DO'A PARA MALAIKAT ATAS ORANG YANG PELIT/BAKHIL DENGAN DIHANCURKAN HARTANYA

Oleh
Dr. Fadhl Ilahi bin Syaikh Zhuhur Ilahi
http://almanhaj.or.id/content/3301/slash/0

Di antara orang yang dido‘akan dengan kejelekan oleh para Malaikat
adalah orang-orang yang pelit untuk berinfak di jalan Allah Subhanahu
wa Ta’ala, telah berlalu dalil-dalil yang menunjukkan hal tersebut, di
antaranya adalah:

Imam al-Bukhari dan Imam Muslim telah meriwayatkan dari Abu Hurairah
Radhiyallahu anhu, ia berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa
sallam bersabda:

مَا مِنْ يَوْمٍ يُصْبِحُ الْعِبَادُ فِيْهِ إِلاَّ مَلَكَانِ
يَنْزِلاَنِ فَيَقُوْلُ أَحَدُهُمَا: اَللَّهُمَّ أَعْطِ مُنْفِقًا
خَلَفًا، وَيَقُوْلُ اْلآخَرُ: اَللَّهُمَّ أَعْطِ مُمْسِكًا تَلَفًا.

'Tidak satu hari pun dimana seorang hamba berada padanya kecuali dua
Malaikat turun kepadanya. Salah satu di antara keduanya berkata, 'Ya
Allah, berikanlah ganti [1] bagi orang yang berinfak.' Sedangkan yang
lainnya berkata, 'Ya Allah, hancurkanlah [2]harta orang yang kikir.'"
[3]

Al-Malla ‘Ali al-Qari berkata di dalam syarah hadits ini, "Yang
dimaksud dengan 'kikir' di sini adalah pelit memberikan kebaikan atau
harta bagi yang lainnya." [4]

Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah berkata, "Adapun do'a dengan
dihancurkan mempunyai makna bahwa harta itu sendiri yang hancur atau
pemilik harta tersebut, maksudnya adalah hilangnya kebaikan karena
sibuk dengan yang lainnya."[5]

Para Imam, yaitu Imam Ahmad, Ibnu Hibban, dan al-Hakim meriwayatkan
dari Abud Darda' Radhiyallahu anhu, ia berkata, “Rasulullah
Shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

مَا طَلَعَتْ شَمْسٌ قَطُّ إِلاَّ بُعِثَ بِجَنْبَتَيْهَا مَلَكَانِ
يُنَادِيَانِ يُسْمِعَانِ أَهْلَ اْلأَرْضِ إِلاَّ الثَّقَلَيْنِ، يَا
أَيُّهَا النَّاسُ هَلُمُّوْا إِلَى رَبِّكُمْ فَإِنَّ مَا قَلَّ وَكَفَى
خَيْرٌ مِمَّا كَثُرَ وَأَلْهَى وَلاَ آبَتْ شَمْسٌ قَطٌّ إِلاَّ بُعِثَ
بِجَنْبَتَيْهَا مَلَكَانِ يُنَادِيَانِ يُسْمِعَانِ أَهْلَ اْلأَرْضِ
إِلاَّ الثَّقَلَيْنِ، اَللَّهُمَّ أَعْطِ مُنْفِقًا خَلَفًا وَأَعْطِ
مُمْسِكًا مَالاً تَلَفًا.

"Tidaklah matahari terbit kecuali diutus di dua sisinya dua Malaikat
yang berseru. Semua penduduk bumi mendengarkannya kecuali jin dan
manusia, mereka berdua berkata, 'Wahai manusia menghadaplah kalian
kepada Rabb kalian, karena yang sedikit dan cukup itu tentu lebih baik
daripada yang banyak tetapi dipakai untuk foya-foya, dan tidaklah
matahari terbenam kecuali diutus di antara dua sisinya dua Malaikat
yang berseru, semua penduduk bumi mendengarkannya kecuali jin dan
manusia, mereka berdua berkata: ‘Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang
yang berinfak dan hancurkanlah harta orang yang pelit.’"[6]

Dua Imam, yaitu Ahmad dan Ibnu Hibban meriwayatkan dari Abi Hurairah
Radhiyallahu anhu, dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam,
beliau bersabda:

إِنَّ مَلَكًا بِبَابٍ مِنْ أَبْوَابِ السَّمَاءِ يَقُوْلُ: مَنْ
يُقْرِضِ الْيَوْمَ يُجْزَى غَدًا، وَمَلَكًا بِبَابِ آخَرَ يَقُوْلُ:
اَللَّهُمَّ أَعْطِ مُنْفِقًا خَلَفًا وَعَجِّّلْ لِمُمْسِكٍ تَلَفًا.

"Sesungguhnya seorang Malaikat yang ada di sebuah pintu dari
pintu-pintu langit, berkata: ‘Barangsiapa meminjamkan pada hari ini,
maka akan dibalas pada hari nanti.’ Dan seorang Malaikat lagi yang
berada pada pintu yang lain berkata, ‘Ya Allah, berikanlah ganti bagi
orang yang berinfak dan percepatlah kehancuran harta orang yang
pelit.’"[7]

Semoga dengan kemuliaan Allah kepada kita semua, kita masuk ke dalam
golongan orang-orang yang berinfak yang dido‘akan dengan pengganti
oleh para Malaikat, dan tidak dimasukkan ke dalam golongan orang-orang
pelit yang dido‘akan dengan kehancuran oleh para Malaikat. Aamiin ya
Dzal Jalaali wal Ikraam.

[Disalin dari buku Man Tushalli ‘alaihimul Malaa-ikah wa Man
Tal‘anu-hum.” Penulis Dr. Fadhl Ilahi bin Syaikh Zhuhur Ilahi,
Penerbit Idarah Turjuman al-Islami-Pakistan, Cetakan Pertama, 1420 H -
2000 M, Judul dalam Bahasa Indonesia: Orang-Orang yang Dilaknat
Malaikat, Penerjemah Beni Sarbeni]
_______
Footnote
[1]. Al-Hafizh Ibnu Hajar berkata, “Pengganti itu lebih baik
disamarkan agar mencakup pengganti dalam bentuk harta dan pahala,
karena berapa banyak orang yang berinfak mati sebelum dia mendapatkan
balasan berupa harta di dunia, maka penggantinya adalah berupa pahala
di akhirat, atau dia dihalangi dari kejelekan.” (Fat-hul Baari
III/305)
[2]. Redaksi dengan ungkapan pemberian hanya merupakan gaya bahasa
saja, karena jika harta itu dihancurkan, maka sesungguhnya hal
tersebut bukanlah sebuah pemberian. (Ibid)
[3]. HR. Al-Bukhari, kitab az-Zakaah, bab Qauluhu Ta’aalaa: faman
A’tha wat taqaa… (no. 1442) dan Muslim, kitab az-Zakaah bab Fil Munfiq
wal Mumsik (no. 1010).
[4]. Mirqaatul Mafaatih (IV/366).
[5]. Fat-hul Baari (III/305).
[6]. HR. Ahmad (V/197), Ibnu Hibban (no. 686, 3329) dan al-Hakim (II/443).
[7]. HR. Ahmad (V/198) dan al-Hakim (II/445).


------------------------------------

Website anda http://www.almanhaj.or.id
Berhenti berlangganan: [email protected]
Ketentuan posting : http://milis.assunnah.or.id/aturanmilis/
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke