Kepada asatidz yang insyaAllah dimuliakan Allah ta'ala, saya ada
pertanyaan.

Dari dua shiroh di bawah, ada sedikit perbedaan setelah ditelusuri.

Dari hadits Bukhori dan Muslim disebutkan bahwa dua anak Anshar yang
membantu dalam pembunuhan Abu Jahal adalah Mu'adz bin 'Afra` dan Mu'adz
bin 'Amr ibnul Jamuh. Sedangkan dari Sirah Nabawiyah Ibnu Hisham Jilid 1
disebutkan bahwa yang membunuh Abu Jahal adalah Muaz bin Amr Al-jamuh
dan Muawwiz bin Afra.Dari segi nama memang ada sedikit perbedaan nama,
apa memang itu berbeda tapi tetap sama?

Dan yang jd pertanyaan inti, dalam hadits Bukhori Muslim disebutkan
bahwa kedua anak tersebut tidak ada yang syahid, tapi dari shiroh
nabawiyah Ibnu Hisyam disebutkan bahwa Muawwiz gugur sebagai syahid
ketika beradu melawan Ikrimah anaknya Abu Jahal.

Dari dua shiroh diatas, manakah yang lebih rajih kisahnya?

 

 

========================================================================

 

"Ketika aku berdiri di tengah-tengah barisan pasukan dalam perang Badr,
aku melihat ke kiri dan kananku. Ternyata aku berada di antara dua
pemuda Anshar yang masih belia umurnya. Aku pun berangan-angan aku lebih
kuat daripada keduanya. Lalu salah satu di antara mereka menggamitku
sambil bertanya, "Wahai paman, apakah engkau mengenal Abu Jahl?" Aku
menjawab, "Ya! Apa perlumu dengan Abu Jahl, wahai anak saudaraku?" Dia
berkata, "Aku pernah diberi tahu bahwa dia selalu mencela Rasulullah
Shallallahu 'alaihi wa sallam. Demi Dzat yang jiwaku ada di tangan-Nya,
tidak akan berpisah diriku dengannya sampai mati salah seorang di antara
kami yang paling cepat ajalnya." Aku pun merasa kagum akan hal itu.
Kemudian pemuda yang satu juga menggamitku dan mengatakan padaku hal
yang serupa. Tidak lama setelah mereka bertanya padaku, aku melihat Abu
Jahl sedang bergerak kesana kemari di antara pasukan. Aku pun berkata
pada mereka berdua, "Lihat! Itulah orang yang kalian tanyakan padaku
tadi." Keduanya pun bergegas menyerang Abu Jahl dengan pedang mereka
lalu menebasnya hingga berhasil membunuhnya. Setelah itu mereka pergi
menghadap Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam dan memberitakan
peristiwa itu pada beliau. "Siapa di antara kalian yang membunuhnya?"
tanya beliau. Masing-masing dari keduanya menjawab, "Saya yang
membunuhnya!" "Apakah kalian sudah membersihkan pedang kalian?" tanya
beliau lagi. "Belum," jawab mereka. Beliau lalu mengamati kedua pedang
mereka, kemudian berkata, "Kalian berdua telah membunuhnya. Sementara
barang-barang yang digeledah dari Abu Jahl menjadi milik Mu'adz bin 'Amr
ibnul Jamuh." Kedua pemuda itu adalah Mu'adz bin 'Afra` dan Mu'adz bin
'Amr ibnul Jamuh. (HR. Al-Bukhari no. 3141 dan Muslim no. 1752)

 

 

 

Tahukah anda Siapa Pembunuh Abu Jahal?

Abdurrahman bin Auf didatangi dua orang remaja dari kaum anshar, yaitu
Muaz bin Amr Al-jamuh, 14 tahun dan Muawwiz bin Afra berumur 13 tahun.
Kedua duanya bersenjatakan pedang. Tentara Quraisy seolah olah tidak
menghiraukan kehadiran dua remaja itu karena menganggap kedua duanya
tidak berbahaya. Mereka lebih memilih Abdurrahman bin Auf agar ditawan
hidup hidup untuk dijadikan tebusan karena dia terkenal sebagai saudagar
yang kaya. Dalam kondisi kerusuhan pertempuran, Abdurrahman bin Auf
berteriak ," Wahai anak, kamu masih terlalu muda untuk terlibat di
peperangan ini, sebaiknya engkau menjauhlah dari tempat ini."

