"KEUTAMAAN BERDZIKIR KETIKA MASUK PASAR"
http://muslim.or.id/hadits/keutamaan-berdzikir-ketika-masuk-pasar.html

Dari ‘Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu 
‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ دَخَلَ السُّوق فَقَالَ : لا إِلَه إِلَّا اللَّه وَحْده لا شَرِيك لَهُ، 
لَهُ الْمُلْك وَلَهُ الْحَمْد، 
يُحْيِي وَيُمِيتُ، وَهُوَ حَيّ لا يَمُوت، بِيَدِهِ الْخَيْرُ، وَهُوَ عَلَى كُلّ 
شَيْء قَدِير، كَتَبَ لَهُ أَلْفَ 
أَلْفِ حَسَنَةٍ، وَمَحَا عَنْهُ أَلْفَ أَلْفِ سَيِّئَةٍ، وَرَفَعَ لَهُ أَلْفَ 
أَلْفِ دَرَجَةٍ – وفي رواية: وبنى 
له بيتاً في الجنة –

“Barangsiapa yang masuk pasar kemudian membaca (zikir): “Laa ilaha 
illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku wa lahul hamdu, yuhyii wa 
yumiit, wa huwa hayyun laa ya yamuut, bi yadihil khoir, wa huwa ‘ala 
kulli sya-in qodiir” [Tiada sembahan yang benar kecuali Allah semata dan 
tiada sekutu bagi-Nya, milik-Nyalah segala kerajaan/kekuasaan dan 
bagi-Nya segala pujian, Dialah yang menghidupkan dan mematikan, Dialah 
yang maha hidup dan tidak pernah mati, ditangan-Nyalah segala kebaikan, 
dan Dia maha mampu atas segala sesuatu]”, maka allah akan menuliskan 
baginya satu juta kebaikan, menghapuskan darinya satu juta kesalahan, 
dan meninggikannya satu juta derajat – dalam riwayat lain: dan 
membangunkan untuknya sebuah rumah di surga – ”[1].

Hadits yang mulia ini menunjukkan sangat besarnya keutamaan dan pahala 
orang yang membaca zikir ini ketika masuk pasar[2].

Imam ath-Thiibi berkata, “Barangsiapa yang berzikir kepada Allah (ketika 
berada) di pasar maka dia termasuk ke dalam golongan orang-orang yang 
Allah Ta’ala berfirman tentang keutamaan mereka,

{رِجَالٌ لا تُلْهِيهِمْ تِجَارَةٌ وَلا بَيْعٌ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ وَإِقَامِ 
الصَّلاةِ وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ 
يَخَافُونَ يَوْمًا تَتَقَلَّبُ فِيهِ الْقُلُوبُ وَالأبْصَارُ، لِيَجْزِيَهُمُ 
اللَّهُ أَحْسَنَ مَا عَمِلُوا 
وَيَزِيدَهُمْ مِنْ فَضْلِهِ وَاللَّهُ يَرْزُقُ مَنْ يَشَاءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ}

“Laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak (pula) oleh 
jual beli dari mengingat Allah, mendirikan shalat, dan membayarkan 
zakat. Mereka takut pada suatu hari yang (di hari itu) hati dan 
penglihatan menjadi goncang. (Mereka mengerjakan yang demikian itu) 
supaya Allah memberi balasan kepada mereka (dengan balasan) yang lebih 
baik dari apa yang telah mereka kerjakan, dan supaya Allah menambah 
karunia-Nya kepada mereka. Dan Allah memberi rezeki kepada siapa yang 
dikehendaki-Nya tanpa batas” (QS an-Nuur:37-38)[3].

Beberapa faidah penting yang terkandung dalam hadits ini:

- Yang dimaksud dengan pasar adalah semua tempat yang didatangkan dan 
diperjual-belikan padanya berbagai macam barang dagangan[4], yang ini 
mencakup pasar tradisional, pasar modern, super market, mall, toko-toko 
besar dan lain-lain.

- Pasar adalah tempat berjual-beli dan tempat yang melalaikan orang dari 
mengingat Allah Ta’ala karena kesibukan mengurus perdagangan, maka di 
sanalah tempat berkumpulnya setan dan bala tentaranya, sehingga orang 
yang berzikir di tempat seperti itu berarti dia telah memerangi setan 
dan tentaranya, maka pantaslah jika dia mendapat pahala dan keutamaan 
besar yang tersebut dalam hadits di atas[5].

- Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tempat yang paling 
dicintai Allah adalah mesjid dan yang paling dibenci-Nya adalah pasar”[6].

- Seorang muslim yang datang ke pasar untuk mencari rezki yang halal, 
dengan selalu berzikir (ingat) kepada Allah Ta’ala dan meninggalkan 
segala sesuatu yang diharamkan-Nya, maka ini adalah termasuk sebaik-baik 
usaha yang diberkahi oleh Allah Ta’ala, sebagaimana sabda Rasululah 
shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Sungguh sebaik-baik rizki yang dimakan 
oleh seorang laki-laki adalah dari usahanya sendiri (yang halal)” [7].

- Zikir ini lebih utama jika diucapkan dengan lisan disertai dengan 
penghayatan akan kandungan maknanya dalam hati, karena zikir yang 
dilakukan dengan lisan dan hati adalah lebih sempurna dan utama[8].

- Ada hadits lain yang mirip dengan hadits ini, cuma dalam hadits 
tersebut ada tambahan di akhir zikir tersebut di atas: laa ilaaha 
illallahu wallahu akbar…, hadits tersebut adalah hadits palsu, 
sebagaimana keterangan syaikh al-Albani dalam kitab “adh-Dhaa’iifah” 
(no. 5171).

Penulis: Ustadz Abdullah Taslim, MA
23 April 2010

Artikel www.muslim.or.id
[1] HR at-Tirmidzi (no. 3428 dan 3429), Ibnu Majah (no. 2235), 
ad-Daarimi (no. 2692) dan al-Hakim (no. 1974) dari dua jalur yang saling 
menguatkan. Dinyatakan hasan oleh imam al-Mundziri (dinukil oleh 
al-mubarakfuri dalam kitab “’Aunul Ma’bud” 9/273) dan syaikh al-Albani 
dalam kitab “Shahihul jaami’” (no. 6231).

[2] Lihat kitab “Syarhu shahihil Bukhari Libni Baththaal” (11/256) dan 
“Tuhfatul ahwadzi” (9/272).

[3] Dinukil oleh al-Mubarakfuri dalam kitab “Tuhfatul ahwadzi” (9/273).

[4] Lihat kitab “Faidhul Qadiir” (1/170).

[5] Lihat kitab “Tuhfatul ahwadzi” (9/272) dan “Faidhul Qadiir” (1/170).

[6] HSR Muslim (no. 671).

[7] HR an-Nasa-i (no. 4452), Abu Dawud (no. 3528), at-Tirmidzi (no. 
1358) dan al-Hakim (no. 2295), dinyatakan shahih oleh at-Tirmidzi, 
al-Hakim, adz-Dzahabi dan al-Albani.

[8] Lihat kitab “Taisiirul Kariimir Rahmaan” (hal. 314).

-- 
This message has been scanned for viruses and
dangerous content by MailScanner, and is
believed to be clean.



------------------------------------

Website anda http://www.almanhaj.or.id
Berhenti berlangganan: [email protected]
Ketentuan posting : http://milis.assunnah.or.id/aturanmilis/
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke