Jawapos.com| Sabtu, 13 Maret 2010 | SETIAP orang harus selalu siap
menghadapi kematian. Itu adalah rumus paten ketika usia senja mulai
menjelang. Namun, seberapa tinggi risiko seseorang untuk meninggal
secara alami? Jawabannya ternyata ada pada kekuatan genggaman tangan.

Para ilmuwan dari Leiden University Medical Center (LUMC) meneliti 555
lansia berusia 85 hingga 89 tahun. Penelitian itu dilakukan dengan
mengukur kekuatan genggaman tangan para lansia di negeri kincir angin
tersebut.

Hasilnya, genggaman tangan yang rendah serta penurunan kekuatan
genggaman lansia dalam kisaran usia itu berhubungan dengan peningkatan
risiko kematian. Mereka juga menyimpulkan, ada hubungan antara kekuatan
genggaman tangan dan peningkatan risiko kematian ketika usia seseorang
bertambah.

Tetapi, para peneliti tidak bisa menjelaskan hubungan antara kekuatan
otot dan risiko kematian. Para peneliti tidak bisa menemukan bahwa
kekuatan otot memiliki pengaruh langsung terhadap risiko kematian.
Atau, apabila diasosiasikan dengan faktor lain yang membimbing
seseorang kepada kematian.

Namun, mereka tetap mengambil kesimpulan bahwa menganalisis kekuatan
genggaman tangan lansia akan membantu dokter memprediksi risiko
kematian lansia. ''Itu memberi dokter kemampuan untuk memperpanjang
umur pasien dengan melatih otot mereka,'' kata dr Carolina Ling dari
Departemen Gerontologi dan Geriatric LUMC.

www.AstroDigi.com (Nino Guevara Ruwano)

--
Posted By NINO to AstroDigi at 3/14/2010 11:02:00 AM

Kirim email ke