Awas Dukun !!! <http://cintasunnah.com/awas-dukun/>
http://cintasunnah.com/awas-dukun/

* FENOMENA MARAKNYA PERDUKUNAN*



Maraknya kepercayaan masyarakat terhadap pengobatan alternatif cukup kuat,
tak Cuma jamu tradisional dan pijat refleksi, tapi pengobatan lewat makhluk
halus seperti jin banyak diminati.

               Konglomerat jin, misalnya juga ikut laris, para normal
menurut istilah kerennya, dukun menurut istilah kampungnya, orang pintar /
tua menurut istilah jawanya…telah bermunculan dimana-mana.

               Sebutan boleh berbeda – beda, namun hakikatnya tetap sama,
sama-sama menyimpang dan merusak aqidah islam yang benar.
Trend sosialisasi dukun

*               *Gelar paranormal akhir-akhir ini semakin mencuat. Di
Surabaya misalnya ada gelar paranormal, di Surakarta ada gelar penyembuhan
supra natural, di Yogyakarta ada nuansa supra natural yang ternyata
peminatnya kian membludak, lebih-lebih di dukung pula dengan media visual
dan audio visual.

               Sebagaimana lazimnya kegiatan tersebut di barengi dengan
acara seperti praktek jasa para normal, demo ilmu gaib, bursa batu mulia
dan lain-lain.

               Khusus di Yogya, setiap malam masih diadakan acara saresehan
yang  dihadiri dukun – dukun

Pakar. Diantaranya ahli primbon, betaljemur, dukun ahli pengobatan, dukun
ahli perkutut, ahli ramal dan dukun pawang hujan.

               Para tokoh paranormal laki-laki dan perempuan datang dari
berbagai penjuru antara lain, Jakarta, Surabaya, Malang, Madiun, Pati dan
Yogyakarta sendiri.masing-masing membuka praktek sesuai keahlianya.

               Melihat sekilas dari beberapa kegiatan diatas, nampaknya
dunia klenik dan perdukunan secara mencolok telah menjamur di segenap
pelosok tanpa malu-malu sekalipun dengan sebutan yang berbeda-beda.

               Banyak masyarakat indonesia yang tidak berpegang kepada
aqidah yang benar selalu menjadikan orang pintar, paranormal, dukun, tabib
dan sebangsanya menjadi tempat bertanya, tempat mengadu, tempat mencurahkan
segala keluh kesah dan tempat bersandar.

               Tidak jarang mereka justru menjadi pihak yang lebih
dipercaya petuah-petuahnya dan lebih dipatuhi titahnya dari pada syari’at
islam dan orang tuanya sendiri.

               Itu mencakup segala persoalan, mulai dari masalah kesehatan,
jodoh, pangkat, rizki…sampai pada masalah santet dan tenung.

               Orang sakit parah (dokter katanya sudah angkat tangan)
datang kepada dukun, tabib atau yang sebangsanya. Orang ingin cepat
mendapat jodoh, cepat

Naik pangkat, cepat kaya juga datang ke tempat orang pintar ini.
Seolah-olah mereka adalah orang-orang yang serba bisa dan serba mampu
mengatasai masalah.

               Trik-trik yang sering mereka gunakan seperti :” inikan hanya
ikhtiyar, yang menentukan kan Tuhan “. Adalah trik-trik jitu yang sangat
efisien untuk memperdayakan orang-orang awam muslim yang bodoh.

*Realita yang menantang.*

               Itulah salah satu kenyataan realistik yang tidak boleh
dipandang dengan sebelah mata. Ini fakta yang sangat memprihatinkan.
Siapapun da’I yang bertanggung jawab, tidak boleh membiarkan umat
terjerumus dalam jurang kemusyrikan.

               Realita ini merupakan fenomena yang aneh. Aneh tapi nyata.
Orang berakal sehat akan bertanya-tanya, mengapa di zaman tekhnologi dan
komunikasi yang serba canggih ini ternyata klenik, mistik, dan perdukunan
masih lengket, bahkan terkesan semakin lengket dengan kehidupan masyarakat ?

               Adalah kabar yang tak bisa ditutup tutupi bahwa tokoh-tokoh,
pemuka masyarakat dan para pegawai tinggi maupun rendahan banyak yang masih
menyerahkan persoalan kehidupan kepada paranormal. Yang maju memang
tekhnologinya tapi jiwa dan aqidah masyarakat banyak yang masih rapuh dan
terbelakang.

               Sebab  utama  dari  semua  itu  adalah  karena

Tauhidnya kepada Allah masih belum benar, atau bahkan belum ada sama
sekali. Apalagi kecenderungan manusia lebih suka dengan hal-hal yang cepat
terwujud

Dalam bentuk nyata di dunia dan tidak sabar menghadapi wujud nyata yang
akan datang nanti di akhirat. Mereka amat suka bila sekarang di dunia
memperoleh kebaikan duniawi sekalipun harus menempuh cara yang salah.

               Melihat fenomena ini, maka upaya paling utama adalah dengan
memahamkan hakikat tauhid, dan menanamkan rasa tawakkal yang kuat hanya
kepada Allah saja.
siapakah dukun itu  ?

               imam Bukhary dalam shahihnya, kitab Ath Thibb telah membuat
bab tersendiri berjudul *bab al kahanah* yakni bab tentang perdukunan.

               Dalam keterangannya, Al hafidz Ibnu Hajar mengatakan bahwa
:” *al kahanah *ialah pekerjaan mengaku-aku tahu tentang ilmu ghaib,
seperti pemberitaan mengenai apa yang bakal terjadi di muka bumi dengan
penyandaran terhadap sebab, asal usulnya berasal dari kabar jin yang
mencuri dengar perkataan malaikat, kemudian hasil curiannya tersebut
disampaikan ke telinga dukun “. (fathul bary 10/216).

               Selanjutnya beliau memberikan penjelasan tentang pengertian
dukun, katanya :” dukun ialah sebuah istilah yang digunakan untuk menyebut
seorang tukang ramal, atau orang  yang  suka  menebak  sesuatu

dengan menggunakan batu kerikil, atau seorang ahli nujum. Juga di gunakan
untuk menyebut orang yang suka (memberikan jasa) mengatasi persoalan atau
memenuhi kebutuhan orang lain (misalnya pengobatan alternatif lewat
kekuatan gaib –pen).
Tanda-tanda dukun

*               *Jika didapati pada seseorang salah satu dari tanda berikut
ini, maka dapat disimpulkan bahwa ia adalah dukun, sekalipun ia memakai
sorban atau memakai kerudung, diantara tanda-tandanya yaitu :

*1*.   suka bertanya nama pasien dan nama ibunya.

*2*.  suka mengambil sesuatu yang biasa dipakai pasien, seperti baju, peci,
sapu tangan dan lain-lain.

*3*. terkadang meminta binatang dengan sifat-sifat tertentu untuk
disembelih, kadang darahnya dioleskan kebagian-bagian tubuh yang sakit,
atau dibuang ketempat angker.

*4*.  suka menuliskan rajah-rajah.

*5*. membaca mantera-mantera jimat atau huruf-huruf rajah yang tidak bisa
difahami.

*6*. memberi bungkusan hijib kepada pasien yang berisi huruf-huruf dan
angka-angka.

*7*. kadang menyuruh pasien untuk menjauhi manusia beberapa waktu dengan
menyepi dan mengurung diri dalam sebuah kamar gelap yang disebut oleh orang
awam sebagai hujbah.

*8*. kadang minta  pasien  untuk  tidak  menyentuh air selama beberapa
hari, biasanya 40 hari.

*9*.    memberi sesuatu kepada pasien untuk ditanam di dalam tanah.

*10*.  memberi lembaran kertas kepada pasien untuk dibakar, lalu asapnya
digunakan untuk mengasapi dirinya.

*11*. berkomat-kamit dengan bahasa yang tidak difahami.

*12*.  terkadang memberi tahu kepada pasien tentang namanya, kampung
halamannya, kesulitan yang dihadapi sebelum si pasien memberitahu.

*13*.   terkadang menuliskan huruf-huruf  untuk si pasien diatas kertas
hijib untuk dimasukkan kedalam bejana putih berisi air, kemudian meminumnya.

(Asharimul battar hal. 77-78 karya Abdussalam bali).

               Perlu diketahui bahwa kesaktian paranormal itu bertingkat
tingkat, sesuai dengan ketinggian jin yang menjadi kawannya. Lebih hebat
jinnya maka harus lebih hebat pula kemusyrikan yang diperbuatnya.

               Bahkan sampai ada yang menjadikan mushaf al qur’an sebagai
alas kaki pada waktu buang air besar di WC, agar yang datang kepada dirinya
adalah setan/jin yang sangat sakti. Bahkan kalau perlu berkawan dengan
iblis sekalian !!

               Adalah satu keniscayaan, bahwa antara dukun dengan segala
istilah dan tingkatannya, serta iblis yang meliputi seluruh bala tentaranya
saling bahu membahu dalam kemaksiatan dan kesyirikan, memerangi kebenaran
dan menghiasi kemaksiatan dan kesirikan dengan kata-kata indah yang
menggiurkan.

*Sumber ilmu paranormal / dukun.*

               Imam Bukhary dalam sahihnya meriwayatkan dari Aisyah
radliyallahu’anha, beliau berkata :” orang-orang bertanya kepada Rosulullah
sallallahu ‘alaihi wasallam tentang para dukun. Maka beliau menjawab :”
tidak ada apa-apanya “. Maka para sahabat berkata :” Ya Rosulallah, mereka
kadang – kadang bisa menceritakan sesuatu yang benar kepada kami “. Maka
Rosulullah Sallallahu ‘alaihi wasallam menjawab :

تلك الكلمة من الحق يخطفها الجني فيقرها في أذن وليه فيخلطون معها مئة كذبة

“*Kalimat tersebut berasal dari kebenaranyang dicuri dari seorang jin (dari
langit), kemudian dituangkan kedalam telinga walinya (dukun), maka mereka
mencampurkan kalimat yang berisi satu kebenaran tersebut dengan seratus
kebohong*an “. (no 5762).

               Dalam hadits tersebut ada beberapa pelajaran yang dapat
dipetik, diantaranya :

   1. bahwa dukun terkadang benar, tapi kebohongannya jauh lebih banyak.
   2. Bahwa jiwa manusia cenderung lebih mudah tergoda untuk menerima
   kebatilan. Misalnya, sekali dukun terbukti benar, maka jiwa akan
   terpengaruh untuk selalu memegang satu kebenaran yang pernah terbukti,
   sementara ia tidak akan menganggap adanya sekian banyak kebohongan yang
   dilakukan para dukun.
   3.


