DO'A PARA MALAIKAT BAGI ORANG-ORANG YANG BERADA PADA SHAFF BAGIAN
DEPAN DALAM SHALAT

Oleh
Dr. Fadhl Ilahi bin Syaikh Zhuhur Ilahi
http://almanhaj.or.id/content/3290/slash/0


Di antara orang-orang yang beruntung dengan shalawat para Malaikat
kepada mereka adalah orang-orang yang berada pada shaff bagian depan
ketika shalat, baik itu pada shaff pertama, kedua atau shaff bagian
depan lainnya.

Adapun dalil yang menunjukkan bahwa para Malaikat bershalawat kepada
orang-orang yang ada pada shaff pertama ketika shalat adalah sebuah
hadits yang diriwayatkan oleh al-Imam Ibnu Hibban dalam kitab
Shahiihnya, beliau meriwayatkannya dari al-Barra’ Radhiyallahu anhu,
beliau berkata: “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى الصَّفِ اْلأَوَّلِ.

‘Sesungguhnya Allah dan para Malaikat-Nya bershalawat kepada
(orang-orang) yang berada pada shaff pertama.’” [1]

Al-Mulla ‘Ali al-Qari ketika menjelaskan sabda Rasulullah Shallallahu
‘alaihi wa sallam: “Sesungguhnya Allah dan para Mala-ikat-Nya
bershalawat,” beliau berkata: “Hal tersebut dengan turunnya kasih
sayang Allah, do’a agar pertolongan Allah selalu untuknya dan
permohonan lainnya yang dilakukan oleh para Malaikat untuknya.” [2]

Imam Ibnu Hibban memberikan bab pada hadits ini dengan judul:
“Penjelasan Tentang Ampunan Allah جلّ وعلا Beserta Permohonan Ampun
Para Malaikat Bagi Orang yang Shalat pada Shaff yang Pertama.” [3]

Adapun yang menjadi dalil tentang shalawat para Malaikat untuk
orang-orang yang ada pada shaff kedua di dalam shalat beserta orang
yang ada pada shaff pertama adalah sebuah hadits yang diriwayatkan
oleh Imam Ahmad, dari Abu Umamah Radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata:
“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ‘Sesungguhnya
Allah dan para Malaikat bershalawat kepada orang-orang yang ada pada
shaff pertama (di dalam shalat).’ Lalu para Sahabat berkata: ‘Dan
kepada orang-orang yang ada pada shaff kedua, wahai Rasulullah!’ [4]
Lalu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ‘Sesungguhnya
Allah dan para Malaikat bershalawat kepada orang-orang yang berada
pada shaff pertama (di dalam shalat).’ Lalu para Sahabat berkata: ‘Dan
shaff kedua, wahai Rasulullah!’ Lalu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa
sallam bersabda: ‘Dan kepada (orang-orang yang berada) pada shaff
kedua.’” [5]

Hadits ini menunjukkan bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala dan para
Malaikat-Nya bershalawat kepada orang-orang yang berada pada shaff
kedua dalam shalat, akan tetapi dengan penjelasan bahwa orang yang
berada pada shaff pertama lebih utama dari mereka, karena Nabi
Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengulang shalawat Allah dan para
Malaikat-Nya kepada orang-orang yang berada pada shaff pertama
sebanyak dua kali. Di dalam pengulangan tersebut -sebagaimana yang
diungkap oleh Syaikh Ahmad bin ‘Abdirrahman al-Banna- bahwa ada sebuah
keutamaan yang lebih bagi mereka yang berada pada shaff pertama, dan
keutamaan tersebut sangat berlipat dibandingkan dengan keutamaan shaff
yang kedua, karena itulah orang yang meninggalkan shaff pertama harus
selalu berjaga-jaga dengan merasa kekurangan sehingga ia tidak masuk
ke dalam shaff yang lainnya, hingga ia tidak terhalang dari keutamaan
yang besar tersebut. [6]

Adapun dalil yang menunjukkan bahwa para Malaikat bershalawat bagi
orang-orang yang berada pada shaff-shaff terdepan dalam shalat adalah
sebuah hadits yang diriwayatkan oleh dua Imam (yaitu Abu Dawud dan
Ibnu Khuzaimah) dari al-Barra’ bin ‘Azib Radhiyallahu anhuma, beliau
berkata: “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى الصُّفُوْفِ اْلأُوَلِ.

‘Sesungguhnya Allah dan para Malaikat-Nya bershalawat kepada
(orang-orang) yang berada pada shaff-shaff terdepan.’” [7]

Imam Ibnu Khuzaimah memberikan bab pada hadits ini dalam Shahiihnya
dengan judul: “Bab Tentang Shalawat Allah dan Para Malaikat-Nya kepada
Shaff-Shaff Terdepan.” [8]

Di dalam riwayat Imam an-Nasa-i, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa
sallam bersabda:

إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى الصُّفُوْفِ الْمُتَقَدِّّمَةِ.

“Sesungguhnya Allah dan para Malaikat-Nya bershalawat kepada
(orang-orang) yang berada pada shaff-shaff terdepan.” [9]

Kesimpulannya, bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala dan para Malaikat-Nya
bershalawat kepada orang-orang yang berada pada shaff pertama dalam
shalat, orang-orang yang berada pada shaff kedua, dan orang-orang yang
berada pada shaff-shaff terdepan. Akan tetapi shalawat bagi
orang-orang yang berada pada shaff pertama jauh lebih utama daripada
shaff-shaff lainnya.

