Netsains.com - Merry Magdalena | 4 Agustus 2008 | Ular terkecil, itulah
klaim ilmuwan Amerika pada spesies yang ditemukannya di bagian timur
pulau Karibia, Barbados belum lama ini. Ular tersebut tak lebih dari
empat inchi atau 10 sentimeter panjangnya saat mencapai usia dewasa.



S. Blair Hedges, pakar biologi evolusi Penn State University yang
memimpin riset itu juga pernah menemukan kadal terkecil di republik
Dominika, juga katak terkecil di Kuba. Menurut Hedges, ular tersebut
ditemukan sedang melata di balik batu dekat hutan Barbadia. Ia yakin
spesies itu adalah yang terkecil dari sekitar 3100 spesies ular yang
pernah dikenali. Spesies temuan anyar ini akan diperkenalkan ke dunia
sains dalam jurnal Zootaxa terbaru pekan ini.


“Spesies baru dan menarik lain bisa ditemukan di kepulaian Karibia
walau hutan yang tersisa tinggal sedikit,” ujar Hedges. Ia menamai
temuannya itu “Leptotyphlops carlae”, dalam rangka mengabadikan nama
istrinya, Carla Ann Hass.

Tak Berbisa

Ular kecil berwarna coklat tersebut memangsa rayap dan larva serangga,
namun belum diketahui perilaku dan ekologinya. Tes genetika membuktikan
ular itu sebagai spesies baru yang tidak berbisa.

Ahli zoologi Roy McDiarmid, kurator reptil dan ampibi Smithsonian’s
National Museum of Natural History di Washington, mengatakan sudah
melihat spesiemen ular itu. Ia mengatakan tak ada argumen yang bisa
membantah faktanya sebagai ular terkecil di dunia. McDiarmid
mengungkapkan, jenis ular itu juga dikenal sebagai ular cacing yang
banyak dijumpa di wilayah tropis. “Hanya sedikit sekali yang kita
ketahui tentang spesies ini,” ujarnya.

www.AstroDigi.com (Nino Guevara Ruwano)

--
Posted By NINO to AstroDigi at 3/12/2010 11:21:00 AM

Kirim email ke