PARA MALAIKAT MENGUCAPKAN AAMIIN KETIKA SEORANG IMAM SELESAI MEMBACA AL-FAATIHAH

Oleh
Dr. Fadhl Ilahi bin Syaikh Zhuhur Ilahi
http://almanhaj.or.id/content/3293/slash/0


Banyak sekali nash-nash yang menunjukkan bahwa para Malaikat
mengucapkan “aamiin” ketika seorang imam selesai membaca al-Faatihah.

Di antara dalil yang menunjukkan hal tersebut adalah:

1. Al-Imam al-Bukhari meriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu
anhu, ia berkata: “Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa
sallam bersabda:

إِذَا قَالَ اْلإِمَامُ (غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلاَ
الضَّالِّيْنَ) فَقُوْلُوْا: آمِيْنَ, فَإِنَّهُ مَنْ وَافَقَ قَوْلُهُ
قَوْلَ الْمَلاَئِكَةِ غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ."

‘Jika seorang imam membaca: غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلاَ
الضَّالِيْنَ, maka ucapkanlah oleh kalian ‘aamiin,’ karena barangsiapa
yang ucapannya itu bertepatan (sesuai) dengan ucapan para Malaikat,
maka akan diampuni dosanya yang telah lalu.’” [1]

2. Asy-Syaikhani meriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu,
bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِذَا قَالَ أَحَدُكُمْ آمِيْنَ وَقَالَتِ الْمَلاَئِكَةُ فِي السَّمَاءِ
آمِيْنَ، فَوَافَقَتْ إِحْدَاهُمَا اْلأُخْرَى غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ
مِنْ ذَنْبِهِ.

“Jika salah seorang di antara kalian mengucapkan ‘aamiin’, maka para
Malaikat di langit mengucapkan ‘aamiin’, lalu yang satu tepat dengan
apa yang diucapkan yang lainnya, [2] maka dosanya yang telah lalu akan
diampuni.” [3]

Beberapa hal yang dapat kita fahami dari kedua hadits ini bahwasanya
para Malaikat mengucapkan “aamiin” di akhir bacaan al-Faatihah imam,
dan makna dari kata آمِيْنَ (aamiin) adalah: “Ya Allah, kabulkanlah.”

Al-Hafizh Ibnu Hajar berkata: “Dan lafazh آمِيْنَ termasuk isim fi’il,
seperti lafazh صَهٍ, yang maknanya adalah ‘diam!’ Sedangkan makna
آمِيْنَ (aamiin) menurut sebagian besar ulama adalah: ‘Ya Allah,
kabulkanlah.’ Dan ada pula yang berpendapat tidak seperti itu, hanya
saja semuanya kembali kepada makna tersebut.” [4]

Al-Imam al-Bukhari meriwayatkan dari ‘Atha' bahwa kata آمِيْنَ adalah
sebuah do’a. [5]

Karena diketahui bahwa para Malaikat memberikan syafa’at kepada
orang-orang yang melaksanakan shalat di akhir pembacaan al-Faatihah
imam, tegasnya para Malaikat mengucapkan: ‘Aamiin,’ yang maknanya
adalah: “Ya Allah, kabulkanlah permohonan mereka.”

Dengan karunia-Nya, semoga Allah menjadikan kita semua termasuk
golongan mereka, aamiin. Allah-lah Yang Mahahidup lagi Mahaberdiri
sendiri.

[Disalin dari buku Man Tushallii ‘alaihimul Malaa-ikatu wa Man
Tal‘anuhum, Penulis Dr. Fadhl Ilahi bin Syaikh Zhuhur Ilahi, Penerbit
Idarah Turjuman al-Islami-Pakistan, Cetakan Pertama, 1420 H - 2000 M,
Judul dalam Bahasa Indonesia: Orang-Orang Yang Di Do'aka Malaikat,
Penerjemah Beni Sarbeni]
_______
Footnote
[1]. Shahiih al-Bukhari kitab ash-Shalaah bab Jahrul Imaam bit
Ta'-miin (II/266 no. 782).
[2]. Maksudnya, yang lainnya tepat serentak dengan apa yang diucapkan
oleh yang lainnya ketika mengucapkan amiin, lihat Syarah an-Nawawi
(IV/130).
[3]. Muttafaq ‘alaih. Shahiih al-Bukhari kitab al-Adzaan bab Fadhlut
Ta'-miin (II/266), lafazh ini miliknya dan Shahiih Muslim kitab
ash-Shalaah bab at-Tasbiih wat Tahmiid wat Ta'-miin, no. 410 (75), I/
307.
[4]. Fat-hul Baari (II/262).
[5]. Shahih al-Bukhari kitab al-Adzaan bab Jahrul Imaam bit Ta'miin.


PERMOHONAN AMPUN PARA MALAIKAT BAGI ORANG-ORANG YANG MELAKSANAKAN
SHALAT SHUBUH DAN SHALAT ASHAR SECARA BERJAMA'AH

Di antara orang-orang yang berbahagia dengan shalawat dari para
Malaikat adalah orang-orang yang melaksanakan shalat Shubuh dan shalat
‘Ashar dengan berjama’ah.

