MAKNA IDUL FITHRI/ADHA
Oleh
Al-Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat
http://almanhaj.or.id/content/1149/slash/0/makna-idul-fihtriadlha/
Pada setiap kali menjelang Idul Fithri seperti sekarang ini (Ramadhan 1412H)
atau tepat pada hari rayanya, seringkali kita mendengar dari para Khatib
(penceramah/muballigh) di mimbar menerangkan, bahwa Idul Fithri itu maknanya
-menurut persangkaan mereka- ialah "Kembali kepada Fitrah", Yakni : Kita
kembali kepada fitrah kita semula (suci) disebabkan telah terhapusnya dosa-dosa
kita.
Penjelasan mereka di atas, adalah batil baik ditinjau dari jurusan
lughoh/bahasa ataupun Syara'/Agama. Kesalahan mana dapat kami maklumi -meskipun
umat tertipu- karena memang para khatib tersebut (tidak semuanya) tidak punya
bagian sama sekali dalam bahasan-bahasan ilmiyah. Oleh karena itu wajiblah bagi
kami untuk menjelaskan yang haq dan yang haq itulah yang wajib dituruti Insya
Allahu Ta'ala.
Kami berkata.
Pertama : "Adapun kesalahan mereka menurut lughoh/bahasa, ialah bahwa lafadz
Fithru/ Ifthaar"(فطر / افطار ) artinya menurut bahasa : Berbuka (yakni berbuka
puasa jika terkait dengan puasa). Jadi Idul Fithri artinya "Hari Raya berbuka
Puasa". Yakni kita kembali berbuka (tidak puasa lagi) setelah selama sebulan
kita berpuasa. Sedangkan "Fitrah" tulisannya sebagai berikut (فطرة ) dan bukan
(فطر )".
Kedua : "Adapun kesalahan mereka menurut Syara' telah datang hadits yang
menerangkan bahwa "Idul Fithri" itu ialah "Hari Raya Kita Kembali Berbuka
Puasa".
عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ : أَنْ رَسُوْلُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
قَالَ : اَلصَّوْمُ يَوْمُ تَصُوْمُوْنَ، وَالْفِطْرُ يَوْمَ تُفْطِرُوْنَ
وَاْلأَضْحَى يَوْمَ تُضَحُّوْنَ
"Artinya :Dari Abi Hurairah (ia berkata) : Bahwasanya Nabi shallallahu 'alaihi
wa sallam telah bersabda. "Shaum/puasa itu ialah pada hari kamu berpuasa, dan
(Idul) Fithri itu ialah pada hari kamu berbuka. Dan (Idul) Adlha (yakni hari
raya menyembelih hewan-hewan kurban) itu ialah pada hari kamu menyembelih
hewan".
[Hadits Shahih. Dikeluarkan oleh Imam-imam : Tirmidzi No. 693, Abu Dawud No.
2324, Ibnu Majah No. 1660, Ad-Daruquthni 2/163-164 dan Baihaqy 4/252 dengan
beberapa jalan dari Abi Hurarirah sebagaimana telah saya terangkan semua
sanadnya di kitab saya "Riyadlul Jannah" No. 721. Dan lafadz ini dari riwayat
Imam Tirmidzi]
Dan dalam salah satu lafadz Imam Daruquthni :
صَوْمُكُمْ يَوْمَ تَصُوْمُوْنَ وَفِطْرُكُمْ يَوْمَ تُفْطِرُوْنَ
"Artinya : Puasa kamu ialah pada hari kamu (semuanya) berpuasa, dan (Idul)
Fithri kamu ialah pada hari kamu (semuanya) berbuka".
Dan dalam lafadz Imam Ibnu Majah :
اَلْفِطْرُ يَِوْمَ تُفْطِرُوْنَ وَاْلأَضْحَى يَوْمَ تُضَحُّوْنَ
"Artinya : (Idul) Fithri itu ialah pada hari kamu berbuka, dan (Idul) Adlha
pada hari kamu menyembelih hewan".
Dan dalam lafadz Imam Abu Dawud:
وَفِطْرُكُمْ يَوْمَ تُفْطِرُوْنَ وَأَضْحَاكُمْ يَوْمَ تُضَحُّوْمَ
"Artinya : Dan (Idul) Fithri kamu itu ialah pada hari kamu (semuanya) berbuka,
sedangkan (Idul) Adlha ialah pada hari kamu (semuanya) menyembelih hewan".
Hadits di atas dengan beberapa lafadznya tegas-tegas menyatakan bahwa Idul
Fithri ialah hari raya kita kembali berbuka puasa (tidak berpuasa lagi setelah
selama sebulan berpuasa). Oleh karena itu disunatkan makan terlebih dahulu pada
pagi harinya, sebelum kita pergi ke tanah lapang untuk mendirikan shalat I'ed.
Supaya umat mengetahui bahwa Ramadhan telah selesai dan hari ini adalah hari
kita berbuka bersama-sama. Itulah arti Idul Fithri artinya ! Demikian pemahaman
dan keterangan ahli-ahli ilmu dan tidak ada khilaf diantara mereka.
Bukan artinya bukan "kembali kepada fithrah", karena kalau demikian niscaya
terjemahan hadits menjadi : "Al-Fithru/suci itu ialah pada hari kamu bersuci".
Tidak ada yang menterjemahkan dan memahami demikian kecuali orang-orang yang
benar-benar jahil tentang dalil-dalil Sunnah dan lughoh/bahasa.
Adapun makna sabda Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, bahwa puasa itu ialah
pada hari kamu semuanya berpuasa, demikian juga Idul Fithri dan Adlha,
maksudnya : Waktu puasa kamu, Idul Fithri dan Idul Adha bersama-sama kaum
muslimin (berjama'ah), tidak sendiri-sendiri atau berkelompok-kelompok sehingga
berpecah belah sesama kaum muslimin seperti kejadian pada tahun ini
(1412H/1992M).
Imam Tirmidzi mengatakan -dalam menafsirkan sabda Nabi shallallahu 'alaihi wa
sallam di atas- sebagian ahli ilmu telah menafsirkan hadits ini yang maknanya :
اَلصَّوْمُ وَالْفِطْرُ مَعَ الْجَمَاعَةِ وَعِظَمِ النَّاسِ
"Artinya : Bahwa shaum/puasa dan (Idul) Fithri itu bersama jama'ah dan
bersama-sama orang banyak".
Semoga kaum muslimin kembali bersatu menjadi satu shaf yang kuat berjalan di
atas manhaj dan aqidah Salafush Shalih. Amin! [1]
[Disalin dari kitab Al-Masaa-il (Masalah-Masalah Agama)- Jilid ke satu, Penulis
Al-Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat, Terbitan Darul Qolam - Jakarta, Cetakan
ke III Th 1423/2002M]
_______
Footnote
[1]. Ditulis akhir Ramadlan 1412H/awal April 1992