Semoga link ini membantu pak: http://almanhaj.or.id/content/2666/slash/0/bacaan-shalat-sendiri-dan-dengan-istri-jahr-sir-salam-di-akhir-shalat-makan-batal-wudhu/
================================================= Pertanyaan. Saya ingin bertanya, kalau shalat fardhu yang bacaanya dibaca dengan jahr, seperti shalat Isya', Shubuh, Maghrib. Bila dikerjakan sendiri karena udzur syar'i, sehingga tidak berjama'ah di masjid, apakah juga bacaanya keras ataukah tidak? Jazakumullahu khair. [Yuwana Saputra, 08522950xxxx] Jawaban. Pertanyaan di atas kami jawab sebagai berikut, yaitu dianjurkan dibaca keras, tetapi tidak terlalu keras sehingga tidak mengganggu orang lain. Hal ini sebagaimana bacaan dalam shalat malam. Abu Qatâdah berkata: أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَرَجَ لَيْلَةً فَإِذَا هُوَ بِأَبِي بَكْرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يُصَلِّي يَخْفِضُ مِنْ صَوْتِهِ قَالَ وَمَرَّ بِعُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ وَهُوَ يُصَلِّي رَافِعًا صَوْتَهُ قَالَ فَلَمَّا اجْتَمَعَا عِنْدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ يَا أَبَا بَكْرٍ مَرَرْتُ بِكَ وَأَنْتَ تُصَلِّي تَخْفِضُ صَوْتَكَ قَالَ قَدْ أَسْمَعْتُ مَنْ نَاجَيْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ وَقَالَ لِعُمَرَ مَرَرْتُ بِكَ وَأَنْتَ تُصَلِّي رَافِعًا صَوْتَكَ قَالَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أُوقِظُ الْوَسْنَانَ وَأَطْرُدُ الشَّيْطَانَ زَادَ الْحَسَنُ فِي حَدِيثِهِ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَا أَبَا بَكْرٍ ارْفَعْ مِنْ صَوْتِكَ شَيْئًا وَقَالَ لِعُمَرَ اخْفِضْ مِنْ صَوْتِكَ شَيْئًا Bahwasanya suatu malam Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam keluar rumah dan mendapati Abu Bakar Radhiyallahu anhu shalat malam dengan merendahkan suaranya. Dan beliau melewati 'Umar bin al-Khaththab ketika sedang shalat dengan meninggikan suaranya. Ketika keduanya telah berkumpul di dekat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda: "Wahai Abu Bakar, aku melewatimu ketika engkau sedang shalat dengan merendahkan suaramu". Abu Bakar berkata: "Wahai Rasulullah, aku memperdengarkan kepada (Allah) yang aku berbisik kepada-Nya". Beliau juga bersabda kepada 'Umar: "Aku melewatimu ketika engkau sedang shalat dengan meninggikan suaramu". 'Umar berkata: "Wahai Rasulullah, aku membangunkan orang yang mengantuk dan mengusir setan," maka Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: "Wahai Abu Bakar, tinggikan suaramu sedikit". Beliau juga bersabda kepada 'Umar: "Wahai 'Umar, rendahkan suaramu sedikit". [HR Abu Dawud, no. 1329, al-Hakim. Dishahîhkan oleh Syaikh al-Albâni]. Namun ketika seseorang membaca dengan keras, hendaklah ia menjaga keikhlasannya, dan jangan sampai mengganggu orang lain. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: الْجَاهِرُ بِالْقُرْآنِ كَالْجَاهِرِ بِالصَّدَقَةِ وَالْمُسِرُّ بِالْقُرْآنِ كَالْمُسِرِّ بِالصَّدَقَةِ Orang yang membaca Al-Qur`ân dengan keras, ia seperti orang yang bersedekah dengan terang-terangan. Dan orang yang membaca Al-Qur`ân dengan pelan-pelan, ia seperti orang yang bersedekah dengan sembunyi-sembunyi.[1] Imam an-Nawawi rahimahullah berkata: "Penetapan membaca Al-Qur`ân dengan suara keras, terdapat banyak hadits. Adapun riwayat-riwayat dari para sahabat dan tabi'in baik perkataan maupun perbuatan tak terhitung jumlahnya dan sudah masyhur. Namun semua itu berlaku pada orang yang tidak khawatir riya`, bangga diri, dan berbagai sifat buruk lainnya. Juga tidak boleh mengganggu orang-orang, dengan mengacaukan shalat mereka"[2] Wallahu a'lam. ============================================================ 2013/8/18 <[email protected]> > Bismillaah, > Ikhwah, ana mau tanya riwayat salafunas shoolih, ketika mrk qiyam layl, > membaca surat secara jahr (dikeraskan) ataukah lawannya (sirr)? > BaarokAlloohufiykum jamii'an. > Abu Wildan > BB Pin 33165C8A > Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung > Teruuusss...! > > ------------------------------------ > > Website anda http://www.almanhaj.or.id > Berhenti berlangganan: [email protected] > Ketentuan posting : http://milis.assunnah.or.id/aturanmilis/ > Yahoo! Groups Links > > > >
