Jazakallah khair,, atas masukan yg sangat bermanfaat sekali.. Sedikit lagi yg ana tanyakan, Termasuk buku aidh alqarni yg berjudul la tahzan juga termasuk kategori tsb?? Subhanallah, ana punya buku best seller ini, namun belum seteliti beliau yg menemukan syubhatnya. Kiranya ikhwah fillah dapat memberi pencerahan.. Powered by Telkomsel BlackBerry®
-----Original Message----- From: Abu Harits <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Wed, 12 Sep 2012 06:49:05 To: assunnah assunnah<[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: RE: [assunnah]>>Buku menyimpang<< > From: [email protected] > Date: Tue, 11 Sep 2012 06:36:58 +0000 > Assalamualaikum warahmatullah > Sebelum ana bermanhaj salaf, keingintahuan ana juga besar terhadap agama, > Sayangnya, informasi yg ana dapat banyak yg menyimpang dari islam yg haq. > Seperti beberapa buku yg ana punya yg baru disadari ternyata berbeda dr > aqidah salaf. > Buku-2 seperti ini bagaimana sebaiknya? Apakah ttp ana simpan atau ana > musnahkan. > Mohon masukannya, syukron. > Powered by Telkomsel BlackBerry® >>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>> Tentang hukum menjual buku yang padanya terdapat kesalahan atau kesesatan, di sini kami ringkaskan point-point yang dijelaskan oleh Syaikh Masyhur bin Hasan Aalu Salman di dalam kitab beliau, Kutub Hadzdzara Minha Al ‘Ulama (1/25-53), dalam sub judul “Hukum-Hukum Fiqih Yang Berkaitan Dengan Kitab-Kitab Yang Diperingatkan Oleh Para Ulama”. Ringkasan hukum-hukum tersebut sebagai berikut: • Haram menjual buku-buku yang mengandung kemusyrikan. • Haram menjual buku-buku khurafat dan sihir • Tidak boleh menjual buku-buku yang banyak kesalahannya, (baik pada tulisan atau isinya), kecuali setelah diberi penjelasan. • Haram menjual buku-buku (yang mengajarkan) jimat-jimat, mantra-mantra, penangkal-penangkal, rajah-rajah, dan menghadirkan jin. • Haram menjual buku-buku puisi yang berisi celaan, arak, minuman keras (atau dendam), dan cabul. • Haram menjual majalah-majalah fasiq (cabul) dan buku-buku yang mayoritas berisi penyimpangan-penyimpangan terhadap syari’at. • Haram menjual buku-buku filsafat dan ilmu kalam (logika). • Haram menjual buku-buku karya Al Hallaj dan Ibnu ‘Arabi, dan yang semacam keduanya dari kalangan orang-orang Shufi. • (Disyari’atkan) menghancurkan kitab-kitab Ahli Bid’ah dan kesesatan. • Keharaman memperdagangkan kitab-kitab Ahli Bid’ah dan kesesatan. • Keharaman memikirkan buku-buku agama-agama lain, dan buku-buku ahli kesesatan dan bid’ah, kecuali bagi orang yang mengetahui keburukan yang ada di dalamnya untuk memperingatkan (umat) darinya. • Keharaman membaca (membacakan) buku-buku ini (tersebut di atas, Red) di masjid-masjid dan tempat-tempat perkumpulan umum, dan (keharaman) meletakkannya di perpustakaan-perpustakaan umum. Berkaitan dengan masalah ini juga, terdapat seruan terbuka dari Syaikh Zaid bin Muhammad bin Hadi Al Madkhali -hafizhahullah- kepada pengurus (pemilik) toko-toko buku, perpustakaan-perpustakaan pemerintah dan pribadi untuk meninggalkan buku-buku Sayyid Quthub, Muhammad Quthub, Muhammad Al Ghazali, Yusuf Al Qardhawi, Abul A’la Al Mududi, Hasan Al Banna, ‘Umar Al Tilmisani, Hasan At Turabi As Sudani, Abdurrahman Abdul Khaliq, Muhammad Surur, Muhammad Ahmad Rasyid, Sa’id Hawwa, Salman Al ‘Audah, Safar Al Hawali, Nashir Al Umar, ‘Aidh Al Qarni, Mahmud ‘Abdul Halim, Jasim Al Muhalhil, dan murid-murid (Hasan) Al Banna, keluarga Quthub (yakni Sayyid Quthub dan Muhammad Quthub), (dan) semacam mereka dari tiap pemimpin atau orang yang menisbatkan diri kepada satu firqah di antara firqah-firqah yang melawan manhaj Salaf –banyak atau sedikit- dari bab-bab ilmu dan amal sepanjang masa ini. Hal ini, karena buku-buku, kaset-kaset, dan selebaran-selebaran mereka –yang namanya dituliskan di atas- di dalamnya terdapat perkara yang diterima (karena sesuai syariat-red) dan ditolak (karena tidak sesuai syariatred). Kemudian Syaikh Zaid bin Muhammad bin Hadi Al Madkhali -hafizhahullah- menyebutkan contoh-contoh penyimpangan tulisan mereka satu persatu. [Lihat kitab Al Irhab Wa Atsaruhu ‘Alal Afrad Wal Umam, hlm. 128-142, karya Syaikh Zaid bin Muhammad bin Hadi Al Madkhali –hafizhahullah. Kitab ini dipuji oleh Syaikh Shalih Al Fauzan dan Syaikh ‘Ali bin Muhammad bin Nashir Al Faqihi]. Ini semua, merupakan nasihat dari seorang ‘alim kepada umat Islam. Maka selayaknya umat menerimanya dengan senang hati dan syukur. Demikian jawaban kami. Semoga bermanfaat. Alhamdulillahi Rabbil ‘Alamin. Selengkapnya baca di http://almanhaj.or.id/content/3072/slash/0/jual-beli-di-komplek-masjid-menjual-buku-buku-harokah/ Tambahan penjelasan sila baca juga http://almanhaj.or.id/content/1937/slash/0/hukum-menghancurkan-buku-buku-ahli-bidah-dan-sesat/ http://almanhaj.or.id/content/876/slash/0/seruan-terbuka-kepada-para-pemilik-toko-buku-penerbitan-umum-dan-khusus/ Wallahu Ta'ala A'lam
