wa'alaikumussalam warahmatullah wabarokatuh

Hari yang ada pada ayat al-Ma’arij (70) adalah hari pada hari kiamat, dan
ukurannya adalah *lima puluh ribu tahun*, adapun hari pada dua ayat surat
al-Hajj (22) dan as-Sajdah (32) adalah hari di sisi Allah yang Allah
Subhanahu wa Ta’ala mengurusi berbagai perkara di dalamnya, dan ukurannya
adalah *seribu tahun*.

Saya kutip dari
http://qiblati.com/jawaban-syubhat-kristiani-dan-syiah.html sebagai
berikut :

*Syubhat: Assalamu Alaikum Warahmatullah Wabarakatuh.*

*Saya pembaca majalah Qiblati dan rubrik yang paling saya sukai adalah yang
berkenaan dengan masalah kristenisasi, berhubung saya juga adalah pengajar
kristologi di sebuah tadrib ad-duaat di Makassar yang senantiasa mengirim
dai-dainya ke daerah misi di wilayah Timur Indonesia.*

*Saya sering menerima pertanyaan dari pendeta, khususnya mengenai
syubhat-syubhat mereka terhadap al-Qur`an. Sementara ini saya sedang
menulis buku menjawab pertanyaan para misionaris mengenai keraguan mereka
akan ajaran Islam. Ada satu hal yang belum bisa saya jelaskan yakni mereka
mengatakan bahwa dalam al-Qur`an juga terdapat pertentangan ayat. Mereka
mencontohkan dalam QS. As-Sajadah: 5*

*“Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik
kepada-Nya dalam satu hari yang kadarnya (lamanya) adalah seribu tahun
menurut perhitunganmu”*

*Menurut misionaris ini bertentangan dengan QS.Al-Maarij: 4*

*“Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan dalam sehari
yang kadarnya lima puluh ribu tahun”*

*Dalam ayat 5 QS. As-Sajadah kadar urusan naik ke langit disebutkan sama
dengan 1000 tahun sementara dalam ayat 4 QS. Al-Maarij disebutkan 50.000
tahun. Maka bagaimanakah jawabannya? Saftani Muhammad <*******@yahoo.co.id>‎
*

Jawab:* Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuhu*

Pertama, saya sampaikan salam kepada Anda dan para saudara yang bersama
Anda atas peran Anda dalam memberikan hidayah kepada manusia, dan
menghadapi usaha pemurtadan para misionaris. Mudah-mudahan Allah membalas
Anda dengan sebaik-baik balasan.

Sesungguhnya dua ayat tersebut menjelaskan bahwa ukuran sehari di sisi
Allah Subhanahu wa Ta’ala ada dua macam.

Macam yang pertama, maka ayat pada surat al-Ma’arij (70) tersebut berbicara
tentang kejadian hari kiamat dan kedahsyatannya. Ayat-ayat tersebut
berbicara tentang hari kiamat dan kedahsyatannya, dan apa yang terjadi
padanya dari kejadian-kejadian besar, dan tanda-tanda kekuasaan yang jelas.
Termasuk bagian dari kedahsyatannya adalah panjangnya hari tersebut yang
menyamai lima puluh ribu tahun dari tahun dunia. Dan ayat tersebut adalah
ayat keempat dari surat al-Ma’arij (70), dimana Allah Subhanahu wa Ta’ala
berfirman:

سَأَلَ سَائِلٌ بِعَذَابٍ وَاقِعٍ (١) لِلْكَافِرينَ لَيْسَ لَهُ دَافِعٌ (٢) مِنَ
اللَّهِ ذِي الْمَعَارِجِ (٣) تَعْرُجُ الْمَلائِكَةُ وَالرُّوحُ إِلَيْهِ فِي
يَوْمٍ كَانَ مِقْدَارُهُ خَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍ (٤) فَاصْبِرْ صَبْرًا
جَمِيلا (٥) إِنَّهُمْ يَرَوْنَهُ بَعِيدًا (٦) وَنَرَاهُ قَرِيبًا (٧) يَوْمَ
تَكُونُ السَّمَاءُ كَالْمُهْلِ (٨) وَتَكُونُ الْجِبَالُ كَالْعِهْنِ (٩) وَلا
يَسْأَلُ حَمِيمٌ حَمِيمًا (١٠)

*“**Seseorang telah meminta kedatangan azab yang akan menimpa,** **orang-orang
kafir, yang tidak seorangpun dapat menolaknya, (yang datang) dari Allah,
yang mempunyai tempat-tempat naik.** **Malaikat-malaikat dan Jibril naik
(menghadap) kepada Tuhan dalam sehari yang kadarnya lima puluh ribu tahun.**
 **Maka bersabarlah kamu dengan sabar yang baik.** **Sesungguhnya mereka
memandang siksaaan itu jauh (mustahil).** **Sedangkan Kami memandangnya
dekat (mungkin terjadi).** **Pada hari ketika langit menjadi seperti
luluhan perak,** **dan gunung-gunung menjadi seperti bulu (yang
berterbangan),** **dan tidak ada seorang teman akrab pun menanyakan
temannya,**..”* (QS. Al-Ma’arij (70): 1-10)

Dan yang menunjukkan atasnya adalah hadits Abu Hurairah Radiallahu Anhu,
bahwa Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda:

« مَا مِنْ صَاحِبِ ذَهَبٍ وَلَا فِضَّةٍ لَا يُؤَدِّي مِنْهَا حَقَّهَا
إِلَّا إِذَا كَانَ يَوْمُ الْقِيَامَةِ صُفِّحَتْ لَهُ صَفَائِحُ مِنْ نَارٍ
، فَأُحْمِيَ عَلَيْهَا فِي نَارِ جَهَنَّمَ ، فَيُكْوَى بِهَا جَنْبُهُ
وَجَبِينُهُ وَظَهْرُهُ ، كُلَّمَا بَرَدَتْ أُعِيدَتْ لَهُ ، فِي يَوْمٍ
كَانَ مِقْدَارُهُ خَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍ ، حَتَّى يُقْضَى بَيْنَ
الْعِبَادِ فَيَرَى سَبِيلَهُ إِمَّا إِلَى الْجَنَّةِ وَإِمَّا إِلَى
النَّارِ »

*“Tidak ada pemilik emas dan perak yang tidak menunaikan darinya haknya,
kecuali jika pada hari kiamat akan dilempengkan untuknya
lempengan-lempengan dari api neraka, lalu dia dipanggang di atas api neraka
Jahannam, kemudian dicoskan ke lambungnya, kening dan punggungnya. Setiap
kali menjadi dingin, maka dikembalikan lagi, pada satu hari yang kadarnya
adalah lima puluh ribu tahun. Hingga diputuskan antara para hamba lalu dia
melihat jalannya, apakah ke sorga ataukah ke neraka.”* (HR. Muslim (987))

Ibnu ‘Abbas Radiallahu Anhuma berkata, ‘Ini adalah hari kiamat, Allah
menjadikannya atas orang-orang kafir seukuran lima puluh ribu tahun.’
(Diriwayatkan at-Thobariy di *Jami’ul Bayan* (23/602))

Macam yang kedua; yaitu ayat-ayat yang tidak berbicara tentang panjangnya
hari kiamat, akan tetapi berbicara tentang panjangnya hari-hari yang ada di
sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala, dan ukurannya dibandingkan dengan hari-hari
dunia yang kita menghitungnya adalah hari-hari yang Allah mengadakan
makhluk, dan mengaturnya, maka Allah Subhanahu wa Ta’ala menjelaskan bahwa
satu hari disisi-Nya setara dengan seribu tahun dari hari-hari kita ini.
Hal itu juga datang dalam surat al-Hajj (22), pada ayat ke 47, dimana Allah
Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَيَسْتَعْجِلُونَكَ بِالْعَذَابِ وَلَنْ يُخْلِفَ اللَّهُ وَعْدَهُ وَإِنَّ
يَوْمًا عِنْدَ رَبِّكَ كَأَلْفِ سَنَةٍ مِمَّا تَعُدُّونَ (٤٧)

***“**Dan mereka meminta kepadamu agar azab itu disegerakan, padahal Allah
sekali-kali tidak akan menyalahi janji-Nya. Sesungguhnya sehari di sisi
Tuhanmu adalah seperti seribu menurut perhitunganmu.**”* (QS. Al-Hajj (22):
47)

Juga datang pada surat as-Sajdah (32), pada ayat kelima, dimana Allah
Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

يُدَبِّرُ الأمْرَ مِنَ السَّمَاءِ إِلَى الأرْضِ ثُمَّ يَعْرُجُ إِلَيْهِ فِي
يَوْمٍ كَانَ مِقْدَارُهُ أَلْفَ سَنَةٍ مِمَّا تَعُدُّونَ (٥)

ذَلِكَ عَالِمُ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ الْعَزِيزُ الرَّحِيمُ (٦)

***“**Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik
kepadanya dalam satu hari yang kadarnya adalah seribu tahun menurut
perhitunganmu** **yang demikian itu ialah Tuhan yang mengetahui yang ghaib
dan yang nyata, yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang.**”* (QS. As-Sajdah
(32): 5-6)

Dan tampak dengan jelas pada bentuk kedua ayat tersebut bahwa pembicaraan
di dalamnya adalah tentang hari-hari Allah yang di dalamnya terdapat
penciptaan dan pengaturan-Nya, dan Allah Subhanahu wa Ta’ala menyifatinya
dengan menyatakan bahwa ukurannya mencapai seribu tahun dari hari-hari
dunia.

Dengan ini, menjadi jelaslah kedua macam bentuk yang lalu dari ayat-ayat
tersebut hanyalah berbicara tentang hari-hari yang berbeda, bukan hari-hari
yang satu. Maka hari yang ada pada ayat al-Ma’arij (70) adalah hari pada
hari kiamat, dan ukurannya adalah lima puluh ribu tahun, adapun hari pada
dua ayat surat al-Hajj (22) dan as-Sajdah (32) adalah hari di sisi Allah
yang Allah Subhanahu wa Ta’ala mengurusi berbagai perkara di dalamnya, dan
ukurannya adalah seribu tahun.

Dari sini jelas, bahwa tidak ditemukan kontradiksi di antara ayat-ayat
tersebut, akan tetapi kontradiksi itu ada pada akal-akal para pendeta
Nasrani yang menyangka bahwa al-Qur`an yang mulia seperti kitab-kitab suci
mereka yang harus ada kontradiksi sebagian terhadap sebagian yang lain.

2012/4/23 <[email protected]>

> **
>
>
> السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه
>
> Saya mendengar bahwa 1 hari di akhirat sama dengan 1000 tahun di dunia?
> Adakah dalil yang menyatakan hal ini?
>
> Mohon share dari ikhwan semua.
>
> شُكْرًا جَزَاكُمُ اللّهُ خَيْرً
>
> وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه
>
> Roni Hamdani
> Powered by Telkomsel BlackBerry®
>  
>

Kirim email ke