SHALAWAT PARA MALAIKAT BAGI ORANG-ORANG YANG MENYAMBUNG SHAF

Oleh
Dr. Fadhl Ilahi bin Syaikh Zhuhur Ilahi
http://almanhaj.or.id/content/3292/slash/0

Di antara orang-orang yang mendapatkan kebahagiaan dengan shalawat
Allah dan para Malaikat-Nya kepada mereka adalah orang-orang yang
selalu menyambung shaff, mereka tidak akan membiarkan sebuah
kekosongan dalam shaff.

Di antara dalil yang menunjukkan hal tersebut adalah:

1. Para Imam (yaitu Ahmad, Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban dan
al-Hakim) meriwayatkan dari ‘Aisyah Radhiyallahu anhuma, ia berkata:
“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى الَّذِيْنَ يَصِلُوْنَ الصُّفُوْفَ.

‘Sesungguhnya Allah dan para Malaikat selalu bershalawat kepada
orang-orang yang menyambung shaff-shaff.’” [1]

Al-Imam Ibnu Khuzaimah memberikan bab pada hadits ini dengan judul:
“Bab Penyebutan Shalawat Allah dan Para Malaikat-Nya kepada
Orang-Orang yang Menyambung Shaff.” [2]

Sedangkan Imam Ibnu Hibban memberikan bab pada hadits ini dengan
judul: “Ampunan Allah جلّ وعلا serta Permohonan Ampun dari Para
Malaikat bagi Orang yang Menyambung Shaff yang Terputus.” [3]

2. Imam Ibnu Khuzaimah meriwayatkan dari al-Barra’ bin ‘Azib
Radhiyallahu anhuma, ia berkata: “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa
sallam mendatangi setiap shaff dari satu sudut ke sudut lainnya.
Beliau mengusap setiap pundak atau dada-dada kami dengan berkata:

لاَ تَخْتَلِفُوْا فَتَخْتَلِفُ قُلُوْبُكُمْ.

‘Janganlah kalian saling berselisih, karena jika demikian, maka
hati-hati kalian pun akan berselisih.’”

Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda:

إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى الَّذِيْنَ يَصِلُوْنَ
الصُّفُوْفَ اْلأُوَلِ.

“Sesungguhnya Allah dan para Malaikat selalu bershalawat kepada
orang-orang yang menyambung shaff-shaff terdepan.” [4]

Imam Ibnu Khuzaimah memberikan bab pada kitabnya dengan judul: “Bab
Tentang Shalawat Allah dan Para Malaikat kepada Orang-Orang yang
Menyambung Shaff-Shaff Terdepan.” [5]

Para Sahabat Radhiyallahu anhum dahulu sangat gigih dalam mengisi
shaff yang kosong. Di antara riwayat yang menunjukkan hal tersebut
adalah:

Pertama, al-Imam al-Bukhari meriwayatkan dari Anas Radhiyallahu anhu,
dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda:

أَقِيْمُوْا صُفُوْفَكُمْ فَإِنِّّيْ أَرَاكُمْ مِنْ وَرَائِي ظَهْرِي.

“Luruskanlah shaff-shaff kalian, karena aku melihat kalian dari
belakang punggungku.”

“Dan salah seorang di antara kami selalu menempelkan pundaknya kepada
pundak sahabat yang ada di sisinya, dan kakinya kepada kaki sahabatnya
tersebut.” [6]

Kedua, al-Imam Abu Dawud meriwayatkan dari an-Nu’man bin Basyir
Radhiyallahu anhuma, ia berkata: “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa
sallam menghadap orang-orang dengan wajahnya dan kemudian bersabda:

أَقِيْمُوْا صُفُوْفَكُمْ.

‘Luruskanlah shaff-shaff kalian!’ (diucapkan tiga kali). [7]

Lalu beliau bersabda:

وَاللهِ لَتُقِيْمُنَّ صُفُوْفَكُمْ أَوْ لَيُخَالِفَنَّ بَيْنَ قُلُوْبِكُمْ.

‘Demi Allah, luruskanlah shaff-shaff kalian atau Allah akan menjadikan
hati-hati kalian (saling) berselisih.’”

