From: [email protected]
Date: Tue, 20 Dec 2011 13:55:46 +0800



Assalamu'alaikum,saya ada 2 pertanyaan
bila kita dalam keadaan suci (punya wudhu),lantas badan/pakaian kena najis 
apakah wudhu kita batal?
Syukron atas jawabannya
>>>>>>>>>>>>>>>

1. Apabila badan/pakaian terkena najis, maka bersihkanlah bagian yang terkena 
najis tersebut.
 
- Menyucikan baju yang terkena darah haidh
http://almanhaj.or.id/content/1002/slash/0

Dari Asma’ binti Abi Bakar Radhiyallahu anhu, ia berkata, “Seorang wanita 
datang kepada Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam lalu berkata, ‘Baju salah 
seorang di antara kami terkena darah haid. Apakah yang harus dia lakukan?’
Beliau bersabda:

تَحُتُّهُ ثُمَّ تَقْرُصُهُ بِالْمَاءِ ثُمَّ تَنْضَحُهُ ثُمَّ تُصَلِّي فِيْهِ.

"Keriklah, kucek dengan air, lalu guyurlah. Kemudian shalatlah dengan (baju) 
itu." [4]

Jika setelah itu masih ada bekasnya, maka tidak masalah. 

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, Khaulah binti Yasar berkata, "Wahai 
Rasulullah, saya hanya mempunyai satu baju. Saya memakainya ketika haidh." 
Beliau bersabda, "Jika engkau telah suci, cucilah tempat yang terkena darah 
itu, lalu shalatlah dengannya." Dia berkata, "Wahai Rasulullah, jika bekasnya 
tidak hilang?" Beliau bersabda:

يَكْفِيْكِ الْمَاءُ وَلاَ يَضُرُّكِ أَثَرُهُ.

"Air telah mencukupimu dan bekasnya tidak masalah bagimu." [5]
 
-Menghilangkan Najis dan Pejelasannya

وَعَنْ أَسْمَاءَ بِنْتِ أَبِيْ بَكْرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا : أَنَّ 
النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ -فِيْ دَمِ الحَيْضِ يُصِيْبُ 
الثَّوْبَ- : ((تَحُتُّهُ ، ثُمَّ تَقْرُصُهُ بِالْمَاءِ ، ثُمَّ تَنْضَحُهُ ، 
ثُمَّ تُصَلِّيْ فِيْهِ)) .
متفق عليه.

34. Dari Asma’ binti Abu Bakar Radhiyallahu 'anha, bahwasanya Nabi Shallallahu 
'alaihi wa sallam bersabda -tentang pakaian yang terkena darah haidh-: “Kamu 
gosok, kemudian kamu cuci dengan air, lalu shalatlah dengan pakaian tersebut.” 
(Muttafaq ‘alaihi).

TAKHRIJUL HADITS
SHAHIH. Riwayat Malik (I/79), Bukhari (no. 227, 307), Muslim (I/166), Abu Dawud 
(no. 361, 362), Tirmidzi (no. 138), Nasa-i (I/155, 195), Ibnu Majah (no. 629) 
dan Ahmad (VI/ 345, 346, 353) dan lain-lain dari jalan yang banyak, dari Hisyam 
bin ‘Urwah, dari Fatimah binti Mundzir, dari Asma’ binti Abi Bakar (seperti di 
atas).

Dan dalam lafazh Bukhari di salah satu riwayatnya (no. 307):

عَنْ أَسْمَاءَ بِنْتِ أَبِي بَكْرٍ الصِّدِّيقِ أَنَّهَا قَالَتْ سَأَلَتِ 
امْرَأَةٌ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَتْ : يَا 
رَسُولَ اللَّهِ أَرَأَيْتَ إِحْدَانَا إِذَا أَصَابَ ثَوْبَهَا الدَّمُ مِنَ 
الْحَيْضَةِ كَيْفَ تَصْنَعُ ؟ 
فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : إِذَا أَصَابَ 
ثَوْبَ إِحْدَاكُنَّ الدَّمُ مِنَ الْحَيْضَةِ فَلْتَقْرُصْهُ ثُمَّ لِتَنْضَحْهُ 
بِمَاءٍ ثُمَّ لِتُصَلِّي فِيهِ .

Dari Asma’ binti Abi Bakar Ash Shiddiq, ia berkata: Seorang perempuan pernah 
bertanya kepada Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam : “Ya. Rasulullah. 
Bagaimana pendapatmu, salah seorang dari kami pakaiannya terkena darah haidh, 
apa yang harus dia lakukan?”
Jawab Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam : “Apabila pakaian salah seorang 
dari kamu terkena darah haidh, maka hendaklah dia menggosoknya saja (untuk 
menghilangkan darah haidh yang mengena pakaiannya), kemudian dia mencucinya 
dengan air, kemudian dia shalat dengan memakai pakaian tersebut.”
Selengkapnya baca di http://almanhaj.or.id/content/2898/slash/0
 
2. Pembatal-Pembatal Wudhu, silakan baca di 
http://almanhaj.or.id/content/725/slash/0

Wallahu 'alam

Reply to sender | Reply to group | Reply via web post | Start a New Topic 
Messages in this topic (1) 
Recent Activity: 

New Members 28 
Visit Your Group 
Website anda http://www.almanhaj.or.id
Berhenti berlangganan: [email protected]
Ketentuan posting : http://milis.assunnah.or.id/aturanmilis/


MARKETPLACE


Stay on top of your group activity without leaving the page you're on - Get the 
Yahoo! Toolbar now. 
 
Switch to: Text-Only, Daily Digest • Unsubscribe • Terms of Use


. 



                                          

Kirim email ke