From: [email protected] Date: Thu, 12 Apr 2012 07:13:56 +0000 Mohon penjelasannya mengenai : 1. Hukum jimak pada masa iddah 2. Jika terjadi penyesalan keesokan harinya setelah berjimak, bagaimana cara perbaikannya? Syukron Wasalamualaikum warahmatullah wabarokatuh. Salam Amin Mahmud
>>>>>>>>>>>> Hubungan jima' (hubungan suami istri) dalam masa iddah merupakan bagian dari cara rujuk dari perceraian. Cara untuk rujuk, ialah dengan menyampaikan rujuk kepada istri yang ditalak, atau dengan perbuatan. Rujuk dengan ucapan ini disahkan secara ijma’ oleh para ulama, dan dilakukan dengan lafazh yang sharih (jelas dan gamblang), misalnya dengan ucapan “saya rujuk kembali kepadamu” atau dengan kinayah (sindiran), seperti ucapan“sekarang, engkau sudah seperti dulu”. Kedua ungkapan ini, bila diniatkan untuk rujuk, maka sah. Sebaliknya, bila tanpa diniatkan untuk rujuk, maka tidak sah. Sedangkan rujuk dengan perbuatan, para ulama masih bersilang pendapat, namun yang rajih (kuat) -insya Allâh- yaitu dengan melakukan hubungan suami istri atau muqaddimahnya, seperti ciuman dan sejenisnya dengan disertai niat untuk rujuk. Selengkapnya baca "Bagaimana Tata Cara Rujuk Yang Syar'i?" http://almanhaj.or.id/content/2184/slash/0 Wallahu a'lam
