Wa'alaikumussalaam Warahmatullaahi Wabarakaatuh,

http://almanhaj.or.id/content/1657/slash/0/bagaimana-menjalankan-puasa-enam-hari-bulan-syawal/

BAGAIMANA MENJALANKAN PUASA ENAM HARI BULAN SYAWAL ?

Oleh
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin

Pertanyaan.
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : Apa cara yang paling baik 
dalam menjalankan puasa enam hari bulan Syawal ?

Jawaban
Cara yang paling utama adalah berpuasa pada enam hari awal bulan syawal sesudah 
hari Idul Fithri secara langsung, berturut-turut sebagaimana yang ditetapkan 
oleh para ulama, karena cara itu lebih maksimal dalam mewujudkan pengikutan 
seperti yang dituturkan dalam hadits, "Kemudian mengikutinya", dan karena cara 
itu termasuk bersegera menuju kebajikan yang diperintahkan oleh dalil-dalil 
yang menganjurkannya dan memuji orang yang mengerjakannya, juga hal itu 
termasuk keteguhan hati yang merupakan bagian dari kesempurnaan seorang hamba 
Allah, sebab kesempatan tidak selayaknya dibiarkan lewat percuma ; karena 
seseorang tidak tahu apa yang dihadapkan kepadanya di kesempatan yang kedua 
atau akhir perkara.

Inilah yang saya maksudkan dengan bersegera dalam beramal dan cepat-cepat 
mengambil kesempatan, sebaiknya seseorang menjalankannya dalam segala urusannya 
di kala kebenaran telah jelas nampak padanya.

PUASA ENAM HARI BULAN SYAWAL BAGI ORANG YANG PUNYA HUTANG PUASA WAJIB.

Pertanyaan.
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : Bagaimana pendapat anda 
tentang puasa enam hari bulan Syawal bagi orang yang berkewajiban membayar 
hutang puasa wajib ?

Jawaban
Jawaban terhadap pertanyaan ini adalah sabda Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam.

"Artinya : Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan kemudian mengikutinya dengan enam 
hari dari bulan Syawal, seolah-olah dia berpuasa sepanjang masa"[1]

Adapun jika seseorang masih menanggung hutang puasa lalu dia puasa enam hari, 
apakah dia boleh mengerjakannya sebelum pelunasan hutang Ramadhan ataukah harus 
sesudahnya ?

Misalnya : Seorang laki-laki berpuasa Ramadhan sebanyak dua puluh empat hari, 
masih terhutang atasnya enam hari, apabila dia berpuasa enam hari di bulan 
Syawal sebelum mengerjakan enam hari puasa pengganti Ramadhan, maka tidak bisa 
dikatakan : Sesungguhnya dia berpuasa Ramadhan, dan dia mengikutinya dengan 
enam hari bulan Syawal ; sebab dia tidak dianggap berpuasa Ramadhan kecuali 
bila dia menyempurnakannya, atas dasar ini maka tidak ditetapkan pahala puasa 
enam hari bulan Syawal bagi orang yang mengerjakannya padahal dia masih punya 
tanggungan hutang puasa Ramadhan.

Masalah ini bukanlah termasuk hal diperselisihkan ulama tentang bolehnya puasa 
nafilah (sunah) bagi orang yang masih memiliki tanggungan puasa wajib, karena 
perselisihan itu terjadi pada puasa selain enam hari tersebut, sedangkan 
tentang enam hari yang mengikuti Ramadhan tidak mungkin ditetapkan pahalanya 
kecuali bagi orang yang telah menyempurnakan puasa Ramadhan.

[Disalin dari kitab Majmu Fatawa Arkanil Islam, edisi Indonesia Majmu Fatawa 
Solusi Problematika Umat Islam Seputar Akidah dan Ibadah, Penulis Syaikh 
Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin, Penerbit Pustaka Arafah]
________
Footnote
[1]. Diriwayatkan oleh Muslim, Kitab Shiyam, Bab Disukainya puasa enam hari 
bulan Syawal (1164)

Artikel lain :
http://almanhaj.or.id/content/2835/slash/0/tata-cara-puasa-enam-hari-bulan-syawwal/

-----Original Message-----
From: Faida N Mumtazah <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Wed, 5 Sep 2012 09:46:42 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [assunnah] Puasa Syawal

Assalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakatuuh

Apakah seorang wanita harus membayar hutang puasa nya dahulu (karena
uzur bulanan), baru kemudian boleh melakukan puasa syawal ?

Kalau ramadhan, seorang wanita mempunyai hutang puasa 7 hari atau
lebih, maka minimal bulan Syawal dia berpuasa minimal 13 hari ...

Bukankah masih ada waktu sampai sebelum ramadhan berikutnya, seorang
wanita masih bisa membayar hutang puasanya?



Terimakasih.
FM

On 9/4/12, Wiwith Syahpoetra <[email protected]> wrote:
> Assalammu'alaikum warahmatullaahi wabarakatuuh
>
> saya ingin menanyakan, apakah saat puasa syawal dapat digabungkan dengan
> membayar hutang (qada') puasa ramadhan..???
>
> Semoga Allaah memudahkan urusan kita semua. Jazaakumullaahu khairan atas
> bantuannya...
>
> Wassalammu'alaikum warahmatullaahi wabarakatuh

------------------------------------

Website anda http://www.almanhaj.or.id
Berhenti berlangganan: [email protected]
Ketentuan posting : http://milis.assunnah.or.id/aturanmilis/
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke