SOLUSI PENYAKIT MAAG TANPA MENGOBATI?
http://almanhaj.or.id/content/2791/slash/0/solusi-penyakit-maag-tanpa-mengobati-bisakah-penderita-sakit-maag-berpuasa/
Kebanyakan orang sudah kenal dengan sakit maag. Sehingga terkadang juga bisa
mengantisipasinya bila terserang gejala penyakit ini. Dalam istilah kedokteran,
penyakit maag disebut gastritis atau peradangan lambung. Untuk gejala yang
lebih ringan sering disebut dengan dyspepsia.
DAERAH LAMBUNG YANG TERKENA
Gastritis terjadi pada organ lambung. Organ ini terletak di sebelah kiri rongga
dada dengan posisi miring ke bawah, menjorok ke kanan mendekati ulu hati.
Kadang-kadang, orang dengan sakit ini akan menunjuk atau memegang perut sebelah
kiri atau uluhati, tepat di,bawah tulang dada.
Di lokasi lambung inilah proses pencernaan makanan terjadi. Untuk selanjutnya
diteruskan ke usus di bawahnya. Dalam proses pencernaan tersebut dikeluarkan
beberapa cairan asam lambung untuk membantu proses penghancuran makanan.
ASAM LAMBUNG BERLEBIHAN
Terjadinya gastritis atau peradangan lambung, pada awalnya karena asam lambung
yang berlebihan. Asam lambung yang semula membantu lambung malah merugikan
lambung. Asam lambung akan merusak dinding lambung itu sendiri, karena sifat
asam yang korosif (mengikis). Faktor yang memicu produksi asam lambung
berlebihan, di antaranya beberapa zat kimia, seperti alkohol, umumnya obat
penahan nyeri, asam cuka. Juga beberapa makanan atau minuman yang bersifat
asam, makanan dengan bumbu yang bersifat asam dan sebagainya. Makanan yang
pedas serta bumbu yang merangsang, semisal jahe, merica, juga akan memicu
produksi asam lambung.
Faktor psikis atau kejiwaan seseorang bisa pula meningkatkan produksi asam
lambung. Selain itu, penyakit maag juga bisa disebabkan infeksi bakteri
tertentu, misalnya helicobacter pylori yang merupakan bakteri normal dalam
lambung, yang dalam kondisi tertentu bisa menjadi abnormal, yang akhirnya
merangsang asam lambung. Gastritis juga bisa disebabkan alergi terhadap makanan
tertentu, misalnya ikan, coklat dan lain-lain.
KELUHAN DAN GEJALA
Pada awalnya, seseorang yang terserang penyakit ini mengabaikannya saja, yaitu
rasa perih dan kembung di ulu hati. Kemudian berlanjut dengan mual disertai
muntah. Pada saat ini, biasanya penderita baru menyadari sakitnya. Keadaan ini
berlanjut dengan berkurangnya nafsu makan. Bila hal ini terus dibiarkan, akan
berakibat semakin parah dan akhirnya asam lambung akan membuat luka-luka
(ulkus) yang dikenal dengan tukak lambung. Muntah pun bisa disertai dengan
darah.
Keadaan gastritis akut (mendadak) juga bisa terjadi pada anak-anak yang menelan
zat-zat kimia korosif, misalnya asam dan basa kuat. Pada umnumnya zat ini
terdapat pada cairan kebersihan rumah tangga maupun pestisida. Kerusakan akibat
zat ini tidak hanya di lambung, tetapi juga di bibir, rongga mulut dan
tenggorokan.
BAGAIMANA SOLUSINYA?
Bila penyakit maag ini sudah disadari oleh penderitanya, sebenarnya sangat
mudah mengatasinya. Artinya, tidak dibiarkan berlanjut terus sehingga menjadi
tukak lambung. Prinsip penangannannya adalah diet atau pengaturan makan. Jangan
dibiarkan perut lama dalam keadaan kosong. Keadaan kosong ini bisa menyebabkan
asam lambung yang sudah diproduksi tidak mempunyai bahan untuk dicerna atau
digilas, dan pada akhirnya dinding lambung sendiri yang menjadi sasarannya.
Jangan terlalu banyak mengkonsumsi makanan atau minuman pedas dan asam. Hindari
makanan berlemak, karena lemak memang sulit dicerna oleh lambung. Selain itu,
tekstur makanan sebaiknya lembut (lunak).
Sering-seringlah minum air putih, karena bisa mengurangi sifat asam dari
makanan atau minuman tersebut. Kurangi mengkonsumsi minuman teh, kopi atau soft
drink. Porsi makanan sebaiknya tidak terlalu banyak, tetapi sedikit dengan
frekuensi sering.