Di antara dalil untuk pernyataan tersebut adalah sebuah hadits yang
diriwayatkan oleh para Imam (yaitu Imam Ahmad, Ibnu Khuzaimah dan Ibnu
Hibban) dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu dari Nabi Shallallahu
‘alaihi wa sallam, beliau bersabda:

تَجْتَمِعُ مَلاَئِكَةُ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ فِيْ صَلاَةِ الْفَجْرِ
وَصَلاَةِ الْعَصْرِ، قَالَ: فَيَجْتَمِعُوْنَ فِيْ صَلاَةِ الْفَجْرِ،
قَالَ: فَتَصْعَدُ مَلاَئِكَةُ اللَّيْلِ وَتَثْبِتُ مَلاَئِكَةُ
النَّهَارِ، قَالَ: وَيَجْتَمِعُوْنَ فِيْ صَلاَةِ الْعَصْرِ، قَالَ:
فَتَصْعَدُ مَلاَئِكَةُ النَّهَارِ وَتَثْبِتُ مَلاَئِكَةُ اللَّيْلِ،
قَالَ: فَيَسْأَلُهُمْ رَبُّهُمْ كَيْفَ تَرَكْتُمْ عِبَادِي، قَالَ:
فَيَقُوْلُوْنَ أَتَيْنَاهُمْ وَهُمْ يُصَلُّوْنَ وَتَرَكْنَاهُمْ وَهُمْ
يُصَلُّوْنَ فَاغْفِرْ لَهُمْ يَوْمَ الدِّّيْنِ.

“Para Malaikat (yang menyertai hamba) pada malam hari dan para
Malaikat (yang menyertai hamba) pada siang hari berkumpul pada saat
shalat Shubuh dan shalat ‘Ashar. (Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa
sallam) bersabda: ‘Para Malaikat berkumpul pada saat shalat Shubuh,
lalu para Malaikat (yang menyertai hamba) pada malam hari naik (ke
langit) dan Malaikat (yang menyertai hamba) pada siang hari tetap
tinggal. Kemudian mereka berkumpul lagi pada waktu shalat ‘Ashar dan
Malaikat yang ditugaskan pada siang hari naik (ke langit), sedangkan
para Malaikat yang bertugas pada malam hari tetap tinggal, lalu Allah
bertanya kepada mereka: ‘Bagaimana kalian meninggalkan hambaku?’
Mereka menjawab: ‘Kami datang dan mereka sedang melaksanakan shalat
dan kami tinggalkan mereka dan mereka sedang melaksanakan shalat, maka
ampunilah mereka pada hari Kiamat.’” [1]

Imam Ibnu Khuzaimah memberikan bab pada hadits ini dengan judul: “Bab
Penjelasan Tentang Berkumpulnya Para Malaikat Malam dan Malaikat Siang
pada Waktu Shalat Shubuh dan Shalat ‘Ashar serta Do’a Para Malaikat
bagi Orang-Orang yang Melaksanakan Kedua Shalat Tersebut dengan
Berjama’ah.” [2]

Di dalam kitab Shahiihnya, Imam Ibnu Hibban memberikan bab pada hadits
tersebut dengan judul: “Permohonan Ampun dari Malaikat Bagi Orang yang
Melaksanakan Shalat ‘Ashar dan Shalat Shubuh dengan Berjama’ah.” [3]

Syaikh Ahmad bin ‘Abdirrahman al-Banna berkata dalam penjelasan
perkataan para Malaikat: (“Maka ampunilah mereka pada hari Kiamat”):
“Artinya, bahwa para Malaikat memohon ampunan bagi mereka pada hari
Kiamat.”

Ya Allah, jadikanlah kami semua termasuk golongan orang-orang yang
berbahagia seperti mereka. Aamiin yaa Rabbal ‘aalamiin.

[Disalin dari buku Man Tushallii ‘alaihimul Malaa-ikatu wa Man
Tal‘anuhum, Penulis Dr. Fadhl Ilahi bin Syaikh Zhuhur Ilahi, Penerbit
Idarah Turjuman al-Islami-Pakistan, Cetakan Pertama, 1420 H - 2000 M,
Judul dalam Bahasa Indonesia: Orang-Orang Yang Di Do'aka Malaikat,
Penerjemah Beni Sarbeni]
_______
Footnote
[1]. Al-Musnad (XVII/154 no. 9140), Shahiih Ibni Khuzaimah kitab
ash-Shalaah (I/165 no. 322), al-Ihsaan fii Taqriibi Shahiih Ibni
Hibban kitab ash-Shalaah bab al-Imaamah wal Jamaa’ah (V/409-410 no.
2061). Syaikh Ahmad Syakir menshahihkan sanad hadits Imam Ahmad (lihat
catatan pinggir kitab al-Musnad XVII/154). Syaikh Syu’aib al-Arna-uth
menta'liq hadits Imam Ibnu Hibban dengan perkataannya: “Sanadnya
shahih berdasarkan syarat perawi asy-Syaikhain dan diriwa-yatkan pula
oleh Ibnu Khuzaimah di dalam Shahiihnya.” (Catatan pinggir kitab
al-Ihsaan V/410).
[2]. Shahiih Ibni Khuzaimah (I/165).
[3]. Al-Ihsaan fii Taqriibi Shahiih Ibni Hibban (V/409)


------------------------------------

Website anda http://www.almanhaj.or.id
Berhenti berlangganan: [email protected]
Ketentuan posting : http://milis.assunnah.or.id/aturanmilis/
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke