KEDUDUKAN AL-QUR’AN BAGI MANUSIA

Oleh
Ustadz Abu Ismail Muslim Atsari
http://almanhaj.or.id/content/3438/slash/0/kedudukan-al-quran-bagi-manusia/

Allah Azza wa Jalla telah menurunkan al-Qur’ân sebagai petunjuk bagi
manusia. Dengan al-Qur`ân Allah Azza wa Jalla membukakan hati yang
tertutup, mata yang buta, dan telinga yang tuli.

Keajaiban-keajaiban al-Qur’ân tidak pernah habis, tidak pernah usang
walaupun sering diulang sepanjang siang dan malam.

Tadabbur (memperhatikan) al-Qur’ân akan melahirkan ilmu yang banyak
dan bermanfaat. Dengannya akan dibedakan antara kebenaran dengan
kebatilan, iman dengan kekafiran, manfaat dengan madharat, kebahagiaan
semu dengan kebahagiaan hakiki, calon penghuni surga dengan penghuni
neraka, dan sebagainya. Oleh karena itulah Allah Azza wa Jalla
memerintahkan hamba-hamba-Nya untuk mentadabburi ayat-ayat-Nya. Dia
Azza wa Jalla berfirman:

كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ إِلَيْكَ مُبَارَكٌ لِيَدَّبَّرُوا آيَاتِهِ
وَلِيَتَذَكَّرَ أُولُو الْأَلْبَابِ

Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan
berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayat-Nya dan supaya
orang-orang yang mempunyai fikiran mendapat pelajaran. [Shâd/38:29]

Imam Ibnu Jarîr ath-Thabari rahimahullah berkata, “Allah Azza wa Jalla
berkata kepada Nabi-Nya (Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam),
‘Al-Qur’ân ini ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu,
wahai Muhammad, penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan
ayat-ayat-Nya, agar mereka memperhatikan hujjah-hujjah Allah Azza wa
Jalla serta syari’at-syari’at yang ditetapkan di dalamnya, kemudian
mereka mendapat pelajaran dan mengamalkannya’”. [Tafsîr ath-Thabari,
21/190]

PETUNJUK ADALAH DENGAN MENGIKUTI AL-QUR’AN
Barangsiapa mengikuti al-Qur’ân, Allah Azza wa Jalla telah menjanjikan
petunjuk dan keamanan, sebaliknya orang yang berpaling darinya akan
tersesat dan celaka. Allah Azza wa Jalla berfirman:

قَالَ اهْبِطَا مِنْهَا جَمِيعًا ۖ بَعْضُكُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ ۖ
فَإِمَّا يَأْتِيَنَّكُمْ مِنِّي هُدًى فَمَنِ اتَّبَعَ هُدَايَ فَلَا
يَضِلُّ وَلَا يَشْقَىٰ وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ
مَعِيشَةً ضَنْكًا وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَىٰ

Allah berfirman: "Turunlah kamu berdua (Adam dan Iblis) dari surga
bersama-sama, sebagian kamu menjadi musuh bagi sebagian yang lain.
Maka, jika datang kepadamu petunjuk daripada-Ku, lalu barangsiapa yang
mengikut petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka. Dan
barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya
penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari
kiamat dalam keadaan buta". [Thâhâ/20:123-124]

Pada ayat di atas Allah Azza wa Jalla berfirman kepada Adam, Hawa dan
Iblis, “Turunlah kamu semua dari surga bersama-sama, sebagian kamu
menjadi musuh bagi sebagian yang lain”, maksudnya Adam dan
keturunannya akan menjadi musuh Iblis dengan keturunannya.

Firman Allah Azza wa Jalla , “Maka jika datang kepadamu petunjuk
daripada-Ku”, maksudnya para nabi, para rasul, dan penjelasan. Firman
Allah Azza wa Jalla , “Lalu barangsiapa yang mengikut petunjuk-Ku, ia
tidak akan sesat dan tidak akan celaka”, maksudnya tidak akan sesat di
dunia dan tidak akan celaka di akhirat. Firman Allah Azza wa Jalla ,
“Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku”, maksudnya menyelisihi
perintah-Ku dan perintah yang Aku turunkan kepada rasul-Ku dengan
berpaling darinya, melupakannya, dan mengikuti petunjuk selainnya,
“Maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit”, maksudnya di
dunia, dia tidak memperoleh ketenangan dan kelapangan dada, dadanya
menjadi sempit, sesak karena kesesatannya; walaupun dia
bersenang-senang secara lahiriyah, berpakaian, makan, dan tinggal
sekehendaknya. Namun, selama hatinya tidak mencapai keyakinan dan
petunjuk, maka dia selalu berada di dalam kegelisahan, kebingungan,
dan keraguan. Ini termasuk kesempitan hidup. Demikian juga termasuk
penghidupan yang sempit adalah siksa kubur.

Firman Allah Azza wa Jalla , “Kami akan menghimpunkannya pada hari
kiamat dalam keadaan buta”, maksudnya tidak tidak punya hujjah di
hadapan Allah Azza wa Jalla , atau dia akan dibangkitkaan dan digiring
menuju neraka dalam keadaan buta mata dan hatinya. [Lihat Tafsîr Ibnu
Katsîr, Surat Thâhâ, ayat 123-124]

NERAKA BAGI ORANG YANG MENGINGKARINYA
Kebahagiaan hakiki akan diraih oleh orang-orang yang mengikuti
al-Qur’ân. Sebaliknya, orang yang mengingkarinya, Allah Azza wa Jalla
mengancamnya dengan neraka, dan neraka adalah seburuk-buruk tempat
menetap. Allah Azza wa Jalla berfirman:

وَمَنْ يَكْفُرْ بِهِ مِنَ الْأَحْزَابِ فَالنَّارُ مَوْعِدُهُ ۚ فَلَا
تَكُ فِي مِرْيَةٍ مِنْهُ ۚ إِنَّهُ الْحَقُّ مِنْ رَبِّكَ وَلَٰكِنَّ
أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يُؤْمِنُونَ

Apakah (orang-orang kafir itu sama dengan) orang-orang yang mempunyai
bukti yang nyata (al-Qur`ân) dari rabb-Nya, dan diikuti pula oleh
seorang saksi (Muhammad) dari-Nya dan sebelum al-Qur`ân itu telah ada
kitab Mûsâ yang menjadi pedoman dan rahmat? Mereka itu beriman kepada
al-Qur`ân. Dan barangsiapa di antara mereka (orang-orang Quraisy) dan
sekutu-sekutunya yang kafir kepada al-Qur`ân, maka nerakalah tempat
yang diancamkan baginya, karena itu janganlah kamu ragu-ragu terhadap
al-Qur`ân itu. Sesungguhnya (al-Qur`ân) itu benar-benar dari rabbmu,
tetapi kebanyakan manusia tidak beriman. [Hûd/11:17]

Imam al-Baghawi rahimahullah berkata, “Firman Allah Azza wa Jalla ,
“Dan barangsiapa kafir kepadanya”, maksudnya kepada Muhammad
Shallallahu ‘alaihi wa sallam, ada juga yang mengatakan kepada
al-Qur’ân, “Dan sekutu-sekutunya”, yaitu dari kalangan orang-orang
kafir dari semua pemeluk agama, “Maka nerakalah tempat yang diancamkan
baginya”. [Tafsîr al-Baghawi 4/167]


BERPALING DARI AL-QUR’AN SEPERTI KELEDAI
Allah Azza wa Jalla menyerupakan orang-orang kafir yang berpaling dari
al-Qur’ân seperti keledai yang berpaling dan kabur dari seekor singa!
Alangkah buruknya permisalan bagi mereka itu!! Allah Azza wa Jalla
berfirman:

فَمَا لَهُمْ عَنِ التَّذْكِرَةِ مُعْرِضِينَ كَأَنَّهُمْ حُمُرٌ
مُسْتَنْفِرَةٌ فَرَّتْ مِنْ قَسْوَرَةٍ

Maka mengapa mereka (orang-orang kafir) berpaling dari peringatan
(Allah)? seakan-akan mereka itu keledai liar yang lari terkejut, lari
dari singa. [ al-Muddatsir/74:48-50]

Maksudnya, mengapa orang-orang kafir yang berada di hadapanmu
berpaling dari apa yang engkau seru dan peringatkan kepada mereka,
“Seakan-akan mereka itu keledai liar yang lari terkejut, lari dari
singa”, maksudnya, lari dan berpalingnya mereka dari kebenaran
seolah-olah keledai liar yang lari dari singa yang akan memburunya
atau dari seorang pemburu. [Lihat Imam Ibnu Katsîr pada tafsir ayat
ini; Muqaddimah Tafsîr Adhwâul Bayân]

BERPALING DARI AL-QUR’AN AKAN MEMIKUL BEBAN BERAT
Allah Azza wa Jalla juga menjelaskan bahwa orang yang berpaling dari
al-Qur`ân, maka dia akan memikul beban yang dia sangat berat. Allah
Azza wa Jalla berfirman:

مَنْ أَعْرَضَ عَنْهُ فَإِنَّهُ يَحْمِلُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وِزْرًا
خَالِدِينَ فِيهِ ۖ وَسَاءَ لَهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حِمْلًا

Sesungguhnya telah Kami berikan kepadamu dari sisi Kami suatu
peringatan (al-Qur`ân). Barangsiapa berpaling dari al-Qur'ân, maka
sesungguhnya ia akan memikul dosa yang besar di hari kiamat. Mereka
kekal di dalam keadaan itu, dan amat buruklah dosa itu sebagai beban
bagi mereka di hari kiamat. [Thâhâ/20:100-101]