Demikianlah, bahkan terdapat riwayat lain yang mengungkapkan keutamaan
orang-orang yang berada pada shaff pertama ketika shalat, di antaranya
adalah yang diriwayatkan oleh al-Imam al-Bukhari dari Abu Hurairah
Radhiyallahu anhu, beliau berkata: “Sesungguhnya Rasulullah
Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لَوْ يَعْلَمُ النَّاسُ مَا فِي النِّدَاءِ وَالصَّفِّ اْلأَوَّلِ ثُمَّ
لَمْ يَجِدُوْا إِلاَّ أَنْ يَسْتَهِمُوْا عَلَيْهِ لاَسْتَهَمُوْا.

"Seandainya orang-orang mengetahui (pahala) yang ada pada adzan dan
shaff yang pertama, lalu mereka tidak akan mendapatkannya kecuali
dengan cara diundi [10], tentu mereka akan melakukan undian.’” [11]

Semoga Allah menjadikan kita semua termasuk orang-orang yang selalu
berada pada shaff pertama dengan keutamaan-Nya. Kabulkanlah ya Allah,
yaa Hayyu yaa Qayyuum.

[Disalin dari buku Man Tushallii ‘alaihimul Malaa-ikatu wa Man
Tal‘anuhum, Penulis Dr. Fadhl Ilahi bin Syaikh Zhuhur Ilahi, Penerbit
Idarah Turjuman al-Islami-Pakistan, Cetakan Pertama, 1420 H - 2000 M,
Judul dalam Bahasa Indonesia: Orang-Orang Yang Di Do'aka Malaikat,
Penerjemah Beni Sarbeni]
_______
Footnote
[1]. Al-Ihsaan fii Taqriib Shahiih Ibni Hibban kitab ash-Shalaah, bab
Fardhu Mutaaba’atil Imam (V/530-531 no. 2157). Syaikh al-Arna-uth
berkata: “Isnadnya shahih, perawinya adalah perawi yang shahih kecuali
‘Abdurrahman bin ‘Ausijah, ia seorang yang tsiqat dan penulis kitab
Sunan meriwayatkan dari beliau.” (Catatan pinggir kitab al-Ihsaan
V/531).
[2]. Mirqaatul Mafaatiih (III/178).
[3]. Al-Ihsaan fii Taqriibi Shahiih Ibni Hibban (V/530).
[4]. وَعَلَى الثَّانِي : “Yaitu katakanlah, ‘Dan kepada shaff kedua.’”
Huruf و (wawu) ini dinamakan al-‘athaf, yaitu al-‘athaf talqin wa
iltimaas (Mirqaatul Mafaatiih III/530).
[5]. Al-Musnad (V/262, potongan sebuah hadits, cet. Al-Maktab
al-Islami). Al-Hafizh al-Mundziri mengomentari hadits ini:
“Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dengan sanad laa ba’-sa bihi. Juga
diriwayatkan oleh ath-Thabrani dan selainnya.” (At-Targhiib wat
Tarhiib I/318). Al-Hafizh al-Haitsami berkata: “Diriwayatkan oleh
Ahmad dan ath-Thabrani dalam kitab al-Kabiir, dengan para perawi yang
mautsuq” (Majma’uz Zawaa-id II/91). Hadits ini dihasankan oleh Syaikh
al-Albani, lihat kitab Shahiih at-Targhiib wat Tarhiib (I/269).
[6]. Lihat kitab Buluughul Amaani min Asraaril Fat-h ar-Rabbaani
(V/320). Al-Mulla ‘Ali al-Qari berkata: “Pengulangan tersebut
mengandung makna penguat dan adanya kesempur-naan bagi orang yang
berada pada shaff pertama.” (Mirqaatul Mafaatiih III/178).
[7]. Sunan Abi Dawud, pada cabang-cabang bab ash-Shufuuf, bab
Taswiyatush Shufuuf (II/257 no. 660), Shahiih Ibni Khuzaimah kitab
al-Imaamah fish Shalaah (III/26 no. 1557). Al-Imam an-Nawawi telah
menghasankan sanadnya, lihat Riyaadhush Shaalihiin (hal 446). Hadits
ini dishahihkan oleh Syaikh al-Albani (lihat Shahiih Sunan Abi Dawud
I/130).
[8]. Shahiih Ibni Khuzaimah (III/26).
[9]. Sunan an-Nasa-i kitab al-Imaamah, Kaifa Yuqawwimul Imaam
ash-Shufuuf (II/90), hadits ini dishahihkan oleh Syaikh al-Albani
(lihat kitab Shahiih Sunan an-Nasa-i I/175).
[10]. إِلاَّ أَنْ يَسْتَهَمُوْا عَلَيْهِ diambil dari kata
اْلإِسْتِهَامُ (taruhan), yaitu اْلإِقْتِرَاعُ (pengundian). Lihat
kitab ‘Umdatul Qaari (V/125).
[11]. Shahiih al-Bukhari, kitab al-Adzaan bab al-Istihaam fil Adzaan
(II/97 no. 615).


------------------------------------

Website anda http://www.almanhaj.or.id
Berhenti berlangganan: [email protected]
Ketentuan posting : http://milis.assunnah.or.id/aturanmilis/
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke