Waalaikumussalam

Alhamdulillah wa shalaatu wa salaamu ‘ala Rosulillah wa ‘ala aalihi wa 
shohbihi ajma’in.

Para pengunjung setia Rumaysho.com yang semoga selalu dirahmati oleh Allah 
Ta’ala. Pada kesempatan kali ini dan beberapa kesempatan lainnya, kami akan 
banyak mengupas mengenai hadiah bagi si buah hati di hari lahirnya. Artinya 
di sini, kita akan membahas amalan-amalan apa saja yang disyariatkan atau 
dituntunkan bagi orang tua untuk si buah hatinya ketika ia lahir. Semoga 
pembahasan kami ini walaupun ringkas dapat bermanfaat bagi pembaca sekalian.

Yang Dimaksud Tahnik

Tahnik adalah melumurkan kurma ke langit-langit mulut bayi setelah kurma 
tersebut dilumat.[1] An Nawawi rahimahullah mengatakan, “Para pakar bahasa 
menyatakan bahwa tahnik adalah mengunyah kurma atau semacamnya, kemudian 
menggosokkannya ke langit-langit mulut si bayi”.[2]

Tujuan mentahnik di sini adalah agar si bayi terlatih mengunyah makanan dan 
menguatkannya untuk makan.[3]

Bukti Tuntunan Tahnik

Dari Abu Musa, beliau berkata,

وُلِدَ لِى غُلاَمٌ فَأَتَيْتُ بِهِ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- 
فَسَمَّاهُ إِبْرَاهِيمَ وَحَنَّكَهُ بِتَمْرَةٍ.

“(Suatu saat) aku memiliki anak yang baru lahir, kemudian aku mendatangi 
Nabi shallalahu ‘alaihi wa sallam, kemudian beliau memberi nama padanya dan 
beliau mentahnik dengan sebutir kurma.”[4]

Dari ‘Aisyah, beliau berkata,

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- كَانَ يُؤْتَى بِالصِّبْيَانِ 
فَيُبَرِّكُ عَلَيْهِمْ وَيُحَنِّكُهُمْ.

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam didatangkan anak kecil, lalu 
beliau mendoakan mereka dan mentahnik mereka.”[5]

An Nawawi menyebutkan dua hadits di atas dalam Shahih Muslim pada Bab:

استحباب تحنيك المولود عند ولا دته وحمله إلى صالح يحنكه وجواز تسميته يوم ولا 
دته واستحباب التسمية بعبدالله وإبراهيم وسائر أسماء الأنبياء عليهم السلام

”Dianjurkan mentahnik bayi yang baru lahir, bayi tersebut dibawa ke orang 
sholih untuk ditahnik. Juga dibolehkan memberi nama pada hari kelahiran. 
Dianjurkan memberi nama bayi dengan Abdullah, Ibrahim dan nama-nama nabi 
lainnya.”

Pelajaran Penting Tentang Tahnik

Pertama: Para ulama sepakat tentang disunnahkannya (dianjurkannya) mentahnik 
bayi yang baru lahir dengan kurma. Jadi tahnik dilakukan di hari pertama.

Kedua: Jika tidak mendapati kurma untuk mentahnik, maka bisa digantikan 
dengan yang lainnya yang manis-manis.

Ketiga: Cara mentahnik adalah orang yang mentahnik mengunyah kurma hingga 
agak cair dan mudah ditelan, lalu ia membuka mulut si bayi, lalu ia 
menggosokkan kunyahan kurma tadi di langit-langit mulutnya sehingga si bayi 
akan mencernanya ke dalam kerongkongannya.

Keempat: Hendaknya yang melakukan tahnik adalah orang sholih sehingga bisa 
diminta do’a keberkahannya, terserah yang mentahnik tersebut laki-laki atau 
perempuan. Jika orang sholih tersebut tidak hadir, maka hendaklah bayi 
tersebut yang didatangkan ke orang sholih tersebut.[6]

Mengenai yang mentahnik boleh seorang wanita sebagaimana dijelaskan oleh 
Ibnul Qayyim bahwa Imam Ahmad bin Hambal ketika lahir salah satu bayinya, 
beliau menyuruh seorang wanita untuk mentahnik bayinya tersebut.[7]

Ada ulama yang memberi penjelasan urutan makanan yang dijadikan bahan untuk 
mentahnik: tamr (kurma kering); kalau tidak ada, barulah rothb (kurma 
basah); kalau tidak ada, barulah makanan manis yaitu yang jadi pilihan 
adalah madu; dan setelah itu adalah makanan yang tidak disentuh api.[8]

Di Samping Mentahnik, Minta Do’a Keberkahan

Di samping mentahnik, penjelasan di atas juga menunjukkan setelah ditahnik 
hendaknya orang yang mentahnik mendoakan keberkahan pada si bayi dan lebih 
utama yang mentahnik dan mendoakan adalah orang sholih. Yang dimaksud 
keberkahan adalah tetapnya dan bertambahnya kebaikan.

Do’a keberkahan di sini seperti do’a: Allahumma baarik fiih (Ya Allah, 
berkahilah dia), atau boleh pula dengan do’a keberkahan lainnya.

Demikian pembahasan ringkas dalam serial pertama mengenai hadiah di hari 
lahir yang bisa kami sajikan. Nantikan pembahasan selanjutnya insya Allah. 
Semoga bermanfaat. Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush sholihaat.



Direvisi ulang, 5 Rabi’ul Akhir 1431 H, 19/03/2010 di Panggang-GK

Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal

Artikel http://rumaysho.com




Abu Azka Nazil Fachri
Budaya - Condet
[email protected]
== BERILMULAH SEBELUM BERAMAL ==

From: Yoga Suhartanto
Sent: Monday, November 21, 2011 12:31 PM
To: assunnah
Subject: [assunnah] Tanya Cara mentahnik



Assalamualaikum warohmatullah wabarokatuh

Afwan, adakah yg bisa membagi pengalaman mentahnik bayi yg baru lahir? 
InsyaAllah istri saya akan segera melahirkan dan saya ingin mentahnik bayi 
saya tersebut. Sepertinya sulit sekali dengan kondisi mulut bayi yg masih 
kecil. Tolong ajarkan kpd saya

Jazakumullahu khoir
 

Kirim email ke