Kompas.com | Senin, 8 Maret 2010 | Bayi laki-laki ini memecahkan rekor
bayi lahir paling prematur di dunia. Tom Thum, nama julukan yang
diberikan oleh para perawat rumah sakit di Jerman yang merawat bayi
mungil ini, lahir prematur pada usia kehamilan 25 minggu.



Begitu mungilnya sehingga pengukur tinggi terlihat begitu besar
baginya. Berat Tom Thum hanya 9 ons atau 275 gram. Panjang dari kepala
hingga kaki hanya seukuran selembar kertas A4.


Namun, justru karena ukurannya yang mungil inilah para dokter percaya
bahwa bayi paling prematur di dunia tersebut berhasil bertahan dan
selamat.

Rekor bayi prematur sebelumnya dipegang oleh Tyler Martin, yang lahir
di New Jersey, AS, pada tahun 2004 dengan berat 320 gram.

Sementara itu, untuk bayi prematur perempuan yang hidup beratnya adalah
244 gram. Para dokter umumnya percaya bahwa bayi dengan berat di bawah
350 gram tidak akan mampu bertahan hidup.

Kelahiran Tom Thum dilakukan oleh Bagian Caeserean University of
Medicine Goettingen di Jerman pada bulan Juni 2009.

Setelah dokter memutuskan Tom Thum cukup kuat untuk dirawat di rumah
orangtuanya pada minggu ini, barulah pihak rumah sakit mengumumkan
keberhasilan mereka untuk membuat Tom Thum tetap hidup.

"Setelah mempelajari semua dokumen medis resmi dan ilmiah, kami dapat
mengatakan dengan pasti bahwa Tom Thum adalah bayi prematur termungil
di dunia yang mampu bertahan hidup, tahun lalu," kata Stefan Weller,
juru bicara universitas.

Hanya tiga bayi yang telah dicatat sebagai bayi prematur terkecil yang
dilahirkan di ruang darurat rumah sakit universitas, yang semuanya
adalah perempuan.

Baru pada bulan Desember 2009, bayi tersebut dipublikasikan setelah
kondisinya baik dan dinyatakan mampu bertahan hidup setelah dirawat
secara intensif sehingga memiliki berat 3,7 kilogram. Angka ini
dianggap sebagai rata-rata berat bayi saat lahir di Jerman.

Selama 24 jam sehari, sepanjang waktu, anak itu berada dalam inkubator
dan tersambung ke selang makanan, pernapasan, monitor jantung, kateter,
dan sebagian besar perangkat elektronik untuk memantau tanda vital
kehidupannya setiap hari.

Hari demi hari ia semakin kuat, sampai minggu ini orang tuanya
diizinkan untuk membawanya pulang. Jati dirinya dirahasiakan atas
permintaan orangtuanya.

"Aku telah berbicara dengan orangtua bayi tersebut. Aku berharap
setelah besar nanti ia akan menjadi seorang pemburu," kata Stephan
Seeliger, ahli terkemuka bayi prematur.

Pihak rumah sakit yakin, meskipun lahir prematur pada usia kehamilan 25
minggu, Tom Thum akan tumbuh menjadi anak yang normal dan sehat.

"Krisis telah berlalu. Sekarang, semua organ tubuh dan anggota badannya
berkembang secara baik. Bayi itu kini telah sehat dan memiliki berat
badan yang normal," kata juru bicara tersebut.

www.AstroDigi.com (Nino Guevara Ruwano)

--
Posted By NINO to AstroDigi at 3/11/2010 08:08:00 AM

Kirim email ke