"Kami mendapat izin daripada ibu dan ayah kami bagi menyertai pasukan
Muhammad," teriak Muaz. 

"Saya datang kesini hanya untuk membunuh Abu Jahal. Tunjukkan dimana
dia?" Kata Muawwiz dengan penuh semangat.

Pada mulanya Abdurrahman bin Auf tidak menghiraukan kata kata dua remaja
itu, tetapi Muaz dan Muawwiz terus mendesaknya supaya menunjukkan dimana
Abu Jahal maka akhirnya Abdurrahman terpaksa menyetujuinya.

" Paman akan tunjukkan kepada kamu dimana Abu Jahal, boleh tahu apa yang
akan kamu lakukan apabila berjumpa dengannya? Tanya Abdurrahman bin Auf
pula.

"Ibu saya berpesan jangan pulang ke rumah selagi kepala Abu Jahal tidak
diceraikan dari badannya," jawab Muaz bersungguh sungguh.

"Abu Jahal menghina serta menyakiti Rasulullah, saya ingin membunuhnya,"
kata Muawwiz pula.

Abdurrahman bin Auf tersenyum mendengar kata kata dari dua orang remaja
yang berani itu. Dia berjanji akan menunjukkan Abu Jahal apabila
berjumpa. Tiba tiba seorang tentara quraisy menyerang Abdurrahman bin
auf dari belakang. Muaz dan Muawwiz yang melihat kejadian itu segera
bertindak melindunginya. Muaz dengan cepat menebas kaki tentara Quraisy
menyebabkan dia tersungkur dan Muawwaiz pula menikamnya hingga mati.
Melihat itu Abdurrahman bin Auf berasa kagum dengan kehidupan dua remaja
itu.

"Tunjukkan kepada kami di mana Abu Jahal," kata Muaz seolah-olah tidak
sabar lagi hendak bertemu dengan ketua pasukan Quraisy itu.

Tiba tiba Abdurrahman bin Auf melihat Abu Jahal sedang berada dibawah
sepohon kayu yang rindang. Dia menunggang kuda sambil berteriak memberi
kata kata semangat kepada pasukannya agar terus berjuang.

Itulah lelaki yang kamu cari. Tetapi kamu haruslah berhati hati karena
dia juga seorang perwira Quraisy" kata Abdurrahman bin Auf

"terima kasih paman. Saya akan dapatkan dia sekarang," ujar Muaz sambil
berlari ke arah Abu Jahal.

"Saya akan membantunya membunuh lelaki yang memusuhi Allah dan RasulNya
itu," kata Muawwiz juga.

"Berhati hati karena dia dilindungi oleh pasukan Quraisy," pesan
Abdurrahman bin Auf. Dia sendiri tidak dapat membantu karena sedang
berhadapan dengan tentara Quraisy yang menyerangnya.

Muaz dan Muawwiz terus berlari ke arah Abu Jahal yang masih berada di
atas kudanya , mereka berlari tanpa menghiraukan keselamatan mereka.
Ketika itu Abu Jahal tidak menyadari kedatangan dua remaja tersebut.
Muaz tiba lebih dahulu , dia tidak mencapai menebas kaki abu Jahal, maka
yang ia tebas adalah kaki kanan kuda yang dinaiki Abu Jahal, seketika
kuda tersebut jatuh tersungkur, Abu Jahal pun tersungkur. Dia marah
sekali sambil menahan sakitnya akibat jatuh dari kuda, Abu Jahal mencoba
bangun tetapi dengan cepat Muaz menebas kaki kanan Abu Jahal hingga
putus. Muawwiz yang menyusul memukul pula kepala Abu Jahal hingga dia
teramat sakit.

Ikramah anak Abu Jahal yang turut berada di situ segera menolong dan
melindungi bapaknya, dia menyerang balik Muaz dan menebas tangan kiri
remaja itu hingga hampir putus, Muaz terjerembab. Muaz berusaha lari dan
dibiarkan oleh ikrimah karena dia melihat Muawwiz hendak membunuh
bapaknya. Maka terjadi pertarungan seorang dewasa matang dalam
pertempuran yaitu Ikramah dengan Muawwiz yang masih berumur 13 tahun,
karena tidak seimbang akhirnya Muawwiz gugur sebagai syahid.

