Bismillaah,
Assalaamu 'alaikum,

Share jawaban boleh ya, ana punya sedikit pengalaman sebagai ibu dari anak 
laki2 juga, alhamdulillah.

Naluri seorang ibu, tanpa anak minta , maaf itu sudah mengalir terus beriringan 
dengan doa, insya Allah. Bisa jadi dulu antum merasa sudah berhasil membohongi 
ibu? padahal bisa jadi ibu antum tahu antum bohong saat itu, tapi ibu bijak 
biasanya lebih pilih langsung memaafkan dan mentolerir kenakalan anaknya, yang 
mungkin beliau dulu waktu kecil atau muda juga lakukan. Beda dengan orang tua 
yang sudah merasa  paling pintar di depan anaknya, setiap anaknya salah, 
orangtua langsung menghukum, membentak atau memaki, waiyyadzubillah.

Kalau di sebutkan satu-satu lagi....? kalau anak ana lakukan itu, ya ana 
senyum2 saja mungkin.
Yang penting buat orang tua sekarang adalah anak berada di jalan yang benar, 
mau belajar menjadi anak yang sholih. Kenakalan2nya dulu  rasanya sudah tidak 
di ingat lagi. Kadang ana juga suka sebut2 /cerita kenakalan anak sewaktu kecil 
di depan anggota keluarga lain, tapi itu hanya untuk kenangan dan lucu-lucuan 
saja.
Tapi, ucapan "maaf" tetap perlu juga di sebutkan, misal setiap pamit mau pergi, 
biasanya kita cium tangan kan? saat itu di ucapkan saja " maafkan saya bu..". 
atau kalau terlanjur menggibah orang tua atau orang lain, bisa langsung telepon 
atau sms minta maaf utk dihalalkan tanpa kita sebut ghibahnya apa. lepas dari 
itu semua yang utama tentu taubatan nashuha....Allahu  a'lam bis showab..

minta maaf kalau ada salah kata,
wa salaamu 'alaikum,
um adv




________________________________
 From: Abu Faiq <[email protected]>
To: "[email protected]" <[email protected]>
Sent: Tuesday, November 27, 2012 5:11 AM
Subject: [assunnah] Cara meminta maaf


 
Bismillah

Ana ingin bertanya seputar cara meminta maaf yang benar kaitannya dengan kedua 
orang tua kita.

Bagaimana cara yang benar untuk meminta maaf, terutama untuk kesalahan yang 
banyak dilakukan terhadap Ibu? Apakah perlu disebutkan satu persatu perbuatan 
salahnya, kemudian meminta maaf atas perbuatan itu?
Misal: Dahulu saat masih remaja pernah berkata tidak jujur kepada Ibu dengan 
mengatakan pergi belajar ke rumah teman padahal pergi menonton bioskop. Pernah 
juga menggunakan uang yang diberikan Ibu diperuntukkan beli buku, namun untuk 
membeli yang lain.
Apakah perlu dirinci satu persatu. Ibu, mohon maaf dulu saya pernah berbuat 
begini...., berbuat begitu..., berbuat ini..., berbuat itu....
Atau cukup meminta maaf secara global? Ibu, mohon maaf atas kesalahan-kesalahan 
yang ana perbuat semenjak kecil sampai sekarang.

Mohon penjelasan.
Jazakallah
 

Kirim email ke