Tulisan Ust. Firanda berikut mungkin bisa menjawab pertanyaan tsb.
KEUTAMAAN 10 DZULHIJJAH
Category: Fiqh Published on 16 October 2012 Hits: 3632
عن ابن عباس رضي
الله عنهما قَالَ: قَالَ رسول الله - صلى الله عليه وسلم: «مَا مِنْ
أيَّامٍ، العَمَلُ الصَّالِحُ فِيهَا أَحَبُّ إِلَى اللهِ مِنْ هذِهِ
الأَيَّام يعني أيام العشر».وفي رواية : «أفضل» قالوا: يَا رسولَ اللهِ،
وَلا الجِهَادُ في سَبيلِ اللهِ؟ قَالَ: «وَلا الجِهَادُ فِي سَبِيلِ
اللهِ، إِلا رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ، فَلَمْ يَرْجِعْ مِنْ
ذَلِكَ بِشَيءٍ». رواه البخاري.
Dari Ibnu 'Abbaas radhiallahu 'anhumaa ia berkata ; Rasulullah shallallahu
'alaihi wa sallam bersabda :
“Tidak ada satu amal sholeh yang lebih dicintai oleh Allah (dalam riwayat
At-Thirmidzi: "Lebih Afdol") melebihi amal sholeh yang dilakukan pada hari-hari
ini yaitu 10 hari pertama bulan Dzul Hijjah.” Para sahabat bertanya: “Tidak
pula jihad di jalan Allah?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Tidak
pula jihad di jalan Allah, kecuali orang yang berangkat jihad dengan
jiwa dan hartanya namun tidak ada yang kembali satupun (yaitu ia kehilangan
nyawa dan hartanya-pen)”. Dalam riwayat Ad-Daarimi :
مَا مِنْ عَمَلٍ أَزْكَى عِنْدَ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ وَلاَ أَعْظَمُ أَجْرًا مِنْ
خَيْرٍ يَعْمَلَهُ فِي عَشْرِ الأَضْحَى
"Tidak ada amalan yang lebih suci di sisi Allah Azza wa Jalla dan lebih agung
pahalanya dari pada kebaikan
yang dikerjakan pada 10 hari bulan qorban" (HR Al-Bukhari no 969, Abu Dawud no
2440, At-Thirmidzi no 757, Ibnu Maajah no 1727, Ad-Daarimi no 1773, 1774)
Lafal dalam hadits يَعْنِي أَيَّامَ
الْعَشْرِ "Yaitu 10 hari Dzul Hijjah" merupakan sabda Nabi shallallahu
'alaihi wa sallam dan bukan tafsiran dari perawi (lihat penjelasan Ibnu
Hajar dalam Fathul Baari 2/459)
Faedah-Faedah Hadits :
Pertama : Hadits ini
menunjukkan akan keutamaan 10 hari awal Dzulhijjah dibandingkan
hari-hari yang lainnya sepanjang tahun, sehingga Nabi shallallahu
'alaihi wa sallam memotifasi untuk beramal sholeh pada 10 hari tersebut.
Karenanya pendapat yang dipilih oleh
para ulama bahwasanya hari-hari (siang) yang paling terbaik adalah 10
pertama dzuhijjah mengingat pada hari tersebut ada hari 'Arofah. Dan
hari yang terbaik adalah hari Arofah.
Adapun malam-malam yang terbaik adalah
10 malam terakhir bulan Ramadhan, karena ada malam lailatul Qodar (yang
lebih baik dari 1000 bulan). Dan Malam yang terbaik adalah malam
lailatul Qodar (Lihat Tuhfatul Ahwadzi 3/386).
Akan tetapi –wallahu a'lam- 10 hari awal Dzul Hijjah merupakan 10 hari yang
terbaik bukan hanya karena ada hari
'Arofah (9 Dzul Hijjah), akan tetapi karena hari-hari haji yang lainnya
juga, seperti hari tarwiyah (8 Dzul Hijjah) dan hari 'ied dan hari
nahr/menyembelih pada 10 Dzul Hijjah. Ibnu Hajar rahimahullah berkata ;
أَنَّ عَشْرَ ذِيْ الْحِجَّةِ إِنَّمَا شَرُفَ لِوُقُوْعِ أَعْمَالِ الْحَجِّ
فِيْهِ
"Sesungguhnya 10 hari awal Dzul Hijjah
hanyalah mulia dikarenakan amalan-amalan haji dilakukan pada hari-hari
tersebut" (Fathul Baari 2/459)
Kedua : Hadits ini menunjukkan akan keutamaan jihad, hal ini ditunjukkan dari
dua sisi :
* Pemahaman sahabat tentang tingginya
nilai jihad. Karenanya tatkala mendengar penuturan Nabi tentang amalan
sholeh yang dikerjakan pada 10 Dzul Hijjah maka para sahabat menyatakan
"Apakah lebih baik dari pada jihad??"
* Pernyataan Nabi shallallahu 'alaihi wa
sallam bahwasanya seseorang yang ia berjihad dengan membawa
senjata/pedang dan juga tunggangannya, lantas iapun terbunuh dan
dirampas harta perangnya (senjata dan tunggangannya), maka amalannya
lebih baik dari amalan-amalan sholeh yang dikerjakan pada 10 hari
Dzulhijjah.
Tentunya jika mujahid yang kondisinya
seperti ini jika ia berjihad di 10 hari Dzulhijjah maka pahalanya lebih
berlipat-lipat ganda lagi. (Lihat penjelasan Syaikh Muhammad Sholeh
al-'Utsaimin dalam Syarh Riyaadhus Shoolihin tatakala beliau menyarah
hadits ini)
Ketiga : Hadits ini
menunjukkan bahwa seluruh amalan sholeh yang dikerjakan pada 10 hari ini lebih
dicintai oleh Allah dibandingkan jika dikerjakan para hari-hari
yang lainnya sepanjang tahun. Tentunya ini menunjukkan akan dilipat gandakannya
pahala amalan sholeh pada 10 hari tersebut, dan keutamaan ini mencakup seluruh
amalan sholeh tanpa terkecuali.
Banyak amalan yang mungkin dilakukan :
* Puasa, terutama pada hari 9 Dzul Hijjah bagi orang-orang yang tidak
berhaji. Adapun 10 Dzulhijjah maka dilarang untuk berpuasa karena
merupakan hari 'ied. Tidak ada dalil yang khusus yang menyebutkan
tentang keutamaan puasa pada 9 hari awal Dzulhijjah, dan tidak ada juga
dalil khusus yang menyebutkan bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam
berpuasa pada hari-hari tersebut. Akan tetapi keutamaan berpuasa diambil dari
keumuman hadits di atas.
* Banyak berdzikir kepada Allah, membaca Al-Qur'an, dan memperbanyak
sholat sunnah
* Memperbanyak bersedekah
* Berhaji dan Umroh
* Menyembelih kurban pada tanggal 10 Dzulhijjah (silahkan lihat kitab
Ahaadiits 'Asyar Dzilhijjah, karya Abdullah bin Sholeh Al-Fauzaan, hal
6-7)
Keempat : Karenanya
hendaknya seorang muslim benar-benar bersyukur kepada Allah karena masih diberi
kesempatan untuk bertemu dengan 10 hari Dzulhijjah. Hendaknya
seorang menjadikan 10 hari ini menjadi hari yang special dengan
memperbanyak ibadah kepada Allah, harus berbeda dengan hari-hari yang
biasanya.
Jika kita semangat mengisi malam-malam 10 terakhir bulan
Ramadhan dengan banyak ibadah maka demikian pula hendaknya kita
bersemangat untuk mengisi siang-siang hari dari 10 hari Dzul Hijjah
dengan banyak ibadah.
Abu 'Utsmaan An-Nahdiy rahimahullah berkata ;
كَانُوا يُعَظِّمُوْنَ ثَلاَثَ عَشَرَاتٍ
الْعَشْرِ الأَخِيْرِ مِنْ رَمَضَانَ وَالْعَشْرِ الأَوَّلِ مِنْ ذِي
الْحِجَّةِ وَالْعَشْرِ الأَوَّلِ مِنْ مُحَرَّم
"Mereka (para salaf dari kalangan
sahabat-pen) mengagungkan tiga puluhan hari, sepuluh hari terakhir bulan
Ramadhan, 10 hari awal bulan Dzulhijjah, dan 10 hari awal bulan
Muharrom" (Lathooif al-Ma'aarif hal 36, Adapun Abu Utsman An-Nahdiy
adalah seorang Mukhodrom, yaitu ia masuk Islam di Zaman Nabi shallallahu
'alaihi wasallam hanya saja ia tidak penah bertemu dengan Nabi
shallallahu 'alaihi wasallam. Ia hanya bertemu dengan para sahabat. Ia
wafat pada tahun 76 H, lihat Al-Bidaayah wa An-Nihaayah 9/21)
Makkah al Mukarramah, 30-11-1433 H / 16 Oktober 2012 M
Abu Abdilmuhsin Firanda Andirja
www.firanda.com
________________________________
From: muchsin_alkatiri <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Tuesday, October 23, 2012 9:36 AM
Subject: [assunnah] Re: Tanya dalil puasa 1-9 Dzulhijjah
Yang menjadi dalil keutamaan puasa pada awal Dzulhijjah adalah hadits dari
Hunaidah bin Kholid, dari istrinya, beberapa istri Nabi shallallahu `alaihi wa
sallam mengatakan,
"Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam biasa berpuasa pada sembilan hari
awal Dzulhijah, pada hari `Asyura' (10 Muharram), berpuasa tiga hari setiap
bulannya, …"[3] HR. Abu Daud no. 2437. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits
ini shahih.
Dari artikel Puasa di Awal Dzulhijjah — Muslim.Or.Id by null
--- In [email protected], "Azhar Kuntoaji" <azhar.kuntoaji@...> wrote:
>
> Assalamu'alaikum warohmatulloh wabarokatuh.
> Saya ingin menanyakan, apakah ada dalil yg menyatakan puasa tgl 1-9
> Dzulhijjah itu disunnahkan? Yg baru saya dapatkan adalah dari situs:
> http://www.almanhaj.or.id/index.php?action=more&article_id=1292&bagian=0
>
> Berpuasa Selama Hari-Hari Tersebut, Atau Pada Sebagiannya,
> Terutama Pada Hari Arafah.
> Diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Abu Qatadah Rahimahullah
> bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :
>
> "Artinya : Berpuasa pada hari Arafah karena mengharap pahala
> dari Allah melebur dosa-dosa setahun sebelum dan sesudahnya".
>
> kemudian, apakah dalil yg saya kutipkan di bawah ini, bisa dijadikan
> dasar melakukan puasa sunnah 1-9 dzulhijjah?:
> KEUTAMAAN 10 HARI YANG PERTAMA BULAN DZULHIJJAH.
>
> Diriwayatkan oleh Al-Bukhari, Rahimahullah, dari Ibnu 'Abbas
> Radhiyallahu 'Anhuma bahwa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :
>
> "Artinya : Tidak ada hari dimana amal shalih pada saat itu lebih
> dicintai oleh Allah daripada hari-hari ini, yaitu : Sepuluh hari dari
> bulan DzulHijjah. Mereka bertanya : Ya Rasulullah, tidak juga jihad fi
> sabilillah ?. Beliau menjawab : Tidak juga jihad fi sabilillah, kecuali
> orang yang keluar (berjihad) dengan jiwa dan hartanya, kemudian tidak
> kembali dengan sesuatu apapun".
>
> Imam Ahmad, Rahimahullah, meriwayatkan dari Umar Radhiyallahu 'Anhuma,
> bahwa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :
>
> "Artinya : Tidak ada hari yang paling agung dan amat dicintai Allah
> untuk berbuat kebajikan di dalamnya daripada sepuluh hari (DzulHijjah)
> ini. Maka perbanyaklah pada saat itu tahlil, takbir dan tahmid ".
>