Inilah.com | 16 September 2009 | Korea Selatan akan melatih 3.000
polisi cyber tahun depan untuk melindungi negara itu setelah beberapa
website milik pemerintah dan pribadi diserang.

Kantor berita Yonhap mengatakan polisi cyber akan bertugas menjaga
informasi korporat dan mencegah bocornya rahasia di bidang industri.

Dalam serangan cyber, badan intelijen nasional sebagai agen mata-mata
utama Negara itu akan mempersiapkan tugas termasuk orang sipil dan para
ahli di pemerintahan untuk melawan ancaman online.

Negara itu telah memiliki unit militer cyber. Situs pemerintah Korsel
dan AS serta beberapa website pribad mendapat serangan secara
berkelanjutan pada bulan Juli.

Seoul mencurigai Korea Utara berada dibalik serangan itu yang
ditargetkan pada beberapa website termasuk kantor kepresidenan,
departeman pertahanan, parlemen dan juga bank seperti halnya juag
dialami AS. Namun penyelidik tidak bisa melacak dalang dibalik kejadian
itu.

Korsel termasuk negara yang memiliki akses internet berkecepatan
tinggi, di mana 95% rumah yang ada memiliki broadband, menurut survey
yang dilakukan oleh Strategy Analytics Boston di bulan Juni.

www.AstroDigi.com (Nino Guevara Ruwano)

--
Posted By NINO to AstroDigi at 3/05/2010 08:50:00 AM

Kirim email ke