Hidup manusia laksana BUKU TULIS. Sampul depan adalah saat lahir, dan sampul belakang adalah saat pulang ... Tiap lembarannya adalah hari-hari dalam hidup kita. Ada buku yang tebal, tapi ada pula yang tipis... Hebatnya ... Seburuk apa pun halaman sebelumnya, selalu tersedia halaman berikutnya yang bersih, baru, tanpa cacat ... Sama dengan hidup kita. Seburuk apa pun masa lalu, Allah selalu menyediakan hari yang baru untuk kita... Kesempatan baru untuk melakukan sesuatu yang benar, memperbaiki kesalahan ... dan memperbaiki alur cerita hidup kita. Jangan berputus asa! Karena Allah tiada bosan menanti taubat kita ... Selamat berjuang mengisi lembar demi lembar menuju ridho-Nya ... Abu Muhammad Supriyadi Limus Pratama Cileungsi
