Alhamdulillah dpt ilmu baru.. Jazakumullahu khairon. Insya Allah bermanfaat 
sekali.



Tp msh ada yg blm ngerti, afwan, jd klo penggalan hadits boleh tdk cuma 
dipenggal tp jg boleh digabung yg terdiri dr penggalan2 hadits spt HR. Muslim 
yg ditanyakan ya? Mgkn yg penting asal 1 sahabat yg sm yg menyampaikan, dlm hal 
ini yg disampaikan sahabat Abu Dzar?





________________________________
 From: aminudin aziz <[email protected]>
To: "[email protected]" <[email protected]>
Sent: Tuesday, February 21, 2012 5:16 PM
Subject: Bls: Bls: [assunnah] Shahihkah HR Muslim ini?


 
insya Allah tetep shahih...
itu namanya athraf, penggalan atau potongan dari suatu matan hadits. kalau yang 
dicari matan yang persis seperti itu mungkin ngga ada, karena itu penggalan 
matan dari hadits Abu Dzar radhiyallhu anhu yang sudah dicantumkan ikhwan2.

contoh lainnya misalnya, sering kita dengar ustadz hanya membaca "innamal 
a'malu binniyyat", padahal sambungannya masih ada yakni "wa inna likullimri'in 
ma nawaa...dst".


wallahu a'lam



________________________________
 Dari: suci sari <[email protected]>
Kepada: "[email protected]" <[email protected]>
Dikirim: Selasa, 21 Februari 2012 12:26
Judul: Re: Bls: [assunnah] Shahihkah HR Muslim ini?


 
Jazakallahu khair masukannya, tapi hadits dengan matan seperti di bawah ini, 
ada? Kalau nggak ada, berarti hadist di bawah tidak shahih, wallohu'alam.

"Menyeru kebaikan adalah sedekah, melarang kemungkaran adalah sedekah, & 
mendatangi isterimu juga sedekah". (H.R. Muslim)

Syukron.

________________________________
From: ade kah <[email protected]>
To: "[email protected]" <[email protected]>
Sent: Monday, February 20, 2012 8:11 PM
Subject: Bls: [assunnah] Shahihkah HR Muslim ini?

Apa ada yang tahu keshahihan hadits di bawah ini? Apa betul ada HR Muslim 
dengan matan seperti di bawah ini?

"Menyeru kebaikan adalah sedekah, melarang kemungkaran adalah sedekah, & 
mendatangi isterimu juga sedekah". (H.R. Muslim)

Jawab:

Ada beberapa riwayat  mengenai hal ini....

Dari Abi Dzar radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam 
bersabda:
( وفي بُضع أحدكم صدقة ) – أي
في جماعه لأهله – فقالوا : يا رسول الله  أيأتي أحدنا شهوته ويكون له فيها
أجر ؟ قال عليه الصلاة والسلام : ( أرأيتم  لو وضعها في الحرام ، أكان عليه وزر ؟ 
فكذلك إذا وضعها في الحلال كان له  أجر ) رواه مسلم
”Dan di dalam kemaluan salah seorang di antara kalian adalah sedekah.” 
-Maksudnya dalam jima’nya (hubungan intim) terhadap istrinya- Maka mereka 
(Sahabat) berkata:”Wahai Rasulullah! Apakah salah seorang di antara kami 
mendatangi keluarganya (menunaikan syahwatnya/jima’) dan dia mendapatkan 
pahala?” Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berabda:”Bukankah apabila 
dia menunaikannya (jima’) di tempat yang haram dia akan
mendapatkan dosa?” Maka demikian juga seandainya dia menunaikannya di
tempat yang halal (istrinya) maka dia akan mendapatkan pahala.”(HR. Muslim)

Dari Abu Dzarr radhiallahu anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi 
wasallam bersabda:
تَبَسُّمُكَ فِي وَجْهِ أَخِيكَ لَكَ صَدَقَةٌ وَأَمْرُكَ
بِالْمَعْرُوفِ وَنَهْيُكَ عَنْ الْمُنْكَرِ صَدَقَةٌ وَإِرْشَادُكَ
الرَّجُلَ فِي أَرْضِ الضَّلَالِ لَكَ صَدَقَةٌ وَبَصَرُكَ لِلرَّجُلِ
الرَّدِيءِ الْبَصَرِ لَكَ صَدَقَةٌ وَإِمَاطَتُكَ الْحَجَرَ وَالشَّوْكَةَ 
وَالْعَظْمَ عَنْ الطَّرِيقِ لَكَ صَدَقَةٌ وَإِفْرَاغُكَ مِنْ دَلْوِكَ
فِي دَلْوِ أَخِيكَ لَكَ صَدَقَةٌ
“Senyummu kepada saudaramu merupakan sedekah, engkau memerintahkan
yang ma’ruf dan melarang dari kemungkaran juga sedekah, engkau
menunjukkan jalan kepada orang yang tersesat juga sedekah, engkau
menuntun orang yang berpenglihatan kabur juga sedekah, menyingkirkan
batu, duri, dan tulang dari jalan merupakan sedekah, dan engkau
menuangkan air dari embermu ke ember saudaramu juga sedekah.” (HR. At-Tirmizi 
no. 1956 dan dinyatakan hasan oleh Al-Albani dalam Ash-Shahihah no. 517)

Dari Abu Dzar radhiyallahu 'anhu, ia berkata, “Sesungguhnya sebagian dari para 
sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepada Nabi 
shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Wahai Rasulullah, orang-orang kaya lebih banyak 
mendapat pahala,
mereka mengerjakan shalat sebagaimana kami shalat, mereka berpuasa
sebagaimana kami berpuasa, dan mereka bershodaqoh dengan kelebihan harta 
mereka”. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Bukankah Allah telah menjadikan bagi kamu sesuatu untuk bershodaqaoh?
Sesungguhnya tiap-tiap tasbih adalah shodaqoh, tiap-tiap tahmid adalah
shodaqoh, tiap-tiap tahlil adalah shodaqoh, menyuruh kepada kebaikan
adalah shodaqoh, mencegah kemungkaran adalah shodaqoh dan persetubuhan
salah seorang di antara kamu (dengan istrinya) adalah shodaqoh “. Mereka 
bertanya, “ Wahai Rasulullah, apakah (jika) salah seorang di antara
kami memenuhi syahwatnya, ia mendapat pahala?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi 
wa sallam menjawab, “Tahukah engkau jika seseorang memenuhi syahwatnya pada yang
haram, dia berdosa. Demikian pula jika ia memenuhi syahwatnya itu pada
yang halal, ia mendapat pahala”.  (HR. Muslim no. 2376)

________________________________
Dari: suci sari <[email protected]>
Kepada: "[email protected]" <[email protected]>
Dikirim: Selasa, 21 Februari 2012 0:03
Judul: [assunnah] Shahihkah HR Muslim ini?

Bismillah,

Apa ada yang tahu keshahihan hadits di bawah ini? Apa betul ada HR Muslim 
dengan matan seperti di bawah ini?

"Menyeru kebaikan adalah sedekah, melarang kemungkaran adalah sedekah, & 
mendatangi isterimu juga sedekah". (H.R. Muslim)



 

Kirim email ke