Wa'alaikumusalam warahmatullah. Mungkin lebih baik *sholat malam* saja. Apalagi spertiga malam terakhir, sebelum masuk waktu shubuh, di waktu Allah turun ke langit dunia, termasuk waktu mustajab. Di waktu ini, mintalah kepada Allah untuk menenangkan hati dan meluluskan ujian.
*"Artinya : Sesungguhnya Rabb kami yang Maha Berkah lagi Maha Tinggi turun setiap malam ke langit dunia hingga tersisa sepertiga akhir malam, lalu berfirman ; barangsiapa yang berdoa, maka Aku akan kabulkan, barangsiapa yang memohon, pasti Aku akan perkenankan dan barangsiapa yang meminta ampun, pasti Aku akan mengampuninya". [Shahih Al-Bukhari, kitab Da'awaat bab Doa Nisfullail 7/149-150] sumber: * http://almanhaj.or.id/content/101/slash/0 Tapi jgn sampai terus2an melakukan sholat malam hanya ketika ingat urusan dunia saja. Krn rugi kalo cuma beribadah krn urusan dunia saja, bisa jadi di akhirat tidak diberi balasan krn niatnya cuma untuk dunia saja. Inna mal a'malu bin niyaat. Terus, juga bisa *minta bantuan doa dari orang tua*: *“Tidak doa yang tidak tertolak yaitu doa orang tua, doa orang yang berpuasa dan doa seorang musafir.” (HR. Al Baihaqi dalamSunan Al Kubro. Syaikh Al Albani mengatakan hadits ini shahih sebagaimana dalam As Silsilah Ash Shahihah no. 1797). sumber: * http://rumaysho.com/belajar-islam/amalan/3416-doa-orang-tua-pada-anaknya-doa-mustajab.html Afwan kalo tidak langsung menjawab pertanyaannya. Abu Sarah Fauzi 2012/3/3 <[email protected]> > Assalamualaikum.. > > Mohon bantuannya, saya ingin menanyakan bagaimanakah hukumnya menjalankan > puasa saat menghadapi ujian agar lebih tenang? Dimana puasa tersebut tidak > berbarengan dengan puasa senin-kamis atau puasa daud atau puasa lainnya. > > Jazakillah.. > Powered by Telkomsel BlackBerry® > > ------------------------------------ > > Website anda http://www.almanhaj.or.id > Berhenti berlangganan: [email protected] > Ketentuan posting : http://milis.assunnah.or.id/aturanmilis/ > Yahoo! Groups Links > > > >