Muaz selepas berhasil menjauhi Ikramah yang mengejarnya, ia terus
berlari menuju Rasulullah, tapi pelariannya terganggu karena tangan
kirinya yang terkulai karena hampir putus. Muaz akhirnya berhenti lalu
mengambil keputusan untuk memutuskan tangannya yang terkulai itu lalu
berkata, " wahai tangan, kamu mengganggu perjalananku untuk bertemu
Rasulullah.

Tanpa menghiraukan kesakitannya Muaz terus berlari hingga bertemu
Rasulullah, kemudian Muaz memeluk Rasulullah.

"Wahai Rasulullah, saya dan Muawwiz berhasil membuat Abu Jahal cedera,
tetapi dia masih hidup karena kami di serang oleh anaknya bernama
Ikramah dan beberapa pasukan Quraisy." Beritahu Muaz lalu menunjukkan
posisi mana Abu Jahal sedang berada.

Nabi Muhammad memanggil Abdullah Ibnu Mas'ud yang berada di situ karena
gilirannya mengawal Rasulullah , Beliau lalu menyuruh Ibnu Masud mencari
Abu Jahal berada.

" Wahai Ibnu Masud, anak ini mengatakan dia telah membuat Abu Jahal
terluka, pergilah dan lihatlah dia disana," kata Rasulullah.

Abdullah ibnu Mas'ud segera pergi mencari Abu Jahal, didapatinya
pimpinan Quraisy itu terluka parah tetapi masih hidup. Tanpa rasa belas
kasihan Abdullah bin Mas'ud menekan leher Abu Jahal sambil berkata,"
Wahai musuh Allah dan musuh RasulNya, pada hari ini Allah
menghinakanmu."

"Dengan apa Allah menghina aku? Apakah karena aku mati ditangan engkau?
Tanya Abu Jahal yang masih menunjukkan kesombongannya.

Abdullah ibnu Mas'ud mengangkat pedang hendak memenggal kepala Abu
Jahal, tetapi Abu Jahal berujar," sebelum engkau membunuh aku, beritahu
dahulu pihak mana yang memenangi pertempuran ini, milik siapakah
kemenangan hari ini?"

"Pasukan Quraisy kalah, kemenangan itu milik Allah dan RasulNya," Jawab
Abdullah bin Mas'ud.

"Anda bohong wahai pengembala kambing !" kata Abu Jahal, dia masih
menunjukkan angkuhnya walau situasi sedang kritis.

Tanpa ada sela waktu, pedang Abdullah bin Mas'ud menebas kepala Abu
Jahal...

Berita terbunuhnya Abu Jahal dengan cepat disampaikan kepada pasukan
Islam, mereka menjadi semakin membara dan semangat, tetapi dipihak lain
berita kematian itu meluluhkan semangat pasukan Quraisy....

Rasul mendengar berita kematian Abu Jahal dari Abdullah bin Mas'ud,
beliau mengatakan ," Wallahi, Laa ilaha illaLLah , Laa ilaha illaLLah,
Laa ilaha illaLLah, Allahu Akbar, AlhamduliLLah , Dia yang memenuhi
janjiNya dengan menolong hambaNya dan mengalahkan musuhNya."

Begitulah kematian musuh Allah, secara fisik dan kemegahan saat itu Abu
Jahal termasuk manusia yang dihormati kaumnya, punya posis tinggi, tapi
Allah menghinakannya, dimulai dengan serangan dua orang remaja dibawah
umur, segala kekuatannya tumbang atas izin Allah, sebuah bukti hanyalah
dengan kekuatan iman dan jihad lah yang dapat mengalahkan kekuatan
kekuatan musrik dan musuh Islam dari dulu hingga sekarang...

Ya Allah kuatkanlah Islam dengan generasi yang Engkau ridhoi, dan
munculkanlah kekuatan Islam dari munculnya pemuda pemuda muslim belia
seperti Muaz bin Amr Al-jamuh, dan Muawwiz bin Afra...(MM) sumber : 

Sirah Nabawiyah Ibnu Hisham Jilid 1 

 

 

 

Kirim email ke