MEWASPADAI FITNAH (UJIAN) DI ZAMAN MODERN

Oleh
Syaikh Shâlih Fauzân bin Abdillâh Al Fauzân
http://almanhaj.or.id/content/3693/slash/0/mewaspadai-fitnah-ujian-di-zaman-modern/

Sudah menjadi fithrah manusia, jika mengalami atau tertimpa suatu musibah,
maka dia akan berusaha menyelamatkan diri dengan segala cara yang mungkin
dilakukannya. Namun, ada juga sebagian orang yang pasrah, berputus asa dan
tidak mau mencari jalan keluar, akhirnya kebinasaan menjadi pungkasannya.
Ada juga yang tidak menyadari dirinya sedang dalam musibah, sehingga tidak
tergerak untuk mencari solusi, akhirnya penyesalan pun tak terelakkan.

Pada saat ini, banyak sekali bahaya yang mengintai kita sebagaimana yang
dikabarkan oleh Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam banyak
hadits tentang fitnah akhir zaman. Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam
sebagai rasul yang penuh kasih sayang kepada umatnya, tidak hanya
memberitahukan tentang fitnah ini saja, tapi juga memberitahukan solusinya.
Al-Qur'ân dan sunnah Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam merupakan
solusi yang tidak bisa ditawar-tawar. Kalau tidak, kesengsaraan mesti akan
menimpa. Allâh Azza wa Jalla befirman :

فَإِمَّا يَأْتِيَنَّكُمْ مِنِّي هُدًى فَمَنِ اتَّبَعَ هُدَايَ فَلَا يَضِلُّ
وَلَا يَشْقَى ﴿١٢٣﴾ٰ وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً
ضَنْكًا وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَىٰ ﴿١٢٤﴾ قَالَ رَبِّ لِمَ
حَشَرْتَنِي أَعْمَىٰ وَقَدْ كُنْتُ بَصِيرًا ﴿١٢٥﴾ قَالَ كَذَٰلِكَ أَتَتْكَ
آيَاتُنَا فَنَسِيتَهَا ۖ وَكَذَٰلِكَ الْيَوْمَ تُنْسَىٰ

Jika datang kepadamu petunjuk dari-Ku, maka barangsiapa yang mengikut
petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka. Dan barangsiapa
berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang
sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan
buta". Berkatalah ia, "Ya Rabbku, mengapa Engkau menghimpunkan aku dalam
keadaan buta, padahal aku dahulunya adalah seorang yang melihat ?" Allâh
berfirman, "Demikianlah, telah datang kepadamu ayat-ayat Kami, lalu kamu
melupakannya, dan begitu (pula) pada hari ini kamupun dilupakan".
[Thaha/20:123-126]

Kini, fitnah-fitnah itu sudah banyak sekali disekitar kita, siap menerkam
siapa saja yang lalai. Oleh karena itu, hendaknya kita senantiasa waspada
dan menjaga diri.

Diantara ujian-ujian itu adalah ujian harta. Diriwayatkan dari Ka'ab bin
'Iyadh Radhiyallahu anhu, dia mengatakan, "Aku pernah mendengar Rasûlullâh
Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

إِنَّ لِكُلِّ أُمَّةٍ فِتْنَةً وَإِنَّ فِتْنَةَ أُمَّتِي الْمَالُ

Sesungguhnya masing-masing umat itu ada fitnahnya dan fitnah bagi umatku
adalah harta [HR. Ahmad, Tirmidzi dan Ibni Hibbân dalam shahihnya]

Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

فَوَاللَّهِ مَا الْفَقْرَ أَخْشَى عَلَيْكُمْ وَلَكِنِّي أَخْشَى أَنْ
تُبْسَطَ عَلَيْكُمْ الدُّنْيَا كَمَا بُسِطَتْ عَلَى مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ
فَتَنَافَسُوهَا كَمَا تَنَافَسُوهَا وَتُهْلِكَكُمْ كَمَا أَهْلَكَتْهُمْ

Demi Allâh ! Bukan kefakiran yang saya khawatirkan atas kalian, namun yang
saya khawatirkan adalah kalian diberi kemakmuran dunia sebagaimana pernah
diberikan kepada umat sebelum kalian, lalu kalian berlomba-lomba
sebagaimana mereka. Sehingga akhirnya dunia menyebabkan kalian binasa
sebagaimana mereka. [HR. Bukhâri dan Muslim]

Harta itu ujian dari semua sisi. Dimulai saat mengumpulkan dan
mengembangkannya, kesibukan ini sering melalaikan seseorang dari beribadah
kepada Allâh Azza wa Jalla . Juga kegemaran menumpuk harta yang tidak
pernah bisa mencapai titik klimaks, diperparah lagi dengan prilaku
menghalalkan segala cara demi memenuhi ambisinya. Harta juga menjadi fitnah
atau musibah bagi yang empunya saat harta dibelanjakan di jalan yang tidak
dibenarkan syari'at atau enggan mengeluarkan zakat yang menjadi
kewajibannya. Akibatnya, berbagai keburukan pun bermunculan akibat harta.

Dalam hadits riwayat Abu Hurairah Radhiyallahu anhu bahwa Rasûlullâh
Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

لَيَأْتِيَنَّ عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ لَا يُبَالِي الْمَرْءُ بِمَا أَخَذَ
الْمَالَ أَمِنْ حَلَالٍ أَمْ مِنْ حَرَامٍ

Sungguh akan datang suatu masa, saat itu manusia tidak lagi peduli dengan
cara apa dia menghasilkan harta, apakah dari sesuatu yang halal ataukah
haram ! [HR. Bukhâri]

Diantara ujian yang juga ada pada saat ini yaitu keburukan yang datang
melalui media elektronik dan media cetak. Karya tulisan menyesatkan, foto
dan gambar wanita dengan dandanan seronok, nyanyian pembangkit nafsu
syahwat, pentas yang sering membuat suatu keburukan menjadi tidak jelas
bahkan membalikkan fakta, yang buruk dianggap bagus dan indah, semuanya ada
di media. Terkadang suatu yang tidak pantas ikut serta ditayangkan, seperti
cara mencuri atau aksi kriminal lainnya. Semua keburukan ini ditayangkan di
berbagai channel tv, baik dalam maupun luar negeri dan dengan mudah bisa
diakses lewat internet. Sehingga betapa sedih hati dan tercabiknya hati
kita ketika mendengar berbagai perbuatan kriminal yang dilakukan oleh para
pelajar yang bahkan diantara mereka sangat muda belia dan seakan tidak bisa
dipercaya kalau dia melakukan kriminalitas yang seharusnya hanya bisa
dilakukan oleh orang dewasa.

Sebagian orang, na'udzu billah, merasa tidak cukup dengan berbagai
keburukan di atas, dia menambahkannya dengan membeli atau menyewa kaset CD
film porno yang sangat tidak layak lalu diputar di tengah keluarganya.
Tidakkah dia tahu keburukan di sekitarnya sudah begitu banyak meski dia
tidak menghendaki keburukan itu datang ke rumahnya ? Ataukah dia merasa
keburukan itu belum lengkap ? na'udzu billah. Dimanakah rasa cemburu itu
dicampakkan ? Tidakkah para penyebar keburukan ini takut ketika mereka
dimintai pertanggungjawaban atas beragam keburukan yang diakibatkan
keburukannya ? Semoga Allâh Azza wa Jalla memberikan hidayah kepada kita
semua untuk tetap istiqamah di atas jalan yang telah tetapkan syari'at.

Saat ini, betapa banyak rumah kaum Muslimin yang seharusnya bersinar dengan
dzikrullah justru hampa darinya. Rumah-rumah itu menjadi tempat yang di
senangi setan dan di jauhi para Malaikat pembawa rahmat. Bahkan ada yang
lancang mengundang para pemuda untuk serta begadang, pentas atau
menghidupkan budaya yang bertentangan dengan nilai agama.

Ini merupakan fitnah besar yang menimbulkan kekhawatiran yang harus kita
waspadai. Kita wajib menjaga anak-anak kita agar tidak terjebak dalam
perangkap setan. Hendaklah kita senantiasa memohon pertolongan kepada Allâh
agar kita diberik kekuatan dan kesabaran.

Diantara ujian yang juga sangat mengkhawatirkan pada zaman ini yaitu fitnah
yang ditimbulkan kaum wanita. Dalam hadits yang diriwayatkan Usâmah bin
Zaid Radhiyallahu anhu Radhiyallahu anhuma, beliau Radhiyallahu anhu
mengatakan, "Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

مَا تَرَكْتُ بَعْدِي فِتْنَةً هِيَ أَضَرُّ عَلَى الرِّجَالِ مِنْ
النِِِِِِِِِِّسَاء
ِ
Saya tidak meninggalkan satu fitnah yang lebih berbahaya bagi kaum lelaki
selain (ujian) wanita [HR. Bukhâri dan Muslim]

Ujian yang diakibatkan prilaku kaum wanita pada masa ini semakin parah,
karena prilaku sebagian wanita yang tidak merasa malu sema sekali. Dengan
dalih mengikuti perkembangan zaman, mereka mengenakan pakaian tipis nan
ketat, sehingga bentuk anggota tubuh mereka nampak dengan jelas.

Ada juga yang berdalih untuk menambah penghasilan, semua dilakukan tanpa
memperhatikan rambu-rambu yang telah ditetapkan syari'at. Akibatnya, bukan
kebaikan yang timbul namun sebaliknya. Berbagai media massa, sekan tidak
pernah sepi dari perbuatan kriminal akibat dari ujian ini. Tidakkah kita
mau mengambil pelajaran dari berbagai peristiwa menyedihkan ini ? Akankah
kita membiarkan diri kita, saudara atau keluarga kita terjebak dalam ujian
ini ?

Diantara ujian yang juga harus diwaspadai adalah ujian yang merupakan efek
negatif dari era informasi. Arus informasi yang lancar dan cepat menjadikan
batas antar Negara seakan tidak ada. Suara dan gambar bisa ditransfer dalam
hitungan detik. Banyak faidah yang bisa kita ambil darinya. Namun kita
tidak boleh lengah, karena setan dan musuh-musuh Allah tidak pernah tinggal
diam. Mereka akan memanfaatkan semua fasilitas modern ini untuk menyebarkan
keyakinan rusak dan kebiasaan buruk mereka serta untuk menjaring mangsa.
Semoga Allah Azza wa jalla menjaga kita dan keluarga kita dari segala
keburukan yang disebarkan oleh setan dan musuh-musuh Allah Azza wa Jalla
itu.

Namun ujian yang paling besar dan paling berbahaya bagi kaum Muslimin yang
selalu kita waspadai yaitu ujian dajjal yang akan datang menjelang hari
kiamat. Maka hendaklah kita senantiasa waspada dan menjaga diri serta
keluarga kita. Hendaklah kita memperbanyak do'a kepada Allâh Azza wa Jalla
agar senantiasa menjaga kita dari keburukan berbagai fitnah ini.

الم ﴿١﴾ أَحَسِبَ النَّاسُ أَنْ يُتْرَكُوا أَنْ يَقُولُوا آمَنَّا وَهُمْ لَا
يُفْتَنُونَ ﴿٢﴾ وَلَقَدْ فَتَنَّا الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ ۖ
فَلَيَعْلَمَنَّ اللَّهُ الَّذِينَ صَدَقُوا وَلَيَعْلَمَنَّ الْكَاذِبِينَ

Alif laam miim. Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja)
mengatakan, "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi ? Dan
sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka
sesungguhnya Allâh mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya dia
mengetahui orang-orang yang dusta. [al-Ankabut/29:1-3]

(Diangkat dari Al-Khuthab Al-Minbariyah, Shâlih Fauzân bin ‘Abdullâh
al-Fauzân, 2/415)

[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 11/Tahun XIV/1432H/2011. Diterbitkan
Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo – Purwodadi Km.8 Selokaton
Gondangrejo Solo 57183 Telp. 0271-858197 Fax 0271-858196]

Kirim email ke