Tribun-timur.com | Selasa, 2 Maret 2010 | Gigi yang berlubang tentu
memicu rasa tak nyaman dan jadi biang keladi sakit gigi. Padahal, mulut
merupakan pintu gerbang asupan nutrisi yang dibutuhkan untuk kesehatan
ibu dan janin. Karena itulah, gigi yang sehat dan terawat sangat
penting untuk ibu hamil.

Sayangnya, tak semua ibu hamil memiliki kesehatan dan kebersihan gigi
yang baik sehingga lebih rentan infeksi. Pada kondisi ini gigi akan
lebih mudah berlubang dan membutuhkan perawatan lanjutan. Lantas, kalau
sedang hamil, bolehkah menambal dan mencabut gigi?

"Pada prinsipnya, kalau gigi masih bisa dirawat, sebaiknya dirawat
dulu. Namun, kalau sudah rusak dan perlu dicabut, boleh saja," kata dr
Boy Abidin, Sp OG dari RS Mitra Keluarga Kelapa Gading, Jakarta,
seperti dilansir kompas.com.

Meski demikian, menurut Boy, dokter gigi akan menyesuaikan tindakan dan
pemberian obat agar tidak mengganggu kesehatan janin.

Boy menambahkan, biasanya dokter akan memberikan obat pereda kontraksi
untuk menekan risiko kontraksi akibat proses pencabutan gigi.

"Saat pencabutan juga ada risiko perdarahan, tetapi hal ini bisa
diatasi dengan obat antipendarahan yang aman untuk janin," katanya.

Penggunaan anastesi untuk ibu hamil juga akan disesuaikan dengan
kondisi kesehatan ibu. Demikian juga dengan pemberian antibiotik dan
analgetik pascapencabutan untuk menghindari infeksi. "Sekarang sudah
banyak obat yang dikhususkan untuk ibu hamil dan aman," katanya.

Tindakan pencabutan dan penambalan gigi juga boleh dilakukan oleh ibu
hamil sepanjang masa kehamilannya.

"Daripada menahan sakit selama hamil yang akhirnya menyebabkan asupan
nutrisi terganggu, lebih baik rawat gigi, termasuk juga bila perlu
dicabut," kata Boy.(nda)

Makanan Sahabat Gigi

DI samping menggosok gigi minimal dua kali sehari, pola makan sehat
adalah pelindung kesehatan gigi dan gusi.

Tentu saja bukan perkara mudah memilih pola makan sehat karena hidup di
zaman modern banyak makanan seperti coklat, donat, permen, yang
mengandung gula. Belum lagi minuman bersona, aneka makanan kecil yang
serba manis dan menggoda.

Namun, semua godaan itu sebenarnya bisa kita tangkal dengan
memperbanyak konsumsi aneka buah-buahan dan sayuran.

Manfaat konsumsi banyak sayuran dan buah-buahan salah satunya dapat
merangsang produksi saliva (air ludah), yang penting untuk proses
mineralisasi dan menjaga bakteri dalam rongga mulut tetap stabil.

Sayuran dan buah-buahan berwarna jingga umumnya kaya akan antioksidan,
khususnya vitamin C. Selain dapat membantu penyerapan zat besi,
memperbaiki sirkulasi, vitamin C juga penting untuk mencegah
peradangan, juga menjaga gigi geligi serta gusi tetap sehat.

Sayuran serta buah berdaging warna jingga diantaranya jeruk, nanas,
paprika, jagung, dan kentang. Sementara buah dan sayuran berwarna hijau
menunjukkan kandungan fitokimia sulforafane dan indoles, yang baik
untuk mencegah kanker dan membantu memperbaiki sistem sirkulasi.

Sayuran hijau juga penting untuk menjaga daya penglihatan, memelihara
kekuatan tulang serta gigi, misalnya apel, pear, brokoli, selada,
asparagus, sawi, dan sebagainya.

Apel sering disebut sebagai sikat gigi alami karena menstimulasi gusi,
meningkatkan produksi air ludah, dan mengurangi pembentukan bakteri
penyebab gigi berlubang.

Pola makan gizi seimbang yang kaya dengan buah dan sayur selain
membasuh gigi juga memberikan tubuh mineral, vitamin, dan gizi penting
lain untuk kesehatan gigi dan gusi.

Fluoride yagn ditemukan secara alami di makanan dan air atau
ditambahkan dalam air juga merupakan zat yang dapat melindungi email
gigi sehingga lebih kuat terhadap serangan asam.

www.AstroDigi.com (Nino Guevara Ruwano)

--
Posted By NINO to AstroDigi at 3/07/2010 12:12:00 AM

Kirim email ke