DO'A PARA MALAIKAT BAGI ORANG YANG MENDO'AKAN SAUDARANYA DARI KEJAUHAN
(TANPA SEPENGETAHUAN ORANG YANG DIDO'AKAN) DAN BAGI YANG DIDO'AKAN.

Oleh
Dr. Fadhl Ilahi bin Syaikh Zhuhur Ilahi

http://almanhaj.or.id/content/3299/slash/0

Di antara orang-orang yang berbahagia dengan shalawat para Malaikat
adalah orang yang dido’akan oleh saudaranya dari kejauhan, begitupula
orang yang mendo’akannya. Di antara dalil yang menunjukkan hal
tersebut adalah apa yang diriwayatkan oleh al-Imam Muslim dari
Shafwan, ia adalah Ibnu ‘Abdillah bin Shafwan, dan umur ad-Darda' di
bawahnya, beliau berkata: “Aku pergi ke Syam dan mendatangi Abud
Darda’ Radhiyallahu anhu di rumahnya, tetapi beliau tidak ada di
rumah, yang ada hanyalah Ummud Darda’ رَحِمَهَا اللهُ تَعَالَى, ia
berkata: ‘Apakah tahun ini engkau akan pergi haji?’ ‘Ya,’ jawabku. Dia
berkata: ‘Do’akan kami dengan kebaikan, karena Nabi Shallallahu
‘alaihi wa sallam pernah bersabda:

دَعْوَةُ الْمَرْءِ الْمُسْلِمِ لأَخِيْهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ
مُسْتَجَابَةٌ عِنْدَ رَأْسِهِ مَلَكٌ مُوَكَّلٌ. كُلَّمَا دَعَا
ِلأَخِيْهِ بِخَيْرٍ، قَالَ الْمَلَكُ الْمُوَكَّلُ بِهِ: آمِيْنَ.
وَلَكَ بِمِثْلٍ.

‘Do’a seorang muslim untuk saudaranya yang dilakukan tanpa
sepengetahuan orang yang dido’akannya [1] adalah do’a yang akan
dikabulkan. Pada kepalanya ada Malaikat yang menjadi wakil baginya.
Setiap kali dia berdo’a untuk saudaranya dengan sebuah kebaikan, maka
Malaikat tersebut berkata: ‘Aamiin dan engkau pun mendapatkan apa yang
ia dapatkan.’”

‘Abdullah berkata: “Lalu aku pergi ke pasar dan bertemu dengan Abud
Darda’ Radhiyallahu anhu, lalu beliau mengucapkan kata-kata seperti
itu yang diriwayatkan dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.”[2]

Dari hadits yang mulia ini kita bisa mengetahui bahwa ada dua golongan
manusia yang mendapatkan do’a dari para Malaikat, mereka itu adalah
orang yang dido’akan oleh saudaranya sesama muslim sedangkan dia tidak
mengetahuinya, karena Malaikat yang ditugaskan kepada orang yang
sedang menguapkan: “Aamiin,” maknanya adalah: “Ya Allah, kabulkanlah
do’anya bagi saudaranya.”[3]

Sedangkan yang kedua adalah orang yang mendo’akannya, karena Malaikat
yang diutus kepadanya berkata: “Dan engkau pun mendapatkan apa yang
didapatkan oleh saudaramu.”[4]

Al-Imam Ibnu Hibban membuat sebuah bab dalam Shahiihnya dengan judul:
“Anjuran untuk Memperbanyak Berdo’a kepada Saudara Sesama Muslim Tanpa
Sepengetahuan Orang yang Dido’akan, dengan Harapan Permohonan untuk
Keduanya Dikabulkan.”[5]

Di dalam Syarh Shahiih Muslim ada sebuah komentar untuk hadits ini,
penulis berkata: “Dalam hadits ini ada sebuah keutamaan do’a bagi
saudaranya tanpa sepengetahuan orang yang dido’akannya. Seandainya
seseorang berdo’a untuk satu kelompok umat Islam, maka ia akan
mendapatkan pahala yang telah ditetapkan, dan seandainya ia berdo’a
untuk seluruh kaum muslimin, maka yang aku fahami, ia pun mendapatkan
pahala yang telah ditentukan.”[6]

Orang-orang yang gigih dalam mendapatkan shalawat para Malaikat,
mereka semua bersemangat dalam mendo’akan saudara-saudara mereka
sesama muslim tanpa sepengetahuan saudara yang dido’akannya itu dan
hal ini senantiasa ada, alhamdulillaah.

