Assalamu'alaikum warohmatullohi wabarokatuh.

Mohon pencerahan dari ustadz (maaf sedikit urgent). 
Kami bekerja di sumatra, dihutan, jauh ke perkampungan. Di tmpt kerja kami ada 
camp/barak utk tidur, mushola + hall (gedung utk olah raga/badminton).
Pada saat sholat jum'at dan taraweh, berhubung di mushola tdk cukup menampung 
jama'ah,maka kami alihkan ke hall (gedung utk olah raga/badminton),yg 
insyaAlloh gedung tersebut bebas dari najis,ada karpet utk semua jamaah sekitar 
60an org. Sudah bertahun2 kami adakan sholat jum'at + taraweh di gedung tsb.
Masalah timbul setelah ada beberapa teman kami yg bersikeras utk melaksanakan 
sholat taraweh di mushola,padahal mereka tahu bahwa mushola tsb kecil sehingga 
tidak dpt menampung jama'ah. Dan mereka mengusulkan utk mendirikan tenda di 
sebelah mushola utk dpt menampung jama'ah,pdhl disebelah mushola ada tmpt wudhu 
+ tanah utk jalan kaki,yg kami kawatirkan akan mengganggu kekhusukan jama'ah 
jika dipaksakan sholat di tenda. 

Akhirnya, di tmpt kerja kami saat ini, ada 2 jamaah. Ada yg sholat isya + 
taraweh di gedung (sekitar 50-60an org), ada juga yg di mushola (sekitar 
10org). 

Yg kami tanyakan, bagaimana hukumnya sholat di gedung? Apakah diperbolehkan 
mengingat mushola tidak cukup menampung jamaah?

Ataukah harus sholat di mushola/masjid kecil + diadakan tenda utk menampung 
jamaah?

Adakah contoh pada zaman sahabat mengenai hal seperti ini? 

Note: sholat wajib (selain sholat jum'at, isya dan taraweh) tetap kami adakan 
di mushola, jd kami tidak meninggalkan mushola.

Jazakallahu khairan.

Wassalamu'alaikum warohmatullohi wabarokatuh

Kirim email ke