Wa 'alaikum salam warahmatullahi wabarakatuh,

Sebaiknya menyambut uluran tangan yang mengajak bersalaman, tetapi tidak 
berprakarsa mengajak bersalaman. Maaf, tanpa dalil.

Itu yang ana lakukan. Lama-kelamaan, jamaah masjid tradisional ini (termasuk 
para imam) tahu dalam menghadapi ana, biasanya ana dilewati. Mereka tahu bahwa 
sikap ana bukan dikarenakan ana tidak paham tata cara shalat Rasulullah. Namun, 
tetap saja sebagian jamaah yang telanjur memiliki kebiasaan bersalaman itu 
mengajak bersalaman kepada sebanyak-banyaknya orang, termasuk di shaf depan dan 
belakangnya. Memang sulit mengubah kebiasaan yang tidak berdalil semacam ini.

Ada salah seorang pengurus lembaga dakwah (yang dulu dikenal mengikis praktik 
bid'ah) yang mengecam bersalaman sambil berdiri berjejer sambil bershalawat, 
dengan mengatakan bahwa apabila itu dilakukan di Masjidil Haram, maka berapa 
lama selesainya. Namun begitu menjadi imam shalat, dia mengajak para makmum di 
belakangnya bersalaman. Tatkala diingatkan bahwa tetap harus mengikuti cara 
Rasulullah, dijawab bahwa bersalaman itu praktik di luar tata cara shalat. 
Jelas ini tidak selaras dengan pernyataan dia semula.

Wassalamu 'alaikum salam warahmatullahi wabarakatuh,
Abu Farhan WS (bukan Ustadz)


------------------------------------

Website anda http://www.almanhaj.or.id
Berhenti berlangganan: [email protected]
Ketentuan posting : http://milis.assunnah.or.id/aturanmilis/
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke