KOMPAS.com | Kamis, 25 Juni 2009 | Khagendra Thapa Magar tidak sabar
menunggu empat bulan lagi, yaitu saat usianya menginjak 18 tahun.
Bagaimana tidak, remaja asal Nepal ini akan dinobatkan sebagai manusia
terpendek di dunia.

Saat ini, tinggi Magar hanya 51 cm dan bobotnya 4,5 kg. Namun, dengan
postur semungil bayi yang baru lahir itu, Magar sudah sangat tenar di
Nepal.

Ia menjadi pesohor baru. Meski belum ditetapkan oleh Guiness Book of
Record, para politisi Nepal sudah menyebutnya sebagai manusia terkecil.
”Beratnya waktu lahir cuma 600 gram. Seperti melihat anak ayam yang
baru menetas,” kata ibu Magar, Dhana Maya Thapa Magar (36), ketika
ditemui di rumahnya di Distrik Baglung, 125 km dari ibu kota Nepal,
Kathmandu, beberapa waktu lalu.

Bagaimanapun kondisi bayi yang jauh dari normal itu membuat Dhana syok.
Ia mengaku sempat malu atas kondisi anaknya dan itu membuatnya enggan
keluar rumah. ”Namun, sekarang, yang ada hanya rasa bangga dan ingin
cepat-cepat mendengar dia dinobatkan sebagai manusia termungil di
dunia,” katanya.

Dari sisi medis, belum jelas penyebab tidak berkembangnya tubuh Magar.
Namun, para dokter di Nepal yakin kondisi itu disebabkan tidak
berfungsinya kelenjar pituirari. Meski begitu, keluarga Magar yakin
bahwa remaja itu sehat-sehat saja. Bahkan, mereka mendirikan Yayasan
Khagendra Thapa Magar untuk mempromosikan upaya mereka memecahkan rekor
itu.

Sang ayah, Rupp Abrader Thana Magyar (36), mengungkapkan, ketenaran
anaknya sudah sampai di seluruh Nepal, bahkan sudah menembus India.
Magar tampil bersama sebuah kelompok tari dan itu memungkinkannya
tampil di mana-mana. “Memang, dia tampil hanya beberapa kali dalam
setahun dan sekarang kami melakukan ini supaya semua orang tahu bahwa
dia akan menjadi orang terkecil di dunia,” katanya.

Bila sampai saatnya ia dinobatkan sebagai manusia terkecil itu, Magar
akan mengambil alih rekor itu dari tangan He Ping Ping, pemuda asal
Huade, China, yang tingginya 73 cm. Karena mempunyai kesulitan belajar,
saat ini Magar belajar di taman kanak-kanak agar bisa sekadar baca
tulis dan menghitung.

Sehari-hari ia juga membantu orangtuanya yang berjualan buah segar di
Phokara tiap akhir pekan. Adapun untuk mengisi waktu luang, dia
menonton tayangan karate di televisi. “Begitu dinobatkan sebagai
manusia terkecil, saya bisa mewujudkan impian saya mengunjungi Amerika
Serikat. Di sana saya bisa pamer kebolehan saya menari dan kemampuan
saya dalam karate,” ungkap Magar.

Agaknya, Magar sudah melihat betapa tenarnya Ping Ping yang langsung
melalang buana begitu dinobatkan sebagai pria terkecil. Ping Ping juga
bertemu dengan manusia tertinggi dan berpose bersama perempuan dengan
kaki terpanjang. Semuanya berada di belahan lain bumi.

www.AstroDigi.com (Nino Guevara Ruwano)

--
Posted By NINO to AstroDigi at 3/12/2010 01:20:00 PM

Kirim email ke