Tribun-timur.com | Minggu, 14 Februari 2010 | HITAM sering dipandang
lebih rendah dari putih. Namun, jangan coba-coba memakai rumus yang
sama untuk cokelat hitam. Pasalnya, khasiat cokelat hitam ternyata jauh
melebihi cokelat putih.

Khasiat cokelat hitam sudah terlihat dari kandungannya. Sebagai
makanan, baik yang dikemas dalam bentuk snack maupun bar-ia dibuat
langsung dari bubuk biji cokelat yang diolah dengan tambahan gula,
susu, serta flavouring (bumbu penyedap dan pewangi).

Bubuk biji tanaman cokelat sendiri diyakini mengandung bahan aktif.
Salah satunya, anggota geng flavonoid, epikatekin, yang termasuk
antioksidan kuat.

Riset membuktikan, 1,5 ons cokelat hitam kira-kira memiliki 800 mg
antioksidan, hampir sama jumlahnya (atau boleh jadi lebih banyak)
dengan antioksidan yang terdapat di secangkir teh hitam atau red wine.

Para peneliti yakin, senyawa flavonoid itu dapat menetralkan efek buruk
radikal bebas yang berniat menghancurkan sel-sel dari jaringan-jaringan
tubuh.

Mereka dipercaya sanggup menekan oksidasi low density lipoprotein (LDL
alias kolesterol jahat) sehingga mencegah penyumbatan pada dinding
pembuluh darah arteri.

Selain mencegah penyakit jantung, cokelat hitam juga dipercaya dapat
melindungi tubuh dari serangan stroke. Sebuah penelitian di University
of California mengungkapkan, cokelat hitam mencegah pembekuan darah.
Seperti diketahui, membekunya darah merupakan salah satu kondisi yang
membuat seseorang terkena stroke.

Meski begitu, beragam kontroversi masih mewarnai manfaat nyata cokelat
hitam. Di satu sisi, tak ada yang menyangkal khasiatnya, terlebih
setelah khasiat itu didukung beragam penelitian dan bukti-bukti ilmiah.
Namun, di sisi lain, masih banyak "sisi hitam" cokelat hitam yang belum
terpecahkan.

Itu sebabnya, kemungkinan dokter menganjurkan pasiennya untuk
mengonsumsi lebih banyak cokelat hitam, setidaknya untuk saat ini,
masih sangat kecil.

"Kalau ditilik lebih dalam, cokelat hitam masih mengandung terlalu
banyak lemak dan gula, untuk dapat direkomendasikan masuk resep
dokter," kata John Erdman, ahli gizi dari Universitas Illinois, AS,
seperti dilansir detikhealth.

www.AstroDigi.com (Nino Guevara Ruwano)

--
Posted By NINO to AstroDigi at 3/07/2010 07:51:00 AM

Kirim email ke