Al-Qadhi ‘Iyadh berkata: “Jika generasi Salaf hendak berdo’a untuk
dirinya sendiri, mereka juga berdo’a untuk saudaranya sesama muslim
dengan do’a tersebut, karena do’a tersebut adalah do’a yang mustajab,
dan dia pun akan mendapatkan apa yang didapatkan oleh saudaranya
sesama muslim.” [7]

Al-Hafizh adz-Dzahabi menyebutkan kisah dari Ummud Darda’ رَحِمَهَا
اللهُ تَعَالَى bahwa Abud Darda’ Radhiyallahu anhu memiliki 360
kekasih di jalan Allah yang selalu dido’akan dalam shalat, lalu Ummud
Darda' mempertanyakan hal tersebut, beliau menjawab: “Apakah aku tidak
boleh menyukai jika para Malaikat mendo’akanku?” [8]

Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memuji orang-orang mukmin yang telah
mendahului mereka, hal ini sebagaimana termaktub di dalam firman-Nya:

وَالَّذِينَ جَاءُوا مِنْ بَعْدِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا
وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي
قُلُوبِنَا غِلًّا لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ

“Dan orang-orang yang datang setelah mereka (Muhajirin dan Anshar),
mereka berdo’a: ‘Ya Rabb kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara
kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami, dan janganlah Engkau
membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang
beriman. Ya Rabb kami, sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha
Penyayang.” [Al-Hasyr: 10]

Asy-Syaikh Muhammad bin ‘Alan ash-Shiddiqi mengomentari ayat ini
dengan berkata: “Allah Subhanahu wa Ta’ala memuji mereka karena
do’a-do’a mereka untuk saudara-saudara mereka kaum mukminin yang telah
mendahului mereka, pujian tersebut ketika mereka sedang berdo’a.” [9]

Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala menjadikan kita semua ke dalam
golongan mereka dengan karunia dan keuta-tamaan dari-Nya. Aamiin, yaa
Dzal Jalaali wal Ikraam.

[Disalin dari buku Man Tushallii ‘alaihimul Malaa-ikatu wa Man
Tal‘anuhum, Penulis Dr. Fadhl Ilahi bin Syaikh Zhuhur Ilahi, Penerbit
Idarah Turjuman al-Islami-Pakistan, Cetakan Pertama, 1420 H - 2000 M,
Judul dalam Bahasa Indonesia: Orang-Orang Yang Di Do'aka Malaikat,
Penerjemah Beni Sarbeni]
_______
Footnote
[1]. Walaupun orang yang dido’akannya berada di hadapan orang yang
mendo'akannya, seperti berdo'a dengan hatinya atau dengan lisan tetapi
tidak terdengar oleh orang yang dido'akan. (‘Aunul Ma’buud IV/275-276)
[2]. Shahiih Muslim kitab adz-Dzikr wad Du’aa’ wat Taubah wal
Istighfaar bab Fadhlud Du’aa’ lil Muslimiin bi Zhahril Ghaib (IV/ 2094
no. 2733 (88)).
[3]. ‘Aunul Ma'buud (IV/276).
[4]. Ibid.
[5]. Al-Ihsaan fii Taqriibi Shahih Ibni Hibban kitab ar-Raqaa-iq bab
al-Ad’iyah (III/278).
[6]. Syarh an-Nawawi (XVII/49).
[7]. Syarh an-Nawawi (XVII/49) dan Syarh ath-Thaibi (V/1707).
[8]. Lihat kitab Siyar A’laamin Nubalaa’ (II/351).
[9]. Daliilul Faalihiin li Thuruuqi Riyaadhish Shaalihiin (IV/307).


------------------------------------

Website anda http://www.almanhaj.or.id
Berhenti berlangganan: [email protected]
Ketentuan posting : http://milis.assunnah.or.id/aturanmilis/
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke