و عليكم السلام و رحمة الله و زادك الله حرس Ilmu nahwu dalam bahasa arab sebaiknya dipelajari secara bertahap, jangan dulu masuk kedalam suatu kalimat yg kompleks sebelum menguasai dasar2 ilmu nahwu, maka pertanyaan tentang kaidah nahwu surat an-nas, alfaatihah, alfalaq dan al-ikhlash lebih baik langsung ditanyakan kepada utadz/ustadzah ukhti sendiri, karena beliau yg lebih tau kapasitas ukhti saat ini. Idhofah mudahnya diartikan sebagai bentuk kepemilikan contoh: rosululloh (rosul milik Allah) .Betul Malikinnas adalah bentuk idhofah, lalu mengapa mudhofnya (malik) berakhiran i (kasroh) bukan u (dommah)? Karena kata malikinnas posisinya sebagai badal (pengganti) dari kata robbi pada ayat qul a’udzubirobbinnaskarena robbi disini I’robnya adalah majrur (alamat majrurnya kasroh) maka i’rob badalnya yaitu malik juga majrur (kasroh). sedangkan al-ladzii di ayat "al-ladzii yuwaswisufii shuduurinnas" posisinya adalah faa'il (pelaku) maka kata sesudahnya (yuwaswisu) adalah fi'il (kata kerja). adapun ma'rifat yg kata sesudahnya ma'rifat juga apabila kata tersebut berada di dalam sebuah kalimat yg posisinya sebagai sifat-mausuf atau na'at-man'ut contohnya ar-rahmaan ar-rahiim و الله أعلام ابو علية
----- Forwarded Message ----- From: muthmainnah.husna <[email protected]> To: [email protected] Sent: Thursday, July 4, 2013 9:19 PM Subject: [assunnah] Tanya Kaidah Nahwu untuk Surat An-Naas, Alfaatihah, Al-Falaq, dan al-ikhlash Assalamu'alaikum. Alhamdulillah bini'matihi tatimmusshoolihat... 'Afwan jika memunculkan topik baru. Ana baru belajar bahasa arab tingkat dasar, bahasa arab adalah bahasa yang akan dipakai oleh para penghuni syurga, dan Al-quran diturunkan dalam bahasa arab. Insya Allah, akan banyak sekali manfaat jika kita saling mengajarkan bahasa arab yang fasih di milis ini, selain menyampaikan taushiyah kajian sunnah. Yang ana ingin tanyakan: ***Bisakah antum/antunna menjelaskan kepada ana tentang kaidah nahwu yang ada pada ayat pertama surat an-naas, alfaatihah, alfalaq, dan al-ikhlash sampai ayat terakhir??? Ana kurang paham dengan istilah idhofah, idhofah itu kan penyandaran satu kata pada kata lain, contohnya rosululloh. Nah, apakah kata 'malikinnas' termasuk bentuk idhofah? kenapa mudhofnya berakhiran i, bukankah seharusnya u? Lalu tentang "al-ladzii yuwaswisufii shuduurinnas", al-ladzii itu kan bentuknya ma'rifat, apa dampaknya bagi kata sesudahnya, apakah ikut ma'rifat juga?? Jazakumullohu khoiir atas bantuannya menjawab pertanyaan ana ini.....