SEBAB KEMULIAAN DAN KEHINAAN
Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla memuliakan sebagian manusia dengan
al-Qur’ân dan merendahkan sebagian yang lain. Allah Azza wa Jalla
berfirman:

فَذَرْنِي وَمَنْ يُكَذِّبُ بِهَٰذَا الْحَدِيثِ ۖ سَنَسْتَدْرِجُهُمْ
مِنْ حَيْثُ لَا يَعْلَمُونَ وَأُمْلِي لَهُمْ ۚ إِنَّ كَيْدِي مَتِينٌ

Maka serahkanlah (wahai Muhammad) kepada-Ku (urusan) orang-orang yang
mendustakan perkataan ini (al-Qur`ân). Kelak, Kami akan menarik mereka
dengan berangsur-angsur (ke arah kebinasaan) dari arah yang tidak
mereka ketahui. Dan aku memberi tangguh kepada mereka. Sesungguhnya
rencana-Ku amatlah kuat. [al-Qalam/68:44-45]

Al-Qur’ân adalah kitab yang sempurna. Kitab dari langit yang terakhir
turun dari Rabb semesta alam. Sesungguhnya seluruh kebaikan adalah
dengan mengikuti al-Qur’ân dan seluruh keburukan adalah dengan
berpaling darinya. Al-Qur’ân dapat menjadi hujjah yang akan membela
seorang hamba. Namun, juga dapat menjadi penghujat baginya. Maka
berbahagialah orang yang pertama itu, dan alangkah celakanya orang
yang kedua. Di dalam al-Qur`ân, terdapat janji kebaikan yang besar
bagi orang yang taat, dan ancaman keras bagi orang yang maksiat. Allah
Azza wa Jalla berfirman:

وَلَوْ جَعَلْنَاهُ قُرْآنًا أَعْجَمِيًّا لَقَالُوا لَوْلَا فُصِّلَتْ
آيَاتُهُ ۖ أَأَعْجَمِيٌّ وَعَرَبِيٌّ ۗ قُلْ هُوَ لِلَّذِينَ آمَنُوا
هُدًى وَشِفَاءٌ ۖ وَالَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ فِي آذَانِهِمْ وَقْرٌ
وَهُوَ عَلَيْهِمْ عَمًى ۚ أُولَٰئِكَ يُنَادَوْنَ مِنْ مَكَانٍ بَعِيدٍ

Dan seandainya Kami jadikan al-Qur`ân itu suatu bacaan dalam bahasa
selain Arab, tentulah mereka mengatakan: "Mengapa tidak dijelaskan
ayat-ayatnya?" Apakah (patut al-Qur`ân) dalam bahasa asing sedang
(Rasul adalah orang) Arab? Katakanlah: "Al-Qur`ân itu adalah petunjuk
dan penawar bagi orang-orang Mukmin. Dan orang-orang yang tidak
beriman, pada telinga mereka ada sumbatan, sedang al-Qur`ân itu suatu
kegelapan bagi mereka. Mereka itu adalah (seperti) yang dipanggil dari
tempat yang jauh". [Fushshilat/41:44]

KEADAAN UMAT
Walaupun kedudukan al-Qur’ân begitu agung, namun mayoritas umat Islam
di seluruh penjuru dunia di zaman ini berpaling dari tadabbur terhadap
kitab mulia ini, tidak peduli terhadap perkataan Pencipta mereka,
tidak mengambil adab dengan adab-adab yang diajarkan di dalam
al-Qur’ân, dan tidak berakhlak dengan akhlak mulia ajaran al-Qur’ân.
Mereka mencari hukum-hukum di dalam undang-undang sesat yang
menyelisihi al-Qur’ân. Bahkan orang-orang yang berusaha mengamalkan
adab dan akhlak al-Qur’ân direndahkan dan dihinakan.

Maka wahai saudaraku, jangan sampai banyaknya orang yang menjauhi
kitab Allah Azza wa Jalla itu menjauhkanmu darinya, dan jangan sampai
banyaknya orang-orang yang mencela orang yang mengamalkan al-Qur’ân
itu menjadikanmu terhina. Ketahuilah, sesungguhnya seorang yang
berakal lagi cerdas itu tidak akan peduli terhadap kritikan
orang-orang gila. Maka majulah menuju kitab Allah, bacalah, fahamilah
dengan bimbingan para Ulama Ahlus Sunnah. Semoga tempat kembalimu
adalah Jannah. Amîn.

(Lihat: Muqaddimah Tafsîr Adhwâul Bayân, karya Syaikh Muhammad al-Amîn
asy-Syinqîthi)

[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 09/Tahun XIII/1431H/2010M.
Penerbit Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo-Purwodadi Km.8
Selokaton Gondangrejo Solo 57183 Telp. 0271-858197 Fax 0271-858196]


------------------------------------

Website anda http://www.almanhaj.or.id
Berhenti berlangganan: [email protected]
Ketentuan posting : http://milis.assunnah.or.id/aturanmilis/
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke