VIVAnews.com | Senin, 22 Maret 2010 | Bahkan nama Sex.com tak dijumpai
di laman utama hasil pencarian kata 'sex' di Google.
Sebuah situs porno biasanya mengundang banyak pengintip maya yang akan
ketagihan untuk kembali menyambangi setiap saat.

Tapi, kasus bangkrutnya situs porno Sex.com mengundang banyak tanya:
mengapa sebuah situs porno bisa juga terbelit hutang sehingga berencana
untuk menjual domainnya kepada pihak lain.

Pada 2006, pengelola situs, Escom LLC, membeli domain Sex.com seharga
US$ 14 juta alias Rp 127 miliar. Escom bahkan sempat sesumbar, situs
Sex.com yang mereka kelola, akan menjadi situs porno pemimpin pasar,
yang menawarkan pengalaman interaksi web yang revolusioner.

Namun, pada kenyataannya, situs porno yang sempat meraup pendapatan
sebesar US$ 15 ribu (sekitar Rp 136 juta) per hari itu, tak bisa
bertahan.

Escom mengalamai gagal bayar selama setahun dan terbelit hutang sebesar
US$ 10,1 juta atau sekitar Rp 92 miliar kepada Washington Technology
Associates, iEntertainment Inc, dan AccountingMatters.com.

Akhirnya, Sex.com hendak dilelang untuk mendapatkan pembeli tertinggi.
Namun, tiga perusahaan pemberi hutang, menggugat pailit dan membatalkan
pelelangan karena khawatir aset Escom akan berkurang secara signifikan
bila aset domain Sex.com terjual dalam lelang.

Lalu, kenapa Sex.com bisa bangkrut? Menurut situs econsultancy.com, ada
beberapa kesalahan yang dilakukan oleh Sex.com:

- Domain bagus musti dibarengi pengembangan yang baik

Sex.com adalah nama domain internet yang mungkin paling banyak dicari
dan diinginkan. Namun mengembangkan situs web agar tetap menarik dan
menawarkan sesuatu yang dibutuhkan oleh pengunjung adalah syarat mutlak
untuk terus bertahan.

Sementara, berdasarkan catatan dari Baltimore Sun, Sex.com hanya
menyediakan fitur-fitur yang membosankan dan desainnya tidak lebih baik
dari desain yang bisa dibuat oleh anak kecil yang berusia 10 tahun.
Oleh karenanya, miskinnya visi pengembangan adalah alasan terbesar dari
Sex.com menuju kehancurannya.



- Pentingya untuk tetap fokus

Sex.com mencoba melakukan berbagai macam hal, mulai dari menjual kaus
t-shirt berjudul 'I Saw Your Dad on Sex.com', video YouTube terbaik
harian, horoskop percintaan, hingga polling. Karena tidak fokus dan
mencoba untuk melakukan semuanya, maka hasilnya pun kurang memuaskan.

- Model bisnis setiap industri berbeda-beda

Industri porno seringkali dipandang sebagai pengadopsi pertama
teknologi baru. Namun, tentu saja hal ini juga bakal menemui berbagai
hambatan baru. Sex.com gagal melakukan inovasi dan beradaptasi dengan
berbagai perubahan yang terjadi, sehingga tak mampu bertahan Hal ini
juga berlaku secara alami bagi situs web yang bergerak di industri lain.

- Pemasaran merupakan faktor yang tak kalah penting

Menurut laporan dari Quantcast, Sex.com cuma mampu meraih kurang dari
setengah juta pengunjung unik di AS, setiap bulannya. Yang lebih
memprihatinkan, nama Sex.com tak bisa dijumpai di halaman pertama hasil
pencarian Google untuk kata kunci 'sex'.

Padahal, nama Sex.com seharusnya muncul di halaman utama hasil
pencarian apakah itu dengan cara beriklan di Google atau membangun
trafik melalui Search Engine Optimization. Pengelola Sex.com tak bisa
duduk diam menunggu pengunjung datang menemukan website mereka. Apalagi
bila situs mereka tak lagi mampu memberikan alasan yang kuat kepada
pengunjung yang ada untuk mau berkunjung kembali.


- Alokasi sumber daya yang tepat

Tiap bisnis memiliki bujet. Kunci sukses dari setiap bisnis adalah
memaksimalkan bujet dengan mengalokasikan sumber daya secara
proporsional. Mengerahkan semua uang hanya untuk sebuah nama domain,
tapi mengesampingkan semua faktor lain, merupakan salah satu resep
kehancuran Sex.com

Faktor-faktor di atas bisa menjadi pengalaman berharga bagi semua
bisnis online; bahwa meraih modal awal, ide, dan mendapatkan domain
yang bagus adalah sesuatu hal yang tak begitu sulit. Namun, membangun
bisnis itu sendiri adalah sesuatu yang tidak mudah.

Tanpa logika bisnis dan eksekusi yang tepat, akan sangat sedikit yang
bisa bertahan, bahkan bagi situs cybersyahwat seperti Sex.com sekalipun.

www.AstroDigi.com (Nino Guevara Ruwano)

--
Posted By NINO to AstroDigi at 3/24/2010 05:10:00 PM

Kirim email ke