Bila harus mengkonsumsi obat-obatan penahan nyeri (analgetik), maka sebaiknya
diminum setelah makan dan tidak dalam keadaan kosong.
Bila disiplin dalam mengatur makan ini, insya Allah penyakit maag bisa membaik
tanpa diobati. Seandainya perut masih melilit dan mual terus-menerus, maka
obat-obatan untuk menetralkan asam lambung sangat membantu meringankan
penderitaan. Misalnya, obat-obatan antasida. Bila dengan obat ini belum bisa
teratasi, maka sebaiknya berkonsultasi dengan dokter. Kadang kala diperlukan
obat penenang untuk pengobatannya.
WASPADA BAGI WANITA HAMIL MUDA
Wanita saat hamil muda yang sebelumnya mempunyai riwayat penyakit maag, sangat
beresiko kambuh, apalagi saat mengidam.
Saat mengidam, terkadang ibu hamil muda tidak berselera makan, mual dan muntah
(emesis gravidarum) akibat pengaruh hormone chorionic gonadotropin. Karena
perut sering dalam keadaan kosong, maka sakit tidak bisa dihindari. Begitupun
sebaliknya, penyakit maag yang diderita sebelumnya bisa memperburuk masa
mengidam wanita hamil, yaitu mual muntah berlebihan (hiperemesis gravidarum).
Oleh karena itu hindari lebih dahulu makanan yang merangsang lambung. Selain
itu tablet penambah darah sementara jangan dikonsumsi dulu, mengingat obat ini
juga mengiritasi lambung.
PENCEGAHAN
Sangat mudah menghindari penyakit maag. Yaitu tidak makan dan minum pedas
maupun asam secara berlebihan, pola makan seimbang (tidak berlebihan lemaknya),
dan teratur. Hindari berlebihan minum kopi, teh, soft drink. Lebih aman dengan
sering minum putih.
Namun demikian, seseorang bisa terserang sakit maag karena pengaruh ras,
keturunan dan kebiasaan makannya. Mungkin saja orang dengan ras tertentu sudah
terbiasa dengan makanan yang merangsang, tetapi tidak ada keluhan lambung,
misalmya suku Minang.
Bagi yang sudah menderita penyakit maag berat, jika harus memakan makanan yang
dikelola secara massal (bersama) –misalnya dalam asrama, instansi- hendaklah
memperhatikan syarat makanan, seperti harus mudah dicerna, porsi makanan
sedikit-sedikit tetapi sering, tidak merangsang lambung (misal pedas, asam,
tekstur keras), dapat mengeluarkan cairan lambung dan dapat menetralkan
kelebihan asam lambung.
Satu hal yang juga perlu diperhatikan, bahwa ketenangan jiwa seseorang bisa
mengurang resiko serangan sakit maag. Jadi hadapilah kegiatan sehari-hari
dengan tenang dan berserah diri kepada Allah. Dan insya Allah, tidak hanya
penyakit maag, penyakit lainpun bisa terhindar dari tubuh kita. Wallahu a'lam.
BISAKAH PENDERITA SAKIT MAAG BERPUASA?
Perut, khususnya lambung merupakan reservoir (penyimpan) makanan. Di dalam
lambung ini makanan dan minuman diterima, kemudian digiling dan dicampur.
Selesai mencampur dengan bantuan asam lambung, kemudian diteruskan ke usus 12
jari (duodenum), dan akhirnya lambung dikosongkan kembali.
Merupakan suatu pantangan bagi penderita sakit maag, apabila membiarkan perut
lama dalam keadaan kosong. Lalu bagaimana bila lambung dikosongkan dalam sehari
karena menjalankan kewajiban berpuasa pada bulan Ramadhan, apalagi selama satu
bulan penuh? Mari kita simak ulasan berikut.
BEBERAPA PENCETUS PENYAKIT MAAG
Beberapa faktor pencetus maupun penyebab penyakit maag di antaranya :
1. Faktor Asam Lambung.
Lambung sebenarnya terlindungi oleh lapisan mukus. Tetapi oleh karena beberapa
faktor iritan (zat yang merusak) dari makanan, minuman, obat-obatan tertentu,
alkohol dan zat-zat lainnya yang merangsang masuk melalui mulut akan
menimbulkan efek atau kelainan lapisan mukus tersebut serta difusi balik ion H+
(bersifat asam). Asam lambung ini, jika berlebihan akan merusak lapisan mukus
lambung tadi.
