Hukum Memakai Celak Seseorang pernah bertanya kepada Asy-Syaikh Muhammad Shalih al-’Utsaimin t tentang hukum memakai celak. Beliau t pun menjawab, “Bercelak itu ada dua macam: Pertama: Bercelak untuk menajamkan pandangan, menjadikan selaput mata bertambah terang/jelas, membersihkan dan menyucikan mata bukan untuk tujuan agar kelihatan cantik/indah, maka hal ini tidak mengapa. Bahkan sepantasnya dilakukan karena Nabi n biasa mencelaki kedua matanya. Terlebih lagi bila yang digunakan itu adalah itsmid (salah satu jenis celak, red.) yang asli. Kedua: Bercelak untuk tujuan kecantikan dan berdandan, maka hal ini memang dituntut dari seorang wanita/istri karena wanita diharuskan berhias untuk suaminya. Adapun bila yang melakukannya kaum pria (dengan tujuan kedua ini) maka perlu ditinjau kembali (boleh atau tidaknya). Saya sendiri tawaqquf (tidak dapat menentukan boleh tidaknya) dalam permasalahan ini. Terkadang dibedakan dalam hal ini antara seorang pemuda yang dikhawatirkan bila ia bercelak akan mendatangkan fitnah maka ia dilarang melakukannya, dengan seorang tua yang tidak dikhawatirkan fitnah tersebut darinya, maka ia tidaklah dilarang melakukannya.” (Majmu’ Fatawa wa Rasa’il Fadhilatusy Syaikh Ibnu ‘Utsaimin, 4/116)
Sumber: http://asysyariah.com/hukum-memakai-celak.html 2012/4/5, Abu Harits <[email protected]>: > From: [email protected] > Date: Fri, 30 Mar 2012 01:28:02 +0000 > > Assalamu 'alaikum..ane mau tanya 2 hal > Apakah memakai celak mata merupakan sunnah Rasulullah?klo ya,apa dalilnya > Terima kasih,wassalamu 'alaikum > Sent from BlackBerry >>>>>>>>>>>>>>>>>> > > Celak mata dipakai oleh para shahabiyah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa > sallam. > > أَنَّهَا كَانَتْ تَحْتَ سَعْدِ ابْنِ خَوْلَةَ فَتُوُفِّيَ عَنْهَا فِي > حَجَّةِ الْوَدَاعِ وَكَانَ بَدْرِيًّا فَوَضَعَتْ حَمْلَهَا قَبْلَ أَنْ > يَنْقَضِيَ أَرْبَعَةُ أَشْهُرٍ وَعَشْرٌ مِنْ وَفَاتِهِ فَلَقِيَهَا أَبُو > السَّنَابِلِ يَعْنِي ابْنَ بَعْكَكٍ حِينَ تَعَلَّتْ مِنْ نِفَاسِهَا وَقَدِ > اكْتَحَلَتْ (وَاحْتَضَبَتْ وَ تَهَيَّأَتْ) فَقَالَ لَهَا ارْبَعِي عَلَى > نَفْسِكِ أَوْ نَحْوَ هَذَا لَعَلَّكِ تُرِيدِينَ النِّكَاحَ > > Bahwa dia menjadi istri Sa’d bin Khaulah, lalu Sa’d wafat pada haji wada’, > dan dia seorang Badari (sahabat yang ikut perang Badar). Lalu Subai’ah binti > Al Harits melahirkan kandungannya sebelum selesai 4 bulan 10 hari dari wafat > suaminya. Kemudian Abu As Sanabil (yakni Ibnu Ba’kak) menemuinya ketika > nifasnya telah selesai, dan dia telah memakai celak mata (dan memakai inai > pada kuku tangan, dan bersip-siap). Lalu Abu As Sanabil berkata kepadanya, > “Jangan terburu-buru (atau kalimat semacamnya) mungkin engkau menghendaki > nikah…” [HR Ahmad. Dishahihkan Al Albani dalam Jilbab Al Mar’atil Muslimah, > hal. 69. Asal kisah riwayat Bukhari dan Muslim]. > > Selengkpanya ada di http://almanhaj.or.id/content/1855/slash/0 > > Dari Ummi ‘Athiyah Radhiyallahu anhuma, ia berkata: > > كُنَّا نُنْهَى أَنْ نُحِدَّ عَلَى مَيِّتٍ فَوْقَ ثَلاَثٍ إِلاَّ عَلَى زَوْجٍ > أَرْبَعَةَ أَشْهُرٍ وَعَشْرًا وَلاَ نَكْتَحِلَ وَلاَ نَتَطَيَّبَ وَلاَ > نَلْبَسَ ثَوْبًا مَصْبُوغًا إِلاَّ ثَوْبَ عَصْبٍ وَقَدْ رُخِّصَ لَنَا عِنْدَ > الطُّهْرِ إِذَا اغْتَسَلَتْ إِحْدَانَا مِنْ مَحِيضِهَا فِي نُبْذَةٍ مِنْ > كُسْتِ أَظْفَارٍ وَكُنَّا نُنْهَى عَنِ اتِّبَاعِ الْجَنَائِزِ. > > “Dahulu kami (kaum wanita) dilarang berkabung atas kematian seseorang lebih > dari tiga hari, kecuali atas kematian suaminya, maka masa berkabungnya > adalah sela-ma empat bulan sepuluh hari, kami tidak boleh mencelak mata, > tidak menggunakan wangi-wangian, tidak boleh berpakaian warna-warni kecuali > kain ‘ashab, dan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam telah memberikan > keringanan kepada kami apabila salah seorang di antara kami telah suci dan > telah mandi, maka kami dibolehkan menggunakan kistu azhfar (semacam > wangi-wangian yang biasa digunakan wanita untuk membersihkan bekas > haidhnya), dan kami dilarang untuk mengikuti jenazah.” [4] > > Dan dari Ummu Salamah Radhiyallahu anhuma, bahwasanya Nabi Shallallahu > 'alaihi wa sallam bersabda: > > اَلْمُتَوَفَّى عَنْهَا زَوْجُهَا لاَ تَلْبَسُ الْمُعَصْفَرَ مِنَ الثِّيَابِ > وَلاَ الْمُمَشَّقَ وَلاَ الْحُلِيَّ وَلاَ تَخْتَضِبُ وَلاَ تَكْتَحِلُ. > > “Seorang isteri yang ditinggal mati oleh suaminya, maka ia tidak boleh > memakai pakaian yang berwarna-warni, tidak memakai perhiasan, tidak mengecat > kukunya dengan pacar dan tidak mencelak matanya.” [5] > > Selengkapnya ada di http://almanhaj.or.id/content/972/slash/0 > > Dari Zainab bintu Abu Salamah, beliau berkata : > > سَمِعْتُ أُمَّ سَلَمَةَ تَقُولُ جَاءَتْ امْرَأَةٌ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ > صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَتْ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ > ابْنَتِي تُوُفِّيَ عَنْهَا زَوْجُهَا وَقَدْ اشْتَكَتْ عَيْنَهَا > أَفَتَكْحُلُهَا فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ > لَا مَرَّتَيْنِ أَوْ ثَلَاثًا كُلَّ ذَلِكَ يَقُولُ لَا ثُمَّ قَالَ رَسُولُ > اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّمَا هِيَ أَرْبَعَةُ أَشْهُرٍ > وَعَشْرٌ وَقَدْ كَانَتْ إِحْدَاكُنَّ فِي الْجَاهِلِيَّةِ تَرْمِي > بِالْبَعْرَةِ عَلَى رَأْسِ الْحَوْلِ > > "Aku telah mendengar Ummu Salamah berkata: “Seorang wanita datang menemui > Rasulullah dan berkata,’Wahai, Rasulullah! Sesungguhnya putriku ditinggal > mati suaminya, dan ia mengeluhkan sakit pada matanya. Apakah ia boleh > mengenakan celak mata?’.” Lalu Rasulullah menjawab “Tidak!” sebanyak dua > atau tiga kali, semuanya dengan kata tidak. Kemudian Rasulullah berkata: > “Itu harus empat bulan sepuluh hari, dan dahulu, salah seorang dari kalian > pada zaman jahiliyah membuang kotoran binatang pada akhir tahun.”[5] > > Selengkapnya ada di http://almanhaj.or.id/content/2573/slash/0 > Wallahu a'lam > > > > > > ------------------------------------ Website anda http://www.almanhaj.or.id Berhenti berlangganan: [email protected] Ketentuan posting : http://milis.assunnah.or.id/aturanmilis/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/assunnah/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
