MADINAH – Mantan seorang Islamophobia Belanda dan mantan anggota terkemuka
partai politisi sayap kanan Belanda Geert Wilders, Arnoud Van Doorn,
mengunjungi Masjid Nabawi di Madinah untuk berdoa dan meminta maaf karena
telah menjadi bagian dari film penghujatan (terhadap Islam).

Doorn merupakan salah satu pemimpin Partai Kebebasan (Freedom Party) yang
memproduksi film penghujatan (terhadap Islam), Fitna. Bulan lalu dia masuk
Islam setelah melakukan studi ekstensif tentang agama dan Nabi Muhammad
Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Dia mengatakan bahwa kemarahan di seluruh dunia terhadap film ini
membuatnya belajar tentang Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan
akhirnya menyebabkan masuk Islamnya dia.

Dia menuju Makkah untuk melakukan umrah setelah menemui dua imam Masjid
Nabawi, Syaikh Ali Al-Hudaifi dan Sheikh Salah Al-Badar, yang memberikan
pengetahuan kepada dia mengenai bagaimana menjadi seorang Muslim yang baik
dan menghadapi tantangan yang dihadapi Islam di Barat.

Seorang anggota parlemen Belanda dan Dewan Kota Den Haag, Doorn mengumumkan
keputusannya untuk memeluk Islam pada akun Twitter-nya. Dia juga
mengeposkan tweet dalam bahasa Arab menyatakan bahwa “tidak ada Tuhan
selain Allah dan Muhammad adalah Nabi-Nya.”

Pada awalnya, pengguna lain menganggap berita ini sebagai lelucon.
Bagaimanapun, sebagai seorang pendukung aktif dari pembenci Islam terkenal
dari Belanda, Wilders, ia berulang kali menyetujui pernyataan dan tindakan
publik Islamofobia, dan secara pribadi berpartisipasi di dalamnya.

Tapi Doorn, yang kini menjabat sebagai penasihat daerah di Balaikota di Den
Haag, secara pribadi menegaskan keputusannya untuk memeluk Islam dalam
sebuah surat resmi yang ditujukan kepada walikota.

Baru-baru ini, politisi ini mengajukan permohonan resmi kepada wali kota
untuk mengizinkan dia untuk melakukan shalat wajib bagi umat Islam selama
jam kerjanya.

“Aku bisa mengerti orang-orang bersikap skeptis, terutama terhadap hal yang
tidak terduga bagi kebanyakan mereka,” kata Doorn di saluran satelit
Al-Jazeera English.

“Ini adalah keputusan yang sangat besar, yang tidak saya anggap enteng.”

“Orang-orang dalam lingkaran dekat saya sendiri tahu bahwa saya telah
secara aktif meneliti Al-Qur’an, Hadits, Sunnah dan tulisan-tulisan lainnya
selama hampir satu tahun sekarang,” katanya.

“Selain itu, saya telah memiliki banyak percakapan dengan Muslim tentang
agama (Islam ini).”

Didorong oleh wacana anti-Islam partainya, Doorn memutuskan untuk mencari
sendiri kebenaran tentang agama ini.

“Saya telah mendengar begitu banyak cerita negatif tentang Islam, tapi saya
bukan orang yang mengikuti pendapat orang lain tanpa melakukan penelitian
saya sendiri,” katanya. “Karena itu, saya telah benar-benar mulai untuk
memperdalam pengetahuan saya tentang Islam karena penasaran.”

Pria 46 tahun ini tetap melanjutkan berkarir di Dewan kota Den Haag sebagai
calon independen sejak berpisah dari partai Wilders. Keputusan Doorn untuk
memeluk Islam telah meraih beragam reaksi di Belanda.

“Menurut beberapa orang saya pengkhianat, namun menurut kebanyakan lainnya
saya telah benar-benar membuat keputusan yang sangat baik,” katanya kepada
Al-Jazeera.

“Reaksi umumnya positif dan saya juga menerima beberapa dukungan melalui
Twitter.

“Rasanya baik bahwa orang-orang yang tidak mengenal saya secara pribadi
telah memahami situasi saya dan mendukung saya dalam pilihan saya.”

Ketika ditanya apakah ia sekarang menyesal bergabung dengan Partai
Kebebasan, dia menjawab: “Saya telah belajar bahwa setiap pengalaman dalam
hidup memiliki maksud. Namun, dengan pengetahuan yang saya miliki saat ini,
saya pasti akan membuat pilihan yang berbeda. ”

Untuk politisi Belanda ini, menemukan Islam akhirnya menuntun dia ke jalan
yang benar dalam hidupnya. “Saya telah membuat kesalahan dalam hidup
seperti banyak orang lain. Dari kesalahan-kesalahan ini saya telah belajar
banyak,” kata Doorn.

“Dan dengan masuknya saya ke dalam Islam, saya memiliki perasaan bahwa saya
akhirnya menemukan jalan saya. Saya menyadari bahwa ini adalah awal yang
baru dan bahwa saya masih harus banyak belajar.”

*Sumber:*
http://www.saudigazette.com.sa/index.cfm?method=home.regcon&contentid=20130422162428

Kirim email ke