Selain itu stress yang dialami seseorang juga bisa memicu kenaikan asam
lambung. Stress dan kecemasan memegang peranan penting pula dalam peningkatan
asam lambung, khususnya penderita maag tingkat lanjut, yaitu sudah terjadi luka
atau borok di lambung maupun usus 12 jari (tukak peptik).
Pada beberapa keadaan, seseorang bisa terkena penyakit maag akibat komplikasi
penyakit yang dideritanya, misalnya gagal ginjal, luka bakar berat, liver atau
penyakit berat lainnya. Kondisi penyakit maag yang timbul akibat mengalami
stress dengan penyakit utamanya ini disebut Gastritis Akut Stress.
2. Refluks Cairan Empedu.
Jika mekanisme penutupan otot penghubung antara lambung dan usus 12 jari tidak
bisa bekerja normal, maka bisa terjadi refluks (aliran balik) dari cairan
empedu sehingga menimbulkan difusi balik ion H+.
3. Infeksi Kuman Helycobacter Pylori.
Infeksi kuman Helycobacter Pylori juga berperan penting dalam menimbulkan
penyakit maag yang berat, yaitu borok (tukak) baik di lambung maupun di usus 12
jari. Meskipun kuman inipun juga berhubungan dengan lingkungannya, yaitu asam
lambung dan cairan empedu, kuman Helycobacter Pylori membentuk suatu zat
(Cytokines Vacuolating) yang mempunyai efek toksik langsung pada sel epitel di
lapisan mukosa.
GAMBARAN KLINIS PENDERITA MAAG
Gejala dan tanda-tanda penyakit maag, sebenarnya sudah diulas sekilas di edisi
sebelumnya, namun akan lebih terinci lagi dalam uraian berikut ini.
Secara umum ada beberapa keluhan penderita maag, seperti mual, kembung, nyeri
ulu hati, perih melilit, sering bersendawa, rasa terbakar, rasa penuh di ulu
hati atau cepat merasa kenyang dan terkadang disertai muntah-muntah. Karena
merasa kenyang terus, otomatis nafsu makan menjadi berkurang, dan akibatnya
berat badan semakin menurun.
Apabila lambung maupun usus 12 jari sudah timbul borok (tukak), akan
memperlihatkan gambaran luka-luka yang bisa disertai perdarahan. Gambaran ini
bisa diperlihatkan melalui pemeriksaan endoskopi (peneropongan) lambung lewat
alat yang dimasukkan mulut. Dengan pemeriksaan ini, dapat sekaligus bisa
membuktikan adanya kuman Helycobacter Pylori.
Tukak yang terjadi pada usus 12 jari akan dirasakan penderita dengan nyeri yang
hebat, sehingga dapat membangunkannya saat tengah malam. Tetapi rasa sakit ini
bisa hilang setelah penderita makan dan minum obat penetral asam lambung
(antasida) walau hanya sementara. Sebaliknya pada tukak lambung, rasa sakit
yang timbul justru setelah makan. Pada keadaan yang telah parah, perdarahan
bisa menyertai penderita saat muntah dan buang air besar dengan warna
kecoklatan.
PENDERITA SAKIT MAAG BOLEH BERPUASA
Bila dilihat beberapa pencetus sakit maag dan gejala yang ditimbulkannya, maka
penderita sakit maag bisa dikategorikan menjadi dua golongan, yaitu yang
bersifat non organik (fungsional) dan yang bersifat organik.
Stress psikis seseorang dan asupan makanan minuman yang iritatif akan
menimbulkan gangguan yang bersifat non organik. Sedangkan adanya kuman
Helycobacter Pylori akan menimbulkan kelainan yang sifatnya organik. Kuman ini
diketahui sebagai penyebab terbesar dari tukak peptik.
Keadaan sakit maag yang bersifat non organik bisa menjadi organik, bila
penyakitnya bertambah buruk dan menjadi luka. Kadang kedua sifat tersebut
saling berhubungan. Maka penderita sakit maag yang non organik (fungsional)
inilah yang justru dianjurkan berpuasa.
Berpuasa, bisa menyebabkan tenang, baik pikirannya ataupun emosinya. Jiwa yang
tenang pada seseorang akan menekan kenaikan asam lambung serta memperbaiki
sirkulasi darah, yang berakibat kondisinya semakin baik.
Lambung ibarat mesin penggiling. Kadang perlu diistirahatkan, supaya kondisinya
tetap baik dan awet. Dengan puasa yang menahan makan dan minum masuk ke dalam
lambung, berakibat otot-otot penggiling dari lambung istirahat, sehingga akan
menjadi lebih baik setelah selesai berpuasa.
Bagaimana dengan asam lambung yang dikeluarkan, apakah akan menggilas lapisan
mukosa lambung?
Pada saat tidak berpuasa, tiap 3-4 jam lambung dikosongkan, selanjutnya
seseorang akan merasakan lapar akibat rangsangan asam lambung. Jika kemudian
diisi makanan, maka asam lambung akan bekerja kembali. Demikian rutinitas
sehari-hari kerja lambung.
Pada orang yang berpuasa, dalam waktu 12-14 jam perut kosong tak ada makanan
ataupun minuman, maka asam lambung pun tak akan terpacu lebih banyak untuk
dikeluarkan. Jadi terjadi umpan balik negatif. Juga pada penderita sakit maag
komplikasi stress ( Gastritis Akut Stress) bila penyakit utama tidak kambuh
atau dalam tahap penyembuhan, maka dianjurkan berpuasa kecuali ada anjuran
tertentu dari dokter.
MENCOBA BERPUASA BAGI PENDERITA SAKIT MAAG BERAT
Penderta sakit maag lanjut atau dengan riwayat pernah terjadi perdarahan saat
muntah atau buang air besar, atau tipe organik yang diketahui dari endoskopi
kondisi lambungnya penuh luka (lecet-lecet), maka harus dipertimbangkan
terlebih dahulu untuk berpuasa dengan melihat kekuatan fisiknya.
Jika penderita sedang dalam perawatan dan pengobatan, maka dianjurkan untuk
tidak berpuasa. Tetapi saat kondisi penyakit membaik, maka bisa dicoba terlebih
dahulu dengan ketentuan program terapi bisa diganti pada malam hari. Meski
diperbolehkan mengqadha` puasa pada hari lain dan tidak memberatkan, penderita
sakit maag bisa mencobanya berpuasa, karena suasana berpuasa di bulan Ramadhan
memang terasa lebih ringan dan nyaman. Demikian pula bagi ibu hamil muda dengan
riwayat sakit maag boleh berpuasa dengan syarat kebutuhan kalori perharinya
bisa terpenuhi saat malam hari, kecuali mereka yang dengan gejala muntah
berlebihan (hiperemesis gravidarum).
MEMPERHATIKAN DIET
Untuk lebih menjaga fisik penderita sakit maag dan mencegah kekambuhan, maka
perlu diperhatikan jenis makanan yang boleh maupun yang harus dihindari.
Makanan yang diperbolehkan dikonsumsi di antaranya: beras dimasak lunak,
kentang rebus, biskuit, daging sapi tak bergemuk, hati, ikan, telur direbus
atau didadar, susu, keju, tahu tempe direbus, santan encer, mentega, sayuran
muda yang kurang serat dan tidak menimbulkan gas, seperti bayam, buncis, kacang
panjang, labu siam, wortel, pepaya, pisang masak, apel, jambu biji. Teh dan
kopi encer, sirup, sari buah, garam kecap, terasi, seledri, bawang merah dalam
jumlah terbatas.
Adapun makanan yang tidak diperbolehkan antara lain : ketan, jagung, ubi,
daging bergemuk, daging kambing, ikan yang diawetkan, kacang tanah, kacang
tolo, kacang merah, santan kental, goreng-gorengan, sayuran mentah, kol,
kembang kol, sawi kangkung, oyong, daun ubi, daun kacang, buah-buah segar dan
mentah, buah yang dikeringkan manisan dan asinan buah, minuman bersoda, kopi
dan teh pekat, bumbu-bumbu yang tajam, misalnya cuka, merica, cabe.
PENUTUP
Ibarat sebuah mesin, organ tubuh manusia membutuhkan istirahat. Dengan berpuasa
ternyata akan membuat tubuh seseorang menjadi lebih baik (sehat). Demikian pula
khususnya bagi penderita sakit maag dengan pemicu kejiwaan maupun kenaikan asam
lambung, insya Allah harapan kesembuhan akan lebih besar dengan berpuasa.
Adapun penderita sakit maag berat atau tukak peptik, dianjurkan untuk tidak
berpuasa, tetapi boleh mencoba terlebih dahulu.
Mudah-mudahan Allah memberi kekuatan untuk menjalankan ibadah puasa sebulan
penuh. Hanya Allah sajalah yang mengetahui tentang seluk-beluk diri manusia,
sehingga kita meyakini, bahwa Allah benar-benar melindungi tubuh kita kerena
ketaatan kita dalam menjalankan perintah-perintahNya.
Wallahu a’lam.
[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 6, 7-8/Tahun X/1427/2006M. Penerbit
Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo-Purwodadi Km.8 Selokaton
Gondangrejo Solo 57183 Telp. 0271-858197 Fax 0271-858197]