Beliau berkata: “Aku melihat seseorang yang merapatkan pundaknya
kepada pundak Sahabat yang ada di dekatnya, lutut kepada lututnya, dan
mata kaki kepada mata kakinya.” [8]

Syaikh Muhammad Syamsul Haqq al-‘Azhim Abadi berkata: “Hadits-hadits
tersebut adalah dalil-dalil yang menunjukkan pentingnya meluruskan
shaff-shaff dalam shalat. Dan hal tersebut merupakan bagian dari
kesempurnaan shalat, yaitu dengan tidak ada yang lebih belakang atau
lebih depan dari yang lainnya dalam satu shaff, pundak dirapatkan
dengan pundak, lutut dirapatkan dengan lutut, dan mata kaki dirapatkan
dengan mata kaki. Tetapi sayangnya, Sunnah ini ditinggalkan pada zaman
sekarang, dan jika Sunnah ini dilakukan, maka banyak orang yang akan
lari darinya bagaikan seekor keledai liar. Innaa lillaahi wa innaa
ilaihi raaji’uun.” [9]

Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak menjadikan kita termasuk
orang-orang yang enggan menyambung shaff, akan tetapi semoga Allah
Subhanahu wa Ta’ala dengan rahmat-Nya menjadikan kita semua termasuk
orang-orang yang selalu menyambung shaff-shaff dalam shalat sehingga
Allah dan para Malaikat-Nya selalu bershalawat kepada kita semua.

Aamiin yaa Rabbal ‘aalamiin.

[Disalin dari buku Man Tushallii ‘alaihimul Malaa-ikatu wa Man
Tal‘anuhum, Penulis Dr. Fadhl Ilahi bin Syaikh Zhuhur Ilahi, Penerbit
Idarah Turjuman al-Islami-Pakistan, Cetakan Pertama, 1420 H - 2000 M,
Judul dalam Bahasa Indonesia: Orang-Orang Yang Di Do'aka Malaikat,
Penerjemah Beni Sarbeni]
_______
Footnote
[1]. Al-Musnad (VI/67 cet. Al-Maktab al-Islami), Sunan Ibni Majah
kitab Iqaamatush Shalaah bab Iqaamatush Shufuuf (I/179 no. 981),
Shahiih Ibni Khuzaimah kitab al-Imaamah fish Shalaah (III/23),
al-Ihsaan fii Taqriibi Shahiih Ibni Hibban kitab ash-Shalaah bab
Fardhu Mutaaba’atil Imaam (V/536 no. 2163), al-Mustadrak ‘alash
Shahiihain kitab ash-Shalaah (I/213). Imam al-Hakim mengomentari
hadits ini dengan berkata: “Hadits ini shahih sesuai syarat perawi
Imam Mus-lim, tetapi Muslim dan al-Bukhari tidak meriwayatkannya.”
(Ibid, I/213). Ungkapan al-Hakim disetujui oleh al-Hafizh adz-Dzahabi
(lihat kitab at-Talkhiish I/213). Hadits ini di-shahihkan oleh Syaikh
al-Albani. (Lihat kitab Shahiih at-Targhiib wat Tarhiib I/272).
[2]. Shahiih Ibni Khuzaimah (III/23).
[3]. Al-Ihsaan fii Taqriibi Shahiih Ibni Hibban (V/536).
[4]. Shahiih Ibni Khuzaimah kitab al-Imaamah fish Shalaah (III/26).
Hadits ini dishahihkan oleh Syaikh al-Albani, lihat kitab Shahiih
at-Targhiib wat Tarhiib (I/272).
[5]. Shahiih Ibni Khuzaimah (III/26).
[6]. Shahiih al-Bukhari kitab al-Adzaan, bab Ilzaaqul Mankibi bil
Mankibi wal Qadami bil Qadami fish Shaffi (II/256 no. 725).
[7]. Maksudnya, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengucapkan
kata-kata tersebut sebanyak tiga kali. (Lihat kitab ‘Aunul Ma’buud
II/256)
[8]. Sunan Abi Dawud, kitab ash-Shalaah bagian dari bab-bab yang
menjelaskan tentang shaff, bab Taswiyatush Shufuuf (II/255-256 no.
658). Hadits ini dishahihkan oleh Syaikh al-Albani. (Lihat Shahiih
Sunan Abi Dawud I/130).
[9]. At-Ta’liiqul Mughni ‘alaa Sunan ad-Daraquthni (I/283-284).


------------------------------------

Website anda http://www.almanhaj.or.id
Berhenti berlangganan: [email protected]
Ketentuan posting : http://milis.assunnah.or.id/aturanmilis/
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke