> From: [email protected] > Date: Mon, 26 Dec 2011 00:00:49 +0000 > Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. > Orang tua ana sudah ber usia 87 tahun tinggal dikampung . Jarak rumah ke > Masjid lebih kurang 2 km. Jalannya menurun dan mendaki ,sedangkan yang ada > dirumah selain. Abi ana hanya Umi dan Kakak perempuan ana..Karena kondisi > tersebut diatas ana melarang Abi ana untuk sholat berjama'ah ke masjid , > berdosakah ana ustadz atau apa yang sebaiknya ana lakukan. > Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh > Powered by Telkomsel BlackBerry® > ------------------------------------
Jika tempat tinggalnya jauh dari masjid sehingga tidak mendengar adzan, maka tidak mengapa melaksanakannya di rumahnya. Kendati demikian, jika ia mau sedikit bersusah payah dan bersabar, lalu shalat berjama'ah di masjid, maka itu lebih baik dan lebih utama baginya. [Syaikh Ibnu Baz, Fatawa 'Ajilah Limansubi Ash-Shihhah, hal.41-42] http://www.almanhaj.or.id/content/698/slash/0 UDZUR YANG MEMPERBOLEHKAN TIDAK MENGHADIRI SHALAT BERJAMA’AH http://almanhaj.or.id/content/3038/slash/0 Diperbolehkan tidak menghadiri shalat berjama’ah dengan sebab-sebab tertentu. Diantara sebab-sebab tersebut ialah sebagai berikut: 1. Dingin dan hujan. Berdasarkan hadits dari Nafi’, beliau berkata. أَنَّ ابْنَ عُمَرَ أَذَّنَ بِالصَّلَاةِ فِي لَيْلَةٍ ذَاتِ بَرْدٍ وَرِيحٍ ثُمَّ قَالَ أَلَا صَلُّوا فِي الرِّحَالِ ثُمَّ قَالَ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَأْمُرُ الْمُؤَذِّنَ إِذَا كَانَتْ لَيْلَةٌ ذَاتُ بَرْدٍ وَمَطَرٍ يَقُولُ أَلَا صَلُّوا فِي الرِّحَالِ Sesungguhnya Ibnu Umar beradzan untuk shalat pada malam yang dingin dan berangin kencang, kemudian berkata, “Ala shallu fi rihalikum (Shalatlah kalian di rumah kalian).” Lalu beliau berkata, “Sesungguhnya Rasulullah memerintahkan muadzin, jika malam dingin dan berhujan mengatakan, ‘Ala shallu fi rihal’.” [Mutafaqun ‘alaihi]. 2. Sakit yang memberatkan penderitanya menghadiri jama’ah. Berdasarkan firman Allah Subhanahu wa Ta'ala. وَمَاجَعَلَ عَلَيْكُمْ فِي الدِّينِ مِنْ حَرَجٍ مِلَّةَ أَبِيكُمْ إِبْرَاهِيمَ هُوَ سَمَّاكُمُ الْمُسْلِمِينَ مِن قَبْلُ Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. (Ikutilah) agama orang tuamu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu. [Al Hajj:78]. Sabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam ketika sakit dan tidak bisa mengimami shalat beberapa hari: مُرُوْا أَبَا بَكْرٍ فَلْيُصَلِّ لِلنَّاسِ Perintahkanlah Abu Bakr agar mengimami manusia. [19] Ibnu Hazm berkata,“Ini tidak diperselisihkan.” [20] 3. Kondisi tidak aman yang dapat membahayakan diri, harta dan kehormatannya. Berdasarkan firman Allah Subhanahu wa Ta'ala. لاَ يُكَلِّفُ اللهُ نَفْسًا إِلاَّ وُسْعَهَا Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. [Al Baqarah:286]. Sabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam. مَنْ سَمِعَ النِّدَاءَ فَلَمْ يَأْتِهِ فَلَا صَلَاةَ لَهُ إِلَّا مِنْ عُذْرٍ Barangsiapa yang mendengar adzan lalu tidak datang, maka tidak ada shalat baginya, kecuali karena udzur [21]. Dalam riwayat Al Baihaqi ada tambahan tafsir udzur disini, dengan sakit atau rasa takut (situasi tidak aman).[22] 4. Saat makanan telah dihidangkan dan menahan hajat kecil atau besar. Berdasarkan hadits Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam. لَا صَلَاةَ بِحَضْرَةِ الطَّعَامِ وَلَا هُوَ يُدَافِعُهُ الْأَخْبَثَانِ Tidak boleh shalat saat makanan dihidangkan dan tidak pula ketika menahan buang hajat kecil dan besar. [23] 5. Ketiduran. Berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam. إِنَّهُ لَيْسَ فِي النَّوْمِ تَفْرِيطٌ إِنَّمَا التَّفْرِيطُ عَلَى مَنْ لَمْ يُصَلِّ الصَّلَاةَ حَتَّى يَجِيءَ وَقْتُ الصَّلَاةِ الْأُخْرَى فَمَنْ فَعَلَ ذَلِكَ فَلْيُصَلِّهَا حِينَ يَنْتَبِهُ لَهَا Bukanlah ketiduran tafrith (tercela), akan tetapi tafrith hanya pada orang yang tidak shalat sampai datang waktu shalat yang lainnya. Barangsiapa yang berbuat demikian, maka hendaklah shalat ketika sadar.[24] SHALAT BERJAMA'AH http://almanhaj.or.id/content/1260/slash/0 http://almanhaj.or.id/content/1238/slash/0 HUKUM SHALAT JAMA’AH http://almanhaj.or.id/content/3039/slash/0 Wallahu a'lam
