Okezone.com | Jum'at, 12 Maret 2010 | Ada kecenderungan unik dalam
kehidupan pernikahan para teroris. Mereka suka menikah dengan perempuan
yang kuliah di fakultas kedokteran, terutama di Universitas Diponegoro
Semarang.

Dekan Fakultas Kedokteran Undip, Dr. Soejoto PAK mengatakan kebenaran
informasi tentang istri Dulmatin yang bernama Istiada pernah kuliah di
fakultas kedokteran.

"Ya memang benar bahwa Istiada pernah kuliah di Fakultas Kedokteran
Undip," terang Soejoto ketika ditemui di ruang dekan, Kamis 11 Maret
2010.

Kebenaran itu merujuk pada keterangan pegawai Tata Usaha sub bagian
akademik Fakultas Kedokteran Undip.

Istiada kuliah sampai semester delapan dengan IPK sementara 2,25. Dia
masuk pada 1987 dan keluar 21 Februari 1991. Nomer Induk Mahasiswa
Istiada G001873019."Di zaman itu IPK 2,25 tergolong biasa-biasa saja,"
ujarnya.

Istri pentolan teroris Imam Samudera yang bernama Zakiyah juga sempat
mengenyam pendidikan di FK Undip. Dia hanya kuliah sampai semester enam
dan memiliki IPK sementara 2,17. Zakiyah masuk tahun 1990 dengan NIM
G001903630.

"Kedua mahasiswi itu keluar dengan tanpa keterangan yang jelas," kata
Soejoto.

Seorang buronan kasus teroris lain, Maruto Jati Sulistiyono juga
diketahui memiliki istri seorang dokter bernama Tri Utami. Dokter yang
sebelumnya bertugas di Puskesmas Wonotunggal, Batang Jawa Tengah ini
merupakan lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sultan Agung
(Unisula) 2002.

Maruto sendiri pernah tercatat sebagai mahasiswa di fakultas kedokteran
di kampus Unisula. Namun Maruto hanya kuliah hingga semester VI dan
keluar pada 2004. Maruto dan Istrinya disebut pernah menolong Noordin M
Top setelah lolos dari penyergapan di Wonosobo.

www.AstroDigi.com (Nino Guevara Ruwano)

--
Posted By NINO to BISNIS ONLINE at 3/16/2010 06:24:00 PM

Kirim email ke