From: [email protected]
Date: Fri, 27 Jan 2012 11:19:06 +0700
Assalamualaykum,
ikwan sekalian, saya ingin bertanya tentang shola dhuha.
1. Berapakah jumlah rakaat sholat dhuha yg shahih?
2. Apa saja keutamaan dan fadilah sholat dhuha yang shahih? kl bisa
disertakan dalilnya untuk memudahkan pemahaman saya.
3. Apakah ada doa khusus yg diajarkan Nabi sehubungan sholat Dhuha ini?
Jazakumullah khairan
probo
>>>>>>>>>>
 
SHALAT DHUHA (SHALAT AL-AWWAABIIN)
http://almanhaj.or.id/content/1743/slash/0
 
A. Pensyari’atannya
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, ia berkata, “Kekasihku Shallallahu 'alaihi 
wa sallam mewasiatkan tiga perkara kepadaku: puasa tiga hari pada tiap bulan 
(tanggal 13, 14, 15 pada bulan Hijriyyah), dua raka’at shalat Dhuha, dan shalat 
witir sebelum tidur." [1]

B. Keutamaannya
Dari Abu Dzarr Radhiyallahu anhu, ia mengatakan bahwa Rasulullah Shallallahu 
'alaihi wa sallam bersabda:

يُصْبِحُ عَلَى كُلِّ سُلاَمَى مِنْ أَحَدِكُمْ صَدَقَةً، فَكُلُّ تَسْبِيْحَةٍ 
صَـدَقَةٌ، وَكُلُّ تَحْمِيْدَةٍ صَدَقَةٌ، وَكُلُّ تَهْلِيْلَةٍ صَدَقَةٌ، 
وَكُلُّ تَكْبِيْرَةٍ صَدَقَةٌ، وَأَمْرٍ بِالْمَعْرُوْفِ صَدَقَةٌ، وَنَهْيٍ عَنِ 
الْمُنْكَرِ صَدَقَةٌ، وَيُجْزِى مِنْ ذلِكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهَا مِنَ 
الضُّحَى.

“Pada masing-masing ruas jari kalian terdapat hak shadaqah. Setiap tasbih 
adalah shadaqah. Setiap tahmid adalah shadaqah. Setiap tahlil adalah shadaqah. 
Setiap takbir adalah shadaqah. Memerintah kebaikan adalah shadaqah. Mencegah 
kemunkaran adalah shadaqah. Semua itu tercukupi dengan mengerjakan shalat Dhuha 
dua raka’at." [2]

C. Bilangan Raka’atnya
Paling sedikit dua raka’at. Sebagaimana disebutkan dalam beberapa hadits tadi. 
Dan paling banyak delapan raka’at.

Dari Ummu Hani' Radhiyallahu anhuma, bahwa pada hari Fat-hu Makkah (penaklukan 
kota Makkah), Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam mandi di rumahnya lalu shalat 
delapan raka’at." [3]

D. Waktunya Yang Paling Utama
Dari Zaid bin Arqam Radhiyallahu anhu, dia berkata, “Nabi Shallallahu 'alaihi 
wa sallam keluar menemui penduduk Quba' yang sedang shalat Dhuha. Lalu beliau 
bersabda:

صَلاَةُ اْلأَوَّبِيْنَ إِذَا رَمَضَتِ الْفِصَالُ مِنَ الضُّحَى.

"Waktu shalat al-awwaabiin (Dhuha) adalah ketika anak unta merasa kepanasan di 
pagi hari." [4]
 
Pembahasan lebih lengkap, silakan baca di 
SHALAT DUHA Oleh Muhammad bin Umar bin Salim Bazmul 
http://almanhaj.or.id/content/2357/slash/0
 
Sedangkan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah setelah menetapkan 
kesepakatan para ulama tas sunnahnya bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam 
tidak mengerjakan shalat Dhuha secara terus menerus, kemudian menetapkan hukum 
sunnatnya, dimana dia mengatakan : “Muncul pertanyaan : ‘Apakah yang lebih 
baik, mengerjakan secara terus menerus ataukah tidak secara terus menerus 
seperti yang dilakukan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam? Inilah di antara 
yang mereka pedebatkan”. Dan yang lebih tepat adalah dengan mengatakan 
;”Barangsiapa mengerjakan qiyaamul lail secara terus menerus, maka tidak perlu 
lagi baginya untuk mengerjakan shalat Dhuha secara terus menerus. Sebagaimana 
yang dilakukan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dan barangsiapa yang 
tertidur sehingga tidak melakukan qiyamul lail, maka shalat Dhuha bisa menjadi 
pengganti bagi qiyamul lail” Majmu Al-Fataawaa (XXII/284).
 
Wallahu a'lam





                                          

Kirim email ke