   1. 3. Bahwa apabila sesuatu mengandung kebenaran, maka tidak berarti
   sesuatu itu seluruhnya benar.
   2.
   3.                Imam Bukhary menyebutkan riwayat lain dari Abu
   Hurairah, Nabi bersabda :” Apabila Allah memutuskan perkara dilangit, para
   malaikat memukulkan sayapnya karena tunduk mendengar firmanNya, seolah-olah
   (suara firmanNya) bak gemerincing rantai besi yang terlempar pada batu.
   Maka ketika rasa takut telah hilang dari hati malaikat, mereka bertanya :”
   apa yang telah dikatakan Rabbmu ? malaikat lain menjawab :” Allah telah
   mengatakan al haq, sedangkan Dia Maha Tinggi dan Maha Besar. Maka disaat
   itu ada setan pencuri kabar yang mendengarkannya. Dan setan-setan itu
   seperti ini…sebagian yang satu naik keatas sebagian yang lain. Kemudian
   setan pencuri kabar tersebut berhasil mendengarkan kalimat (wahyu dari
   Allah), lalu ia sampaikan kepada setan yang berada dibawahnya, setan yang
   dibawahnya menyampaikan kalimat tersebut kepada setan yang dibawahnya lagi
   sampai akhirnya sampai kelidah tukang sihir atau dukun. Terkadang setan
   tersebut keburu diterjang bintang api sebelum sempat meyampaikan kalimat
   tersebut, terkadang mereka berhasil meyampaikannya kemudian ditambahkan
   dengan seratus kebohongan bersama dengan kalimat kebenaran yang dicurinya
   tadi. Akibatnya orang-orang berkata :” Bukankah  dukun  itu
   4. Telah berkata kepada kami hari begini dan begini (dengan benar)
   demikian dan demikian ? walhasil si dukun dipercayai orang karena satu
   kalimat benar yang didengarnya dari langit “. (no. 4800).
   5.                Hadits diatas menunjukkan bahwa sumber ilmu para dukun
   berasal dari pengabaran para setan yang mencuri kabar langit kemudian di
   campuri dengan seratus kebohongan.
   6.                Tapi sayang, orang lebih tertipu dengan satu kebenaran
   dan melupakan seratus kebohongan yang dikatakan oleh para dukun.

Asal usul mengapa seseorang menjadi dukun

Ada beberapa sumber cara hingga seseorang menjadi dukun, diantaranya  :

*1*. bersumber dari warisan nenek moyang secara turun temurun.

               Ini biasanya karena jin-jin (khadam) yang dimiliki nenek
moyang kemudian akrab dan menjadi pengasuh serta berkuasa atas anak
keturunannya.

*2*. bersumber dari apa yang mereka sebut kasyaf, ilham, wangsit atau
renungan.

               Mereka beranggapan, bahwa dari sanalah mereka dapat
mengetahui ilmu ghaib atau ilmu laduni. Dengan dasar itulah mereka
mengklaim bahwa dirinya adalah wali yang mendapat karamah, dan makhluk
halus yang berbicara  dengan  dirinya  adalah  malaikat.

Akibatnya orang awam banyak yang datang untuk meminta berkah kepada mereka
atau meminta agar kebutuhannya dapat dipenuhi.

               Ini jelas merupakan kebohongan yang nyata. Sesungguhnya
mereka memang wali, tapi *wali setan*, sama sekali bukan wali Allah.
Sedangkan daya linuwih yang mereka sebut sebagai karamah atau ilmu laduni
sebenarnya hanyalah sihir. Dan makhluk halus yang disangka malaikat tidak
lain hanyalah jin dan setan.

               Allah Ta’ala menegaskan dalam firmanNya :

وَإِنَّ الشَّيَاطِيْنَ لَيُوْحُوْنَ إِلىَ أَوْلِيَائِهِمْ لِيُجَادِلُوْكُمْ

“*sesungguhnya setan itu membisikkan (wahyunya) kepada kawan-kawannya agar
mereka membantah kamu…*(Al An’am : 121).

               Al Hafidz Ibnu Katsir berkata :” Ibnu ‘Abbas berkata :”
wahyu itu ada dua macam, wahyu dari Allah dan wahyu dari setan… wahyu dari
setan diberikan kepada kawan-kawannya dengan tujuan menyerang para pengikut
kebenaran “.

*3*. bersumber dari benda-benda yang keramat.

               Atau istilah sekarang benda-benda mulia seperti batu mulia,
kayu bertuah, wesi aji, kulbuntet, merah delima, qur’an stambul dan
lain-lain.

