From: [email protected]
Date: Tue, 27 Dec 2011 14:55:08 +0700
Assalamualaikum warohmatulloh wabarokatuh
Saya pernah tahu kawan yang mengakhirkan sholat isya hamper mendekati waktu 
dini hari, setelah saya Tanya kenapa seperti itu?
Dia bilang sunnah mengakhirkan sholat isya..
Yang saya tanyakan benarkah yg dilkukan kawan saya itu? jika memang ada dalil 
tentang mengakhirkan sholat isya, adakah batasan waktunya?
Jazakalloh atas tanggapan dan share ilmunya
Best Regards
Triana Susanti
Engineering Department
>>>>>>>>>>>>>>>>
 
Yang dimaksud waktu mengakhirkan shalat isya adalah sampai sepertiga malam 
pertama, bukan sepertiga malam akhir (dini hari).
 
1. Waktu (Isya) dari hilangnya merah senja hingga pertengahan malam.
Berdasarkan sabda Nabi Shallallahu a'alaihi wa sallam: “Waktu shalat ‘Isya' 
hingga pertengahan malam.” 
 
Disunnahkan Mengakhirkan Shalat 'Isya' Selama Tidak Memberatkan
Dari 'Aisyah Radhiyallahu anhuma, ia berkata, “Pada suatu malam Nabi 
Shallallahu 'alaihi wa sallam mengakhirkan shalat ‘Isya’, hingga berlalulah 
sebagian besar malam dan para penghuni masjid telah tertidur. Kemudian beliau 
keluar dan shalat, lalu berkata, 'Sesungguhnya ini adalah waktunya, hanya saja 
aku tak ingin memberatkan umatku. [14]

Selengkapnya silakan baca WAKTU-WAKTU SHALAT 
http://almanhaj.or.id/content/1189/slash/0
 
2. Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : "Manakah waktu yang paling 
afdhal untuk melaksanakan shalat ? Apakah shalat diawal waktu itu lebih afdhal ?
Jawaban.
Melaksanakan shalat sesuai dengan waktu yang ditentukan oleh syar'i adalah 
lebih sempurna oleh karena itu Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda 
ketika menjawab pertanyaan yang dilontarkan kepadanya : ' Amalan apakah yang 
paling dicintai Allah ? Beliau menjawab : Shalat tepat pada waktunya' [1]

Beliau tidak menjawab (shalat pada awal waktu) dikarenakan shalat lima waktu 
ada sunnah untuk didahulukan pelaksanaannya dan ada yang sunnah untuk 
diakhirkan. Misalnya shalat isya', sunnah untuk mengakhirkan pelaksanaannya 
sampai sepertiga malam, maka apabila seorang wanita bertanya mana yang lebih 
afdhal bagi saya, saya shalat isya' ketika adzan isya' atau mengakhirkan shalat 
isya' sepertiga malam ? Jawabannya : Yang lebih afdhal kalau dia mengakhirkan 
shalat isya' sampai sepertiga malam, karena pada suatu malam Nabi Shallallahu 
'alaihi wa sallam mengakhirkan shalat isya' sehingga para shahabat berkata : 
'Wahai Rasulullah, para wanita dan anak-anak telah tidur, lalu beliau keluar 
dan shalat bersama mereka kemudian bersabda : Sesungguhnya inilah waktu yang 
paling tepat (untuk shalat isya') kalaulah tidak memberatkan umatku'. [2]

Demikian pula dianjurkan bagi para laki-laki muslimin yaitu laki-laki yang 
mengalami kesulitan di saat bepergian mereka berkata : Kami akhirkan shalat 
atau kami dahulukan ? Kita jawab : Yang lebih afdhal hendaknya mereka 
mengakhirkan.

Demikian pula kalau sekelompok orang mengadakan piknik dan waktu isya' telah 
tiba, maka yang lebih afdhal melaksanakan shalat isya' pada waktunya atau 
mengakhrikannya ? Kita menjawab : 'Yang paling afdhal hendaklah mereka 
mengakhirkan shalat isya' kecuali kalau mengakhirkannya mendapat kesulitan, 
maka shalat subuh, dhuhur, ashar, maghrib, hendaknya dikerjakan pada waktunya 
kecuali ada sebab-sebab tertentu.

Adapun shalat fardhu selain shalat isya' dilaksanakan pada waktunya lebih utama 
kecuali ada sebab-sebab tertentu untuk mengakhirkannya.
Selengkapnya silakan baca MANAKAH WAKTU YANG PALING AFDHAL UNTUK MELAKSANAKAN 
SHALAT http://almanhaj.or.id/content/391/slash/0
 
Wallahu a'lam





                                          

Kirim email ke