Syaamil sbg penerbit  menerjemahkan tulisan, gagasan, idea, dan pemikiran
Imam Ibnu Katsir Rahimahullah sbg penulis “Misbaahul Muniir fii Tahdziib
Tafsir Ibnu Katsiir” dan menyampaikannya pd publik. Bahwa pd tafsir surat
Yaasin:13-14, kitab tafsir tsb memang menyampaikan ttg utusan Allah bernama
"BAULUS atau BULUS” dlm bhs Arab. Sedangkan maksud 'utusan' Isa Putera
Maryam di sana bkn rasul bermakna  “Rasulullah”, namun utusan biasa (Kata
Arab “rasul” artinya “utusan” dlm bhs Indonesia), sebagaimana jika seorang
ustadz mengutus temannya menggantikannya berceramah. Penjelasan & kalimat
asli dr kitabnya kami upload di: www.penjelasanmtr.blogspot.com dan
www.syaamilquran.com.


SANGGAHAN :
 
Tidak ada tulisan arab dlm Surah tsbt tertulis Baulus atau Bulus ataupun 
Paulus...

Kata Rasul jg tdk ada...

Terjemahannya :

13 : Dan Buatlah bagi mereka suatu perumpamaan, yaitu penduduk suatu negeri 
ketika utusan2 dtg kpd mereka

14 : (yaitu) ketika Kami mengutus kepada mereka dua org utusan, lalu mereka 
mendustakan keduanya; kemudian Kami kuatkan dgn (utusan) yang ketiga, maka 
ketiga utusan itu berkata : "Sesungguhnya kami adalah org2 yg diutus kepadamu".
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

-----Original Message-----
From: Abu Shofiyah <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Fri, 28 Sep 2012 14:11:22 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: [assunnah] >>Kasus buku Miracle of Reference<<

#Kasus buku Miracle The Reference# ِمْيِحَّرلاِنمْحَّرلا ِهّللا ِمـْسِب
Sehubungan dgn bnyknya pertanyaan terkait dg kasus tsb diatas, ana
sampaikan bhw masalah ini sdh dibahas di internal kami (MUI Pusat) dan kami
sdh menerima klarifikasi dr pihak penerbit Syaamil. Silakan lihat link:
www.penjelasanmtr.blogspot.com. Meski demikian, ana ingin menyampaikan hal2
sbb : 1. Penerbit Syaamil telah melakukan kecerobohan dlm menterjemah
Tafsir Ibnu Katsir thd QS. Yasin: 13-14. Ini dpt dibuktikan dlm buku tsb yg
a.l menyebut: "rasul-rasul utusan Isa putera Maryam". Shg membikin geger
umat Islam Indonesia. Smg ini mjd pelajaran berharga bagi mrk. 2. Allah
ىلاعتو هناحبس sama sekali tdk menyebutkan nama ketiga utusanNya dlm QS.
Yasin: 13-14. Bahkan terdpt perbedaan pendpt di kalangan ahli tafsir thd
nama2nya. Shg nama "Paulus" pun mjd tidak relevan diperdebatkan krn blm
tentu benar itu namanya. 3. Perlu ditegaskan bhw terlepas dari itu, dengan
diutusnya Nabi Muhammad ملسو هيلع هّللاىلص maka otomatis menghapus semua
ajaran yg dibawa rasul2 sebelum beliau, kecuali syariat rasul2 terdahulu yg
dikukuhkan dan disempurnakan oleg beliau ملسو هيلع هّللاىلص. Krn itu,
brngsiapa mencari ajaran agama selain Islam (yg dibawa beliau ملسو هيلع
هّللاىلص) mk tdk akan diterima. Dalil2 ttg hal ini sangat banyak. (Lihat
QS. Ali Imran: 19 & 85; QS. Al-Maidah: 48). 4. MUI sendiri sebelumnya
berencana menyurati pihak penerbit agar segera melakukan revisi. Tp
ternyata sdh dilakukan lbh dulu. :) 5. MUI mengusulkan agar Lajnah
Pentashih Qur'an Kemenag lbh diberdayakan shg tdk kerepotan memverifikasi
permohonan tanda tashih penerbit qur'an yg mencapai 200 mushaf per tahun.
Belum lagi dg multikontennya: khath, terjemah versi Depag, terjemah
per-kata, asbab nuzul, smp kreasi dapur redaktur penerbitnya yg kurang
dilihat oleh pihak2 yg berkompeten.
Demikianlah. Smg bermanfaat.

Kirim email ke