Assalamu 'alaikum,
 
Kaidah: tidak ada ayat Al-Qur'an yang bertentangan dengan Hadits Shohih. Jika 
sekiranya terlihat bertentangan menurut akal (pikiran) kita, ketahuilah karena 
itu adalah karena lemahnya akal kita dan ilmu kita.
 
Ayat dalam surat An-Najm adalah menerangkan tentang batilnya perkataan kaum 
nashoro yang mengatakan bahwa seorang anak menanggung atau mewarisi dosa dari 
ayah dan ibunya atau akibat perbuatan ayah dan ibunya. Karena semua bayi yang 
lahir adalah suci dan tidak berdosa, walaupun di hasil zina.
 
Sedangkan haditsnya menerangkan seseorang akan terkena dosa, jika ia 
mencontohkan pekerjaan yang buruk dan pekerjaan itu ditiru oleh orang lain. 
Jadi yang menjadikan ia berdosa adalah karena dia "mengajarkan" atau "memberi 
tahu" orang lain cara berbuat dosa. Maka tidak ada pertentangan dan kebingungan 
dalam kedua nash ini dan ini jelas secerah sinar matahari.
 
Kedua. Balasan itu adalah sesuai dengan jenis amalnya, maka untuk mendapatkan 
balasan dari Allah harus ada usaha, dan semerta-merta datang balasan atau 
pahala untuk kita tanpa ada usaha beramal.
 
Sedangkan haditsnya mengatakan bahwa seseorang akan mendapatkan pahala atas apa 
yang contohkan (ajarkan, beritahukan) kepada orang lain tentang kebaikan dan 
kebaikan itu ditiru oleh orang lain. Keduanya tidak bertentangan dan jelas.
 
Wa salamu 'alaikum,
 
Abu Hafidz
 

--- On Mon, 1/23/12, sohdi <[email protected]> wrote:


From: sohdi <[email protected]>
Subject: [assunnah] Tanya dosa seseorang
To: [email protected]
Date: Monday, January 23, 2012, 9:43 PM



 



assalamu'alaykum,


saya mau bertanya, barangkali ada yang sudah pernah mendengar di kajian dsb, 
mengenai 2 dalil berikut yang membingunkan...




1. ayat alquran yang terdapat di beberapa surat :
“Artinya : Bahwa seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. Dan 
bahwasanya manusia tidak akan memperoleh (kebaikan) kecuali apa yang telah ia 
usahakan” [An-Najm : 38-39]

“Dan seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain.” (QS. Al-An’âm : 
164, Al-Isrâ`: 15, Fâthir : 18, Az-Zumar : 7).


2. hadits rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, sbb :

“Siapa yang melakukan satu sunnah hasanah dalam Islam, maka ia mendapatkan 
pahalanya dan pahala orang-orang yang mengamalkan sunnah tersebut setelahnya 
tanpa mengurangi pahala-pahala mereka sedikitpun. Dan siapa yang melakukan satu 
sunnah sayyiah dalam Islam, maka ia mendapatkan dosanya dan dosa orang-orang 
yang mengamalkan sunnah tersebut setelahnya tanpa mengurangi dosa-dosa mereka 
sedikitpun.”
Hadits yang mulia di atas diri-wayatkan dalam Shahih Muslim no. 2348, 6741, 
Sunan An-Nasa‘i no.2554, Sunan At-Tirmidzi no. 2675, Sunan Ibnu Majah no. 203, 
Musnad Ahmad 5/357, 358, 359, 360, 361, 362 dan juga diriwayatkan oleh yang 
lainnya.


mohon penjelasannya..
jazakalloh khoir




Kirim email ke