From: [email protected]
Date: Sat, 14 Apr 2012 05:18:56 +0000

Assalamu'alaykum....
mohon bantuannya, saya ingin tahu siapa itu ahli kitab? dan masih adakah ahli 
kitab sekarang?
sebelum dan sesudahnya saya ucapkan terima kasih
Wassalamu'alaykum....
>>>>>>>>>>>>>>>>>>>
 
Yang dimaksud Ahlu Kitab adalah orang-orang Nashara dan Yahud.
 
Al-Lajnatud-Da’imatu Lil Buhutsil Ilmiyah Wal Ifta ditanya : Orang-orang 
Nashara, penganut trinitas adalah musyrik. Sedangkan orang-orang Yahudi 
–pembunuh para nabi- adalah musuh Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, 
juga musyrik karena perkataan mereka “kami adalah para kekasih Allah”, “tangan 
Allah dibelengu”, dan lain sebagainya. Kitab-kitab mereka -sebagaimana 
diketahui- telah diselewengkan. Tolong berikanlah jawaban yang jelas, serta 
hilangkanlah kebingungan orang-orang yang bimbang! Jazakumullah khairan jaza.

Jawaban
Yang dimaksud Ahlu Kitab adalah orang-orang Nashara dan Yahudi, meskipun mereka 
muysrik. Perbuatan syirik mereka ini sudah melekat pada mereka saat Al-Qur’an 
diturunkan kepada Nabi kita, Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Allah 
Subhanahu wa Ta’ala telah mengabarkan tentang pengkultusan orang-orang Nashara 
terhadap Nabi Isa Alaihissalam, dan menganggapnya sebagai tuhan yang mereka 
sembah disamping menyembah Allah Azza wa Jalla.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.

لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ هُوَ الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ

“Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata : ‘Sesungguhnya Allah itu 
adalah Al-Masih putera Maryam” [Lihat Al-Maidah : 17 dan 72]

Sebagaimana juga Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memberitahukan tentang Yahudi 
yang mengatakan Uzair itu anak Allah. Secara global, Allah Azza wa Jalla juga 
mengabarkan tentang Ahlul Kitab, bahwa mereka telah menjadikan para rahibnya 
sebagai sesembahan selain Allah Azza wa Jalla.

Allah Azza wa Jalla berfirman.

وَقَالَتِ الْيَهُودُ عُزَيْرٌ ابْنُ اللَّهِ وَقَالَتِ النَّصَارَى الْمَسِيحُ 
ابْنُ اللَّهِ ۖ ذَٰلِكَ قَوْلُهُمْ بِأَفْوَاهِهِمْ ۖ يُضَاهِئُونَ قَوْلَ 
الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ قَبْلُ ۚ قَاتَلَهُمُ اللَّهُ ۚ أَنَّىٰ يُؤْفَكُونَ

“Orang-orang Yahudi berkata, ‘Uzair itu putera Allah’, dan orang-orang Nasrani 
berkata, ‘Al-Masih itu putera Allah’. Demikian itulah ucapan mereka dengan 
mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir terdahulu. Dilaknati 
Allah-lah mereka, bagaimana mereka sampai berpaling” [At-Taubah : 30]

Dan firman-Nya

قُلْ يَا أَهْلَ الْكِتَابِ تَعَالَوْا إِلَىٰ كَلِمَةٍ سَوَاءٍ بَيْنَنَا 
وَبَيْنَكُمْ أَلَّا نَعْبُدَ إِلَّا اللَّهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهِ شَيْئًا وَلَا 
يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا أَرْبَابًا مِنْ دُونِ اللَّهِ ۚ فَإِنْ تَوَلَّوْا 
فَقُولُوا اشْهَدُوا بِأَنَّا مُسْلِمُونَ

“Katakanlah : ‘Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat 
(ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita 
sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatupun, dan 
tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai Ilah selain 
Allah. Jika mereka berpaling, maka katakanlah kepada mereka : ‘Saksikanlah, 
bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)” [Ali-Imran : 
64]

Allah Subhanahu wa Ta’ala juga memberitahukan aqidah trinitas mereka, dan Allah 
Azza wa Jalla melarang mereka darinya. Allah Azza wa Jalla berfirman.

يَا أَهْلَ الْكِتَابِ لَا تَغْلُوا فِي دِينِكُمْ وَلَا تَقُولُوا عَلَى اللَّهِ 
إِلَّا الْحَقَّ ۚ إِنَّمَا الْمَسِيحُ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ رَسُولُ اللَّهِ 
وَكَلِمَتُهُ أَلْقَاهَا إِلَىٰ مَرْيَمَ وَرُوحٌ مِنْهُ ۖ فَآمِنُوا بِاللَّهِ 
وَرُسُلِهِ ۖ وَلَا تَقُولُوا ثَلَاثَةٌ ۚ انْتَهُوا خَيْرًا لَكُمْ ۚ إِنَّمَا 
اللَّهُ إِلَٰهٌ وَاحِدٌ

“Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah 
kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al-Masih, Isa 
putera Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimatNya 
yang disampaikanNya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya. Maka 
berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasulNya, dan janganlah kamu mengatakan 
: “(ilah itu) tiga”, Berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. 
Sesungguhnya Allah, Ilah Yang Maha Esa” [An-Nisaa : 171]

Dan ayat-ayat lain yang menunjukkan tindakan syirik dan kekufuran mereka saat 
wahyu ini turun, sedangkan Allah Azza wa Jalla tetap menyebut mereka sebagai 
Ahlul Kitab, bukan hanya pada satu tempat saja.

Wabillahit-taufiq, washallahu ‘ala Nabiyina Muhammad wa alihi wa shahbihi 
ajma’in.

[Fatawa Al-Lajnatud-Da’imatu Lil Buhutsil Ilmiyah Wal Ifta, 3/421-423]
 
Selengkapnya baca di http://almanhaj.or.id/content/2436/slash/0
Wallahu a'lam





                                          

Kirim email ke