               Benda-benda tersebut konon bisa didapatkan dari para nenek
moyang atau dari makhluk halus melalui tapa, semedi, atau beli dari para
dukun.
BAHAYA DUKUN DAN PERDUKUNAN



*               *Islam memandang perdukunan sebagai suatu perbuatan yang
berbahaya yang dapat mengancam aqidah seseorang yang berakibat menjadi
batal keislamannya, diantara bahaya dukun dan perdukunan adalah :

   1. sihir adalah salah satu pembatal keislaman.

               Para ulama memasukkan sihir salah satu pembatal keislaman
sebagaimana yang disebutkan oleh Syeikh Muhammad At Tamimy dalam kitab
beliau “ *Nawaqidlul islam* “ (pembatal-pembatal islam). Berdasarkan firman
Allah Ta’ala :

وَمَا يُعَلِّماَنِ مِنْ أَحَدٍ حَتىَّ يَقُوْلاَ إِنَّماَ نَحْنُ فِتْنَةٌ
فَلاَ تَكْفُرْ

“ *Dan keduanya (harut dan marut) tidak mengajari seseorang (ilmu sihir)
kecuali setelah mengatakan kepadanya :” sesungguhnya kami ini hanyalah
cobaan (buatmu) maka janganlah kamu menjadi kafir*…” (QS 2 : 102).

               Ibnu Abbas berkata menafsirkan ayat tersebut :” apabila ada
orang yang datang kepada keduanya (Harut & Marut) untuk belajar sihir,
keduanya melarang dengan keras dan berkata :” kami ini hanyalah cobaan
untukmu maka janganlah kamu mejadi kafir, karena keduanya mengajarkan
kebaikan dan keburukan, keimanan dan kekafiran. Dan mengetahui bahwa sihir
termasuk kekafiran…”.

2. mengaku-aku tahu yang ghaib adalah termasuk menyekutukan Allah dalam
kerububiyahan-Nya.

               Allah mengabarkan bahwa tidak ada yang mengetahui yang ghaib
kecuali Allah, firmanNya :

ُقلْ لاَ يَعْلَمُ مَنْ فِي السَّماَوَاتِ وَالأَرْضِ الْغَيْبَ إِلاَّ اللهُ

“ *Katakanlah : Tidak ada siapapun dilangit dan di bumi yang mengetahui
perkara yang gaib kecuali Allah* “. (QS An Naml : 65).

               Ibnu Katsir berkata :” Allah memerintahkan RosulNya untuk
menyampaikan bahwa siapapun dari penghuni langit dan bumi tidak ada yang
mengetahui perkara ghaib kecuali Allah saja “. (3/452).

               Allah memberitahu kabar gaib hanya kepada RosulNya saja (QS
Al Jinn : 26). Dan membantah keyakinan bahwa para jin itu mengetahui gaib,
firmanNya :”*Maka tatkala Kami memenetapkan kematian Sulaiman, tidak ada
yang menunjukkanya kepada mereka kecuali rayap yang memakan tongkatnya.
Maka saat ia tersungkur, para jinpun tahu bahwa kalaulah mereka tahu yang
gaib tentu mereka tidak akan tetap di dalam siksa yang menghinakan “. *(QS
Saba’ : 14).

               Menurut Ibnu Abbs, Mujahid, Hasan Al Bashry, Qatadah dan
yang lainnya, dalam waktu yang lama kematian Nabi Sulaiman tidak diketahui
hingga rayap memakan tongkatnya dan Nabi Sulaiman jatuh tersungkur  ke
bumi. Baru  kemudian  nyatalah  kepada jinn dan manusia, bahwa jin tidak
mengetahui yang gaib. (Tafsir Ibnu Katsir 3/638-639).

               Praktek-praktek perdukunan, seperti melihat nasib baik buruk
seseorang, mencari barang yang hilang, mengetahui ihwal orang lain, dan
yang semacam itu melalui cara semisal membaca garis tangan seseorang,
menghubungkana nasib dengan huruf, juz, atau ayat-ayat tertentu, melihat
dalam mangkuk dan lain sebagainya merupakan perkara kekafiran dan dosa yang
sangat besar sebagaimana yang disebutkan oleh imam Adz Dzahaby dan Ibnu
Hajar Al Haitamy.

3. Dukun menyekutukan Allah dalam keuluhiyahanNya.

               Suatu yang biasa bila dukun mendekatkan diri kepada jin
dengan berbagai macam bentuk ibadah seperti menyembelih untuk jin (roh),
padahal Rosulullah melaknat orang yang menyembelih untuk selain Allah (HSR
Muslim) dan menyembelih adalah ibadah yang hanya diperuntukkan kepada
Allah, orang yang memalingkannya kepada selain Allah telah berbuat syirik
besar.

               Mereka juga minta perlindungan dan bantuan jinn sedangkan
keduanya adalah ibadah yang harus ditujukan hanya  kepada Allah, walhasil
seorang dukun semakin kuat ketaatannya kepada jin (khadamnya) maka semakin
senang pula jinn kepadanya, dan keduanya saling menikmati satu sama lainnya.

Hal itu telah Allah kabarkan dalam firmanNya

“ *Dan ingatlah hari Allah menghimpun mereka semua, (dan Allah berfirman):
hai golongan jin (setan) sesungguhnya kalian telah banyak menyesatkan
manusia. Lalu berkata kawan-kawan mereka dari golongan manusia : Ya Rabb
kami, sesungguhnya sebagian dari kami telah mendapat kesenangan dari
sebagian lainnya, dan kami telah sampai kepada waktu yang telah Engkau
telah tentukan bagi kami. Allah berfirman : Neraka itulah tempat tinggal
kalian, kekal selama-lamanya, kecuali Allah menghendaki lain. Sesungguhnya
Rabbmu Maha Bijaksana dan Maha Tahu “ * (QS Al An’am : 128).

4. Mendatangi dukun dan mempercayainya adalah kekafiran terhadap apa yang
diturunkan kepada Nabi Muhammad Sallallahu’alaihi wasallam.

               Dalam hadits sahih Nabi bersabda :

من أتى كاهنا فصدقه بما يقول فقد كفر بما أنزل على محمد

*“Barang siapa mendatangi dukun dan membenarkan apa yang ia katakan, sunguh
ia telah kufur terhadap apa yang diturunkan kepada Muhamad”. *HR Ahmad,
sahih).

5. Dukun memperolok agama Allah.

               Diantara dukun ada yang menulis al qur’an dengan kotoran
manusia, ada pula yang menjadikannya sebagai alas kaki ketika  buang
hajat,  ini  jelas  sebuah Perbuatan yang keji dan kemurtadan yang terang,
diantara mereka ada yang mencari kekuatan dengan cara membaca ayat-ayat
tertentu sehingga tidak mempan di bacok, dapat menjatuhkan orang dari jarak
jauh.

               Hal itupun merupakan perbuatan memperolok ayat-ayat Allah,
setan dapat masuk kepada manusia dengan cara yang bid’ah tersebut. Karena
al qur’an tidaklah turun untuk hal itu tapi sebagai peringatan kepada
manusia dan pemberi kabar gembira.

6. sihir adalah perkara yang dapat membinasakan  pelakunya di dunia dan
akhirat.

               Nabi bersabda :” *jauhilah tujuh perkara yang membinasakan ;
menyekutukan Allah, sihir, membunuh jiwa yang diharamkan, memakan riba,
memakan harta anak yatim, lari dari medan jihad, dan menuduh wanita
muslimah yang menjaga kehormatannya telah berbuat zina “.*(Muttafaq ‘alaih).

7. Sihir menzolimi orang lain.

               Sering kali dukun menyakiti orang lain dengan santet, pelet,
dan sejenisnya, mengguna-guna orang sehingga hidupnya hancur, jelas ini
adalah kezaliman yang tidak akan Allah biarkan.

*Wallahu a’lam.*

Kirim email ke