Yang Ana tahu ada perintah khusus dalam beristighfar yaitu disaat pagi hari,

مَا أَصْبَحْتُ غَدَاةً قَطٌّ إِلاَّ اِسْتَغْفَرْتُ اللهَ مِائَةَ مَرَّةٍ

“Tidaklah aku berada di pagi hari (antara terbit fajar hingga terbit matahari, 
pen) kecuali aku telah beristigfar pada Allah sebanyak 100 kali.” (HR. An 
Nasa’i. Dishohihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Silsilah Ash
Shohihah no. 1600. Lihat Al Mu’jam Al Awsath lith Thobroniy, 8/432, Asy
Syamilah)

Adapun bacaannya, "Astaghfirullah Wa Atuubu Ilaihi"

Ana baca dari buku Doa dan Dzikir yang ditulis oleh Ustad Yazid bin Abdul Qadir 
Jawas, lafadz Istighfar yang lain adalah "Astaghfirullah al adzim, 
Lailahailahuwal hayulqayum, wa atuubu Ilaih". Ada juga Sayyidul (Penghulu) 
Istighfar yang bisa dibaca sebanyak-banyaknya. Wallahualam

Penghulu istigfar:
اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا
عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ
بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ،
وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ
إِلاَّ أَنْتَ
>[Allahumma anta robbi laa
ilaha illa anta, kholaqtaniy wa ana 'abduka wa ana 'ala 'ahdika wa
wa'dika mastatho'tu. A'udzu bika min syarri maa shona'tu, abu-u laka bi
ni'matika 'alayya wa abu-u bi dzanbi. Faghfirlii fa innahu laa
yaghfirudz dzunuba illa anta] “Ya Allah! Engkau adalah Rabbku,
tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau. Engkaulah yang
menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu. Aku akan setia pada perjanjianku
dengan-Mu semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan yang
kuperbuat. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku, oleh karena 
itu, ampunilah aku. Sesungguhnya tiada yang mengampuni dosa
kecuali Engkau.” (HR. Bukhari no. 6306)

 


________________________________
 From: "[email protected]" <[email protected]>
To: As Sunnah <[email protected]>
Sent: Monday, February 27, 2012 11:57 AM
Subject: [assunnah] Tentang Istighfar


 
Assalamualaikum,

ana mau menanyakan tentang lafadz istighfar yg dibaca Rasulullah setiap hari 
100 kali atau lebih dari 70 kali.. Apakah bacaan nya itu "Astaghfirullah Wa 
Atuubu Ilaihi" atau "Rabbighfirli watub 'alayya Innaka Anta tawwaburrahiim" ..

Karena setau ana yg dibaca oleh Rasulullah seratus kali sehari (disaat bacaan 
dzikir pagi atau petang) adalah yang Astaghfirullah Wa Atuubu Ilaihi..

Tapi ana mendapatkan sebuah hadist ini;

dari Ibnu ‘Umar, ia berkata; Dalam satu kali duduk Rasulullah shallallahu 
wa’alaihi wa sallam, sebelum beliau berdiri (meninggalkan tempat duduknya), 
terhitung seratus kali beliau mengucapkan:

رَبِّ اغْفِرْ لِي وَتُبْ عَلَيَّ إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الْغَفُورُ

“RABBIGHFIRLII WA TUB ‘ALAYYA INNAKA ANTAT TAWWAABUL GHAFUUR”

(Wahai Rabbku, ampunilah dosaku dan terimalah taubatku, sesungguhnya Engkau 
adalah Maha Pemberi taubat dan Maha Pengampun).

(HR. at Tirmidziy; beliau berkata; Hadits ini adalah hadits hasan shahih 
gharib; hadits ini dishahiihkan oleh Syaikh al Albaaniy)

Dalam riwayat Ahmad, Ibnu Maajah, Abu Dawud, dan selainnya disebutkan:

“Apabila kami menghitung ucapan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam 
duduknya:

رَبِّ اغْفِرْ لِي وَتُبْ عَلَيَّ إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ

“Rabbighfirli watub ‘alayya innaka anta tawwabur rahim

(Ya Rabbku ampunilah aku dan terimalah taubatku, sesungguhnya Engkaulah Maha 
penerima taubat dan maha penyayang)

(maka kami mendapati bahwa) beliau mengucapkannya sebanyak seratus kali.”

(HR. Ahmad, Ibnu Maajah, Abu Dawud, dll; dishahiihkan oleh Syaikh al Albaaniy).

Pertanyaan ana, bacaan mana yg harus kita baca 100 kali sehari??? Dan apa ada 
bacaan istighfar lain yg dibaca Rasulullah 100 kali juga dlm sehari tp berbeda 
lafadz?
Ana mohon penjelasan nya.. Karena ana takut menjalan kan Bid'ah...

Syukran, Jazakallah Kheir

 

Kirim email ke