> From: [email protected]
> Date: Sun, 5 Aug 2012 06:39:41 +0000 
> Assalammualaikum, 
> Apasaja amalan wanita yang sedang haid di 10 hari terakhir Ramadhan. Dimana 
> wanita yang sedang haid juga ingin mendapatkan malam lailatur qadar.
> Terimakasih.
> Powered by Telkomsel BlackBerry®
> >>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>
 
Secara umum wanita yang sedang menjalani haid mempunyai keringanan.
 
KERINGANAN BERDZIKIR KEPADA ALLAH BAGI WANITA HAID
http://almanhaj.or.id/content/291/slash/0/keringanan-berdzikir-kepada-allah-bagi-wanita-haid/

Zikir kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala merupakan suatu kewajiban bagi setiap 
Muslim dan Muslimah. Sebagaimana yang difirmankan Allah Azza wa Jalla.

فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوا لِي وَلَا تَكْفُرُونِ 

"Artinya : Karena itu, berdzikirlah (ingat) kalian kepada-Ku niscaya Aku akan 
ingat kepada kalian, dan bersyukurlah kepadaku, dan janganlah kalian 
mengingkari (nikmat)-Ku". [Al-Baqarah : 152]

وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ

"Artinya : Dan sesungguhnya berdzikir (mengingat) Allah adalah lebih besar 
(keutamaannya dari ibadah-ibadah yang lain)". [Al-Ankabut : 45]

Dalam mengisahkan Yunus 'Alaihi al-Salam, Dia berfirman.

فَلَوْلَا أَنَّهُ كَانَ مِنَ الْمُسَبِّحِينَ لَلَبِثَ فِي بَطْنِهِ إِلَىٰ 
يَوْمِ يُبْعَثُونَ

"Artinya : Maka kalau sekiranya dia (Yunus) tidak termasuk orang-orang yang 
banyak berdzikir kepada Allah, niscaya dia akan tetap tinggal di dalam perut 
ikan itu sampai hari berbangkit". [Al-Shaffat : 143-144]

Dalam sebuah hadits, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.

مَشَلُ الَّذِيْ يَذْكُرُ رَبَّهُ وَالَّذِ ى لاَ يَذْكُرُ مِثْلُ الْحَىِّ 
وَالْمَيِّتِ

"Artinya : Perumpamaan orang yang berdzikir kepada Rabbnya dengan orang yang 
tidak berdzikir adalah seperti orang hidup dan orang mati". [Diriwayatkan oleh 
Muttafaqun 'alaih dari hadits Abu Musa Al-Asy'ari Radhiyallahu 'anhu].

Diantara bentuk kemurahan Allah Subhanahu wa Ta'ala terhadap kaum wanita adalah 
memberikan keringanan kepada kaum wanita untuk berdzikir kepada-Nya selama 
menjalani masa haid, meski pada saat itu mereka tidak boleh mengerjakan shalat 
dan puasa.

Ummu Athiyah Radhiyallahu 'anha menceritakan.

كُنْا نُؤْمَرُ بِالخُرُوْجِ فِى الْعِيْدَيْنِ، وَالْمُخْبَأَةُ وَالْبِكْرُ 
قَالَتْ : الْحَيَّضُ يَخْرُجْنَ فَيَكُنْ خَلْفَ النَّاسِ، يُكَبِّرنَ مَعَ 
النَّسِ

"Artinya : Kami diperintahkan keluar pada hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha, 
juga wanita pingitan dan gadis. 'Wanita-wanita haid keluar rumah dan menempati 
posisi di belakang jama'ah yang mengerjakan shalat, dan bertakbir bersama-sama 
mereka', Lanjut Ummu Athiyyah". (Hadits Riwayat Muttafaqun 'alaih).

Imam Nawawi Rahimahullah juga mengatakan.

"Ucapan Ummu Athiyyah, 'Wanita-wanita haid itu bertakbir bersama jama'ah 
menunjukkan dibolehkannya zikir kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala bagi wanita 
haid dan wanita sedang junub. Yang diharamkan baginya adalah membaca Al-Qur'an.

Silakan baca juga 
HUKUM WANITA HAID BERDZIKIR DAN MEMBACA AL-QUR'AN
http://almanhaj.or.id/content/931/slash/0/hukum-wanita-haid-berdzikir-dan-membaca-al-quran/
 
Wallahu Ta'ala A'lam                                      

Kirim email ke