وَعَلَيْكُمْ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Akhi, klo pengalaman ana sih sangat sulit untuk memberikan penyadaran kpd aktifis JT, sama sulitnya dgn penyadaran kpd aktifis IM. Semakin dinasehati, disadarkan maka akan semakin resisten dan bahkan menjawab denga logika dan pembelaan yang berasal dari logika gak jelas. Bahkan tidak sedikit dari orang2 JT ini yang sudah menjadikan orang2 salafi sebagai musuh mereka, karena nasihat sudah dianggap sebaga ancaman. Untuk menghindari perdebatan yg tidak berujung pangkal, coba antum belikan saja buku2 or artikel2 yg mengupas ttg JT ini ke keluarga dari teman antum tsb. Biar pihak keluarga yang akan berupaya untuk memberikan penyadaran ke teman antum tersebut. Intinya adalah antum cukup bekali pihak keluarga dengan bahan2 yang jelas. Ana hanya sekedar memberikan saran saja ya akh, semoga pendekatan ke keluarganya bisa menjadi jalan yang dimudahkan اَللّهُ untuk memperbaiki rekan antum tsb. Afwan jika ada kalimat yg kurang berkenan. بَارَكَ اللَّهُ فِيكُمْ وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ AbuAzzam Wong Solo Sent from my BlackBerry® -----Original Message----- From: Dedi Gunawan <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Thu, 3 Nov 2011 13:39:49 To: assunnah<[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: [assunnah] Menasehati rekan jamaah tabligh assalamualaikum, mohon saran dari rekan2 semua, temen saya trnyata dah 2th tergabung dgn jamaah tabligh dinasehati mental terus,istrinya merasa tidak dinafkahi, sehari-hari tinggal dan makan dirumah mertua, tidak punya pekerjaan karena sering bepergian khuruj
