AYAT-AYAT YANG MEWAJIBKAN UNTUK BERBAKTI DAN MENGHARAMKAN DURHAKA KEPADA ORANG 
TUA

Oleh
Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas
http://almanhaj.or.id/content/358/slash/0

Allah memerintahkan dalam Al-Qur'an agar berbakti kepada kedua orang tua. 
Mengenai wajibnya seorang anak berbakti kepada orang tua, Allah berfirman di 
dalam surat Al-Isra' ayat 23-24.

وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ 
إِحْسَانًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا 
فَلَا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا 

"Dan Rabb-mu telah memerintahkan kepada manusia janganlah ia beribadah 
melainkan hanya kepadaNya dan hendaklah berbuat baik kepada kedua orang tua 
dengan sebaik-baiknya. Dan jika salah satu dari keduanya atau kedua-duanya 
telah berusia lanjut disisimu maka janganlah katakan kepada keduanya 'ah' dan 
janganlah kamu membentak keduanya" [Al-Isra : 23]

وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَبِّ ارْحَمْهُمَا 
كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا 

"Dan katakanlah kepada keduanya perkataan yang mulia dan rendahkanlah dirimu 
terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang. Dan katakanlah, "Wahai Rabb-ku 
sayangilah keduanya sebagaimana keduanya menyayangiku di waktu kecil" [Al-Isra 
: 24]

Juga An-Nisa ayat 36.

وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا ۖ وَبِالْوَالِدَيْنِ 
إِحْسَانًا

"Dan sembahlah Allah dan janganlah menyekutukanNya dengan sesuatu, dan berbuat 
baiklah kepada kedua ibu bapak....." [An-Nisa : 36]

Juga terdapat dalam surat Luqman ayat 14-15.

وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْنًا عَلَىٰ 
وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ 
الْمَصِيرُ

"Dan Kami perintahkan kepada manusia agar berbuat baik kepada orang tuanya, 
ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah lemah dan 
menyapihnya dalam dua tahun, bersyukurlah kalian kepada-Ku dan kepada kedua 
orang tuamu. Hanya kepada-Ku lah kalian kembali" [Luqman : 14]

وَإِنْ جَاهَدَاكَ عَلَىٰ أَنْ تُشْرِكَ بِي مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ فَلَا 
تُطِعْهُمَا ۖ وَصَاحِبْهُمَا فِي الدُّنْيَا مَعْرُوفًا ۖ وَاتَّبِعْ سَبِيلَ 
مَنْ أَنَابَ إِلَيَّ ۚ ثُمَّ إِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ فَأُنَبِّئُكُمْ بِمَا 
كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ 

"Dan jika keduanya memaksamu mempersekutukan sesuatu dengan Aku yang tidak ada 
pengetahuanmu tentang Aku maka janganlah kamu mengikuti keduanya dan 
pergaulilah keduanya di dunia dengan cara yang baik dan ikuti jalan orang-orang 
yang kembali kepada-Ku kemudian hanya kepada-Ku lah kembalimu maka Aku kabarkan 
kepadamu apa yang kamu kerjakan" [Luqman : 15]

Berbakti dan taat kepada orang tua terbatas pada perkara yang ma'ruf. Adapun 
apabila orang tua menyuruh kepada kekafiran, maka tidak boleh taat kepada 
keduanya. Allah berfirman.

وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ حُسْنًا ۖ وَإِنْ جَاهَدَاكَ لِتُشْرِكَ 
بِي مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ فَلَا تُطِعْهُمَا

"Dan Kami wajibkan kepada manusia (berbuat) kebaikan kepada kedua orang tuanya. 
Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang tidak 
ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya.." 
[Al-Ankabut : 8]

Serta surat Al-Ahqaaf ayat 15-16.

وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ إِحْسَانًا ۖ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ كُرْهًا 
وَوَضَعَتْهُ كُرْهًا ۖ وَحَمْلُهُ وَفِصَالُهُ ثَلَاثُونَ شَهْرًا ۚ حَتَّىٰ 
إِذَا بَلَغَ أَشُدَّهُ وَبَلَغَ أَرْبَعِينَ سَنَةً قَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ 
أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَىٰ وَالِدَيَّ وَأَنْ 
أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي ۖ إِنِّي تُبْتُ 
إِلَيْكَ وَإِنِّي مِنَ الْمُسْلِمِينَ 

" Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu 
bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan 
susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, 
sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun, ia 
berdo'a "Ya Rabb-ku, tunjukilah aku untuk menysukuri nikmat Engkau yang telah 
Engkau berikan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku dan supaya aku dapat 
berbuat amal yang shalih yang Engkau ridlai, berilah kebaikan kepadaku dengan 
(memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau 
dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri" [Al-Ahqaaf : 15]

أُولَٰئِكَ الَّذِينَ نَتَقَبَّلُ عَنْهُمْ أَحْسَنَ مَا عَمِلُوا وَنَتَجَاوَزُ 
عَنْ سَيِّئَاتِهِمْ فِي أَصْحَابِ الْجَنَّةِ ۖ وَعْدَ الصِّدْقِ الَّذِي كَانُوا 
يُوعَدُونَ

" Mereka itulah orang-orang yang Kami terima dari mereka amal yang baik yang 
telah mereka kerjakan dan Kami ampuni kesalahan-kesalahan mereka, bersama 
penghuni-penghuni surga, sebagai janji yang benar yang telah dijanjikan kepada 
mereka" [Al-Ahqaaf : 16]

Sedangkan tentang anak durhaka kepada kedua orang tuanya terdapat di dalam 
surat Al-Ahqaaf ayat 17-20.

وَالَّذِي قَالَ لِوَالِدَيْهِ أُفٍّ لَكُمَا أَتَعِدَانِنِي أَنْ أُخْرَجَ وَقَدْ 
خَلَتِ الْقُرُونُ مِنْ قَبْلِي وَهُمَا يَسْتَغِيثَانِ اللَّهَ وَيْلَكَ آمِنْ 
إِنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ فَيَقُولُ مَا هَٰذَا إِلَّا أَسَاطِيرُ الْأَوَّلِينَ 

"Dan orang yang berkata kepada kedua orang tuanya, 'Cis (ah)' bagi kamu 
keduanya, apakah kamu keduanya memperingatkan kepadaku bahwa aku akan 
dibangkitkan, padahal sungguh telah berlalu beberapa umat sebelumku ? lalu 
kedua orang tua itu memohon pertolongan kepada Allah seraya mengatakan, "Celaka 
kamu, berimanlah ! Sesungguhnya janji Allah adalah benar" Lalu dia berkata, 
"Ini tidak lain hanyalah dongengan orang-orang dahulu" [Al-Ahqaaf : 17]

أُولَٰئِكَ الَّذِينَ حَقَّ عَلَيْهِمُ الْقَوْلُ فِي أُمَمٍ قَدْ خَلَتْ مِنْ 
قَبْلِهِمْ مِنَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ ۖ إِنَّهُمْ كَانُوا خَاسِرِينَ

"Mereka itulah orang-orang yang telah pasti ketetapan (adzab) atas mereka, 
bersama-sama umat-umat yang telah berlalu sebelum mereka dari jin dan manusia. 
Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang merugi" [Al-Ahqaaf : 18]

Sedangkan dalam surat Al-Baqarah ayat 215

يَسْأَلُونَكَ مَاذَا يُنْفِقُونَ ۖ قُلْ مَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ خَيْرٍ 
فَلِلْوَالِدَيْنِ وَالْأَقْرَبِينَ وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينِ وَابْنِ 
السَّبِيلِ ۗ وَمَا تَفْعَلُوا مِنْ خَيْرٍ فَإِنَّ اللَّهَ بِهِ عَلِيمٌ

"Mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang apa yang mereka infakkan. 
Jawablah, "Harta yang kamu nafkahkan hendaklah diberikan kepada ibu bapakmu, 
kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang sedang 
dalam perjalanan. Dan apa saja kebajikan yang kamu perbuat sesungguhnya Allah 
Maha Mengetahui" [Al-Baqarah : 215]

Banyak sekali ayat-ayat di dalam Al-Qur'an yang menerangkan tentang wajibnya 
berbakti kepada kedua orang tua. Dalam surat Luqman, Allah menyebutkan wajibnya 
seorang anak berbakti kepada kedua orang tua dan bersyukur kepadanya serta 
disebutkan juga tentang larangan mengikuti orang tua jika orang tua tersebut 
mengajak kepada syirik.

[Disalin dari Kitab Birrul Walidain, edisi Indonesia Berbakti Kepada Kedua 
Orang Tua, Penulis Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Penerbit Darul Qolam. Komplek 
Depkes Jl. Raya Rawa Bambu Blok A2, Pasar Minggu - Jakarta. Cetakan I Th 1422H 
/2002M]                                           

Kirim email ke