun yang berkaitan dengan kemaslahatan duniawiyah. Dengan syarat dalam do'anya tidak ada unsur dosa dan memutuskan silaturahim. Namun yang paling utama adalah memperbanyak do'a dengan do'a yang diriwayatkan dari Nabi Shallallahu alaihi wa sallam 2, Sedangkan keadaan seorang hamba yang terdekat dengan Allah, yaitu waktu sujud. Diriwayatkan Imam Muslim dalam Shahih-nya dari hadits Abu Hurairah, beliau berkata : أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَقْرَبُ مَا يَكُونُ الْعَبْدُ مِنْ رَبِّهِ وَهُوَ سَاجِدٌ فَأَكْثِرُوا الدُّعَاءَ Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: “Sedekat-dekatnya seorang hamba dengan Rabb-nya adalah dalam keadaan dia sujud, maka perbanyaklah doa. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam menjelaskan, keadaan tersebut termasuk sarana dikabukan doa kita, seperti diriwayatkan Imam Muslim dan an Nasa-i, dari hadits Abdullah bin Abbas, beliau berkata: كَشَفَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ السِّتَارَةَ وَالنَّاسُ صُفُوفٌ خَلْفَ أَبِي بَكْرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ فَقَالَ أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّهُ لَمْ يَبْقَ مِنْ مُبَشِّرَاتِ النُّبُوَّةِ إِلَّا الرُّؤْيَا الصَّالِحَةُ يَرَاهَا الْمُسْلِمُ أَوْ تُرَى لَهُ ثُمَّ قَالَ أَلَا إِنِّي نُهِيتُ أَنْ أَقْرَأَ رَاكِعًا أَوْ سَاجِدًا فَأَمَّا الرُّكُوعُ فَعَظِّمُوا فِيهِ الرَّبَّ وَأَمَّا السُّجُودُ فَاجْتَهِدُوا فِي الدُّعَاءِ قَمِنٌ أَنْ يُسْتَجَابَ لَكُمْ Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam membuka sitar dan orang-orang berbaris di belakang Abu bakar. Lalu beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam berkata : “Wahai manusia, sungguh tidak sisa dari berita kenabian kecuali mimpi yang bagus yang dilihat seorang muslim atau terlihat,” kemudian (beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam) berkata,”Ketahuilah, aku dilarang membaca al Qur`an dalam keadaan ruku’ dan sujud. Adapun ruku’, maka agungkanlah Rabb kalian; sedangkan sujud, maka bersungguh-sungguhlah memperbanyak doa, karena pantas untuk dikabulkan.” Selengkapnya baca di http://almanhaj.or.id/content/2050/slash/0 Wallahu 'alam
