Afwan, hanya ingin berbagi.. Pernah suatu kali browsing2, bertemu dengan
e-book "Kumpulan Kamus Cela Albani" (kurang lebih demikian judulnya), ingin
sekali untuk mengunduhnya waktu itu -penasaran apa sih isinya-. Namun
Alhamdulillah tidak jadi, karena ana yakin isinya tak lebih dari
syubhat-syubhat dari orang-orang yang benci dengan dakwah Sunnah.. Namun,
judul e-book tersebut tetap saja mengganggu pikiran ana.

Pada pagi ini, -qadarullah- saya mencari di Yufid dengan kata kunci
"Rasulullah menangis", ternyata saya temukan tulisan di salah satu website
berikut :
Syaikh Al-Albani pun Menangis…

Percakapan ini terjadi antara *Syaikh Albani* *rahimahullah *dan seorang
wanita dari algeria [didengar dari rekaman suaranya, kemungkinan besar
komunikasi ini terjadi melalui telpon, atau ketika diadakannya ceramah oleh
Syaikh.

[wanita] : Ya Syaikh! Saya mempunyai berita!

[Syaikh] : Saya berharap Allah merahmatimu dengan berita bagus.

[wanita] : Salah satu akhwat pernah bermimpi, dan saya akan
memberitahukannya kepada engkau.

[Syaikh] : Saya berharap dia melihat sesuatu yang baik.

[Wanita] : Ya Syaikh! apakah jika seseorang ingin menceritakan mimpinya
kemudian mengatakan “Saya harap kamu melihat sesuatu yang bagus dan
berharap itu bagus” Apakah itu sesuai dengan sunnah?”

[Syaikh] : Tidak, ucapan ini tidak ada dalam sunnah, tapi tidak mengapa
mengucapkannya

[Wanita]: Seorang teman bermimpi, dalam mimpi itu iya berada dalam sebuah
ruangan, yang didalam ruangan itu ada jalan. Dan diatas jalan ini dia
melihat Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam [ia mengenalnya dari
ciri-cirinya]. Dan dia melihatku berdiri didepan Rasulullah, dan melihat
Rasulullah senyum kepadaku, dan aku pun senyum kepada Rasulullah . Kemudian
aku memanggil memanggil teman tersebut, dan berkata kepadanya “mendekatlah
kemari kepada kami”. Dia pun mendekat dan bertanya kepadaku, siapakah orang
yang engkau lihat ini?”

Kemudian aku berkata; “Lihatlah kepada orang yang melihat kepadaku ini” ,
dia pun melihat Rasulullah. Rasulullah kemudian tersenyum, dan meneruskan
perjalanannya di atas jalan tersebut.

Kami kemudian berjalan bersama (aku dan teman yang menceritakan mimpi ini).
Dan ketika kami sedang berjalan, kami melihat seorang Syaikh yang juga
sedang berjalan pada jalan yang sama.

Kami pun mengucapkan “Assalamualaikum”

Syaikh tersebut kemudian menjawab “Waalaikumsalam Warrahmatullah wa
barakatuh”

Kemudian Syaikh tersebut bertanya kepada kami “Apakah kalian melihat
Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam?

Kami menjawab “ya, kami melihat beliau”

Temanku kemudian bertanya kepadaku “Siapakah Syaikh ini?”

Akupun berkata kepadanya *“Ini adalah Syaikh Albani”*

[akhir dari mimpi]

Wanita yang bercerita itu kemudian berkata “Aku berdoa kepada Allah untuk
menjadikan mimpi ini menjadi kabar baik untuk mu Ya Syaikh, dan aku ingin
memberitahu , semoga ini menjadi berita baik – insya allah, bahwa engkau
telah berjalan di atas jalan sunnah ya Syaikh. Insya allah ta’ala .
“bagaimana pendapatmu Syaikh?”

Disini Syaikh tidak mengatakan apapun, air mata beliau terlihat mulai
bercucuran dan beliau rahimahullah pun menangis. [tangisan ini sempat
terekam selama 2 menit, sebelum kemudian beliau menyuruh orang-orang yang
berada disekitar beliau untuk meninggalkan beliau sendiri]

[mohon maaf jika ada kesalahan terjemahan, diambil dari
http://www.youtube.com/watch?v=01dxgcAm7_c ]
Allahu Akhbar...

sumber :
http://moslemsunnah.wordpress.com/2009/03/01/syaikh-al-albani-pun-menangis/

-- 
*Abu Yazid Abdul Hamid
(Victor Johnson)*

